You are currently browsing the category archive for the ‘perikanan laut’ category.


Konon, satelit ini membantu nelayan mencari ikan di perairan RI

ImageVIVAnews – Teknologi pengindraan jauh (remote sensing) terus berkembang. Jika pada 1987 teknologi pemetaan wilayah ini hanya mampu menjangkau radius 30 meter secara akurat, kini seiring berkembangnya teknologi, keakuratan peta sudah mencapai 0,5 meter.

Penggunaannya pun meluas. Pada masa-masa awal, remote sensing digunakan sebatas untuk mengamati cuaca. Penggunaannya kemudian meluas ke ranah militer sebagai satelit mata-mata dalam menentukan peta wilayah. Kini, remote sensing telah dimanfaatkan oleh masyarakat sipil.

Misalnya, peta melalui citra satelit ini sudah bisa dimanfaatkan untuk bidang kesejahteraan masyarakat, di antaranya pengembangan sektor pertanian dan kelautan oleh nelayan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, di sela acara ARCS Bridging Sustainable Asia, Selasa 22 Oktober 2013.
Read the rest of this entry »


Ada gambar mata, hidung dan mulut di tubuh ikan itu. Kini ia bernilai Rp550 juta.
Minggu, 4 Juli 2010, 08:20 WIB

Elin Yunita Kristanti

Ikan berwajah manusia (Daily Mail)

VIVAnews - Pemilik dan binatang peliharaan bisa jadi mirip satu sama lainnya. Namun, bagi Brendan O’ Sullivan ini mungkin adalah berita buruk.

Ikan mas yang dia pelihara, makin lama makin mengkhawatirkan. Corak di kulit ikan itu semakin menyerupai wajah manusia.

Mantan tukang daging berusia 44 tahun ini membeli ikan mas ‘hantu’ itu sekitar lima bulan lalu. Namun, baru sekitar seminggu dia sadar, ada yang aneh pada ikannya.

“Cuaca dingin awal tahun ini membuatku tak sempat mengamati ikan itu,” kata O’Sullivan di Dagenham, Essex, seperti dimuat laman Daily Mail, Sabtu 3 Juli Read the rest of this entry »


Mahluk yang pantas jadi tokoh fiksi ilmiah ini ditemukan di dasar laut Australia.
Jum’at, 16 Juli 2010, 12:55 WIB

Elin Yunita Kristanti

Ikan buruk rupa di dasar Great Barrier Reef (Dailymail.co.uk)

VIVAnews – Great Barrier Reef, kumpulan terumbu karang terbesar dunia yang terletak di Australia menjadi tempat hidup sejumlah spesies aneh dengan penampakan yang mengerikan.

Binatang laut unik ini ditemukan di dasar Great Barrier Reef. Tim Peneliti dari dari Universitas Queensland, Australia menggunakan kamera berteknologi tinggi yang dioperasikan dari jarak jauh untuk menangkap gambaran kehidupan di kedalaman sekitar 1.500 meter di bawah laut.

Ahli Biologi Kelautan, Justin Marshall — yang memimpin tim peneliti — mengatakan beberapa spesies berhasil tertangkap kamera, di antaranya, hiu prasejarah bersirip enam, oil fish — sejenis Mackerel, kawanan Crustacea, dan banyak ikan yang tak terdefinisikan — yang terlihat seperti mahluk dalam fiksi ilmiah.
Read the rest of this entry »


Bentuknya mirip ikan pari, ditemukan di fasilitas pembuangan limbah.
Senin, 26 Juli 2010, 06:15 WIB

Hadi Suprapto

Makhluk aneh yang diduga spesies kuno crustacea

VIVAnews – Nelayan di distrik Kotovsky, daerah Volgograd, Rusia, telah menemukan makhluk aneh mirip ikan pari  di fasilitas pembuangan limbah  distrik itu. Makhluk ini memiliki beberapa kemiripan dengan ikan pari yang memiliki tubuh datar dan sirip yang luas. Namun, tidak seperti ikan pari, bagian depan tubuh makhluk itu terlihat seperti kepala.

Natalia Lyubimenko, spesialis  perlindungan lingkungan pemerintahan lokal, mengaku belum pernah melihat makhluk seperti itu. Yang jelas, makhluk ini bukan ikan pari, meskipun di wilayah perairan Rusia ikan pari dapat dengan mudah ditemukan, terutama di Laut Hitam dan Laut Azov.

Ikan pari yang mendiami perairan Rusia biasanya berwarna abu-abu dan ukurannya agak besar. Beratnya sampai mencapai 20 kilogram. Tapi, makhluk ini sangat berbeda. Tubuhnya mini dan berwarna hijau.
Read the rest of this entry »


Ikan itu memiliki gigi seperti seri, geraham, dan taring seperti yang dimiliki manusia.
Senin, 27 September 2010, 09:02 WIB

Ismoko Widjaya

Ikan bergigi manusia di Amerika Serikat (web.orange.co.uk)

VIVAnews - Seorang pemancing di Amerika Serikat terkejut bukan kepalang ketika ikan yang berhasil ditangkap itu, malah mengigitnya kencang. Dia tentu saja menjerit dan setelah diperiksa gigi ikan ini mirip gigit manusia.

Seperti dilansir web.orange.co.uk edisi 24 September 2010, Frank Yarborough sedang memancing di Danau Wylie, South Carolina. Belum lama melempar kail, seekor ikan mengigit umpan lalu tersangkut.

Frank  girang bukan kepalang karena ikan yang terjerat itu sungguh besar. Warnanya gelap dan memiliki berat sekitar 5 kilogram dengan panjang hampir setengah meter. Yarborough menduga itu adalah ikan lele.
Read the rest of this entry »


Nama marga yang awalnya tanpa spesies itu mencantumkan nama keinginan si pemenang lelang.
Senin, 19 April 2010, 17:34 WIB

Ismoko Widjaya

Salah satu jenis ikan Pterois (www.panagadivers.com)

VIVAnews - Sebanyak 11 spesies baru ditemukan di ‘surga’ ikan hias laut Raja Ampat, Papua Barat. Nama-nama marga yang awalnya tanpa nama spesies itu akhirnya mencantumkan nama-nama si pemenang lelang di Monaco, akhir tahun lalu.

“Dalam waktu dua jam 11 nama itu dilelang dan menghasilkan US$ 2 juta atau sekitar Rp 20 miliar,” kata Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Suharsono, kepada VIVAnews, Senin 19 April 2010.

Saat ditemukan peneliti asal Australia Gerry Allen dan Mark Erdmann dari Amerika Serikat, ikan-ikan itu hanya memiliki nama marga, yang terletak di bagian depan. Sedangkan untuk nama spesies masih diberi tanda Sp.

Nama marga itulah yang akhirnya mencantumkan nama yang diinginkan oleh para pemenang lelang. “Ada tiga nama dari Indonesia,” ujar dia.
Read the rest of this entry »


 

Kokanee hitam atau “Kunimasu” dalam bahasa Jepang, dianggap telah punah pada 1940.
Kamis, 16 Desember 2010, 00:00 WIB

Antique, Mutia Nugraheni

Ikan Salmon Jepang yang dianggap telah punah (AP)

VIVAnews – Spesies salmon asal Jepang yang dianggap telah punah selama 70 tahun ternyata ditemukan hidup di sebuah danau dekat Gunung Fuji. Hal itu berdasarkan temuan Tetsuji Nakabo dan tim ilmuwannya dari Kyoto University.

Kokanee hitam atau “Kunimasu” dalam bahasa Jepang, dianggap telah punah pada 1940. Itu karena pembangunan proyek hidroelektrik yang dilakukan di danau asli di Prefektur Akita utara tersebut membuatnya menjadi lebih asam. Sebelum kejadian tersebut, 100 ribu telur dilaporkan dibawa ke Danau Saiko, tetapi kemudian mati.

Profesor Tetsuji Nakabo menuturkan, ia dan timnya menemukan spesies Kunimasu di Danau Saiko, sekitar 310 mil (500 kilometer) arah selatan dari danau aslinya.

“Aku sangat terkejut. Ini ikan yang sangat menarik, merupakan harta karun. Kami harus melindunginya dan tidak boleh membiarkannya punah lagi,” kata Profesor Tetsuji seperti dikutip dari Associated Press, Rabu 15 Desember 2010.

Spesies ikan ini berwarna zaitun gelap dengan bintik hitam di punggungnya. Kunimasu tumbuh dengan panjang sekitar satu kaki (30 sentimeter). Read the rest of this entry »


Perairan Natuna masih mampu memberikan 1,8 ton ikan tahun 1974 bagi nelayan.
Senin, 27 Desember 2010, 12:45 WIB

Ita Lismawati F. Malau, Dedy Priatmojo

Ilustrasi laut (Antara/ Basrul Haq)

VIVAnews – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyoroti masalah penurunan hasil laut di sekitar Laut Natuna, Kepulauan Riau. Penyebab utama penurunan drastis hasil laut ini adalah pencurian ikan atau illegal fishing.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Suharsono menjelaskan perairan Natuna masih mampu memberikan 1,8 ton ikan tahun 1974. “Tapi 2010, angka ini turun jadi hanya 0,27 ton,” kata Suharsono dalam pemaparan ekspedisi tim LIPI ke Natuna dan Laut Kalimantan Selatan di Jakarta, Senin 27 Desember 2010.

Pencurian ikan oleh kapal-kapal asing menjadi salah satu penyebab, terutama kapal dari negara perbatasan seperti Malaysia dan Thailand. Menurutnya, di daerah Songka, Thailand, ada kapal dengan nama Indonesia tapi tak satu pun anak buah kapal (ABK) yang bisa berbahasa Indonesia. “Misalnya nama kapal itu Samudera Raya. Bahkan berbendera Indonesia,” kata dia. Read the rest of this entry »


Faktor penyebab melesatnya populasi ubur-ubur adalah polusi, suhu dan penangkapan ikan.
Selasa, 28 Desember 2010, 11:36 WIB

Muhammad Firman

Salah satu spesies ubur-ubur memiliki tentakel yang beracun dan dapat mematikan (antigravitas.com)

VIVAnews – Ubur-ubur merupakan makhluk laut yang jelek, cukup berbahaya, dan tidak seperti pembunuh lainnya di samudera yakni hiu. Ubur-ubur tidak terlalu enak untuk disantap. Sayangnya, hewan itu kini siap menguasai dua pertiga bagian planet Bumi.

Pada tahun 2006 sampai 2010, sekelompok kawanan besar ubur-ubur menginvasi pantai-pantai di Spanyol. Menyengat puluhan ribu perenang. Di sejumlah tempat, ubur-ubur ini hadir dengan konsentrasi hingga 10 ekor per meter persegi.

Kelompok ubur-ubur ini juga muncul di kawasan lain di seluruh dunia. Tahun 2007, Hawaii dan Irlandia mengalami hama ubur-ubur. Perairan Israel dan Prancis di tahun 2008. Tunisia dan Italia diserbu pada 2009. Di Jepang, ubur-ubur berukuran hingga 1,8 meter makin banyak bermunculan.
Read the rest of this entry »


Ratusan ribu ikan jenis drum yang mati terlihat mengapung atau tersapu ke tepian.
Selasa, 4 Januari 2011, 06:05 WIB

Ismoko Widjaya, Denny Armandhanu

Ikan Drum mati di Arkansas, AS (AP Photo)

VIVAnews - Belum lagi terungkap kasus jatuhnya lebih dari 1.000 burung usai malam pergantian tahun, Badan Perikanan dan Perburungan Arkansas, Amerika Serikat, tambah dipusingkan dengan matinya lebih dari 100 ribu ikan di sungai Arkansas.

Ratusan ribu ikan jenis drum yang mati terlihat mengapung atau tersapu ke tepian. Anehnya, ikan yang mati hanya terjadi di perairan sungai Arkansas dari bendungan Ozark sampai jembatan tol km 109 yang berjarak 32 kilometer.
Read the rest of this entry »


HEWAN ini adalah mamalia yang menyandang predikat hewan terbesar di bumi. Ya, hewan ini adalah ikan Paus. Berat badan Paus jauh lebih berat dibandingkan dengan seekor dinosaurus yang hidup di era Mesozoik, yang beratnya hanya sekitar 60 ton. Ikan ini sekali makan per hari membutuhkan ikan krill ( ikan kecil ) sebanyak 90 ton.

Pertumbuhan populasinya sangat lambat, karena untuk melahirkan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, sedangkan masa kebuntingannya berbeda beberapa bulan dari manusia.

Bila manusia dan binatang darat mengandung anak rata-rata sembilan bulan, ikan paus lebih dari satu tahun.

Berat anak yang dilahirkan antara 2,5-3 ton, dengan panjang tubuh sekitar tujuh meter. Berat lidah paus dewasa 2.700 kilogram sedangkan lidah anaknya sekitar 550 kilogram.

Kemampuan tumbuh anaknya sangat cepat, dengan daily gain antara 90-100 kilogram per hari. Dia akan disapih pada umur tujuh bulan.
Selama dalam pengasuhan, anak paus itu minum susu induknya sebanyak 500 liter sehari.

Ikan paus atau whale sebenarnya tidak termasuk kelompok pisces atau ikan, seperti halnya lumba-lumba dan singa laut, ikan paus termasuk kelompok mamalia air.

Tetapi karena ia hidup di air, maka sebagian besar orang menganggapnya sebagai ikan. Seperti mamalia yang lain paus mempunyai ciri-ciri, bernafas melalui paru-paru, berdarah panas, mempunyai kelenjar susu dan mempunyai jantung empat bilik.

Yang menarik dan unik, ternyata paus biru memiliki suara paling keras, yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi.

Lebih Keras

Suara ikan paus biru lebih keras daripada suara motor Harley Davidson. Bahkan lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. Seberapa keraskah suara ikan paus biru tersebut? Suara ikan tersebut adalah 188 desibel. Read the rest of this entry »


BENTUK maupun warnanya seperti ikan peso biasa. Yang membedakan, di bagian tengah tubuh ikan terdapat warna putih yang membentang. Selain itu, ikan peso tegak memiliki ekor sejajar atau seperti bentuk plakat pada ikan cupang. Sementara ikan peso yang biasa, ekor bagian atas lebih panjang dibandingkan ekor bawahnya. (H36-56)

Akhir Pekan Ramai

HARI Sabtu-Minggu atau akhir pekan kemarin, pameran tanaman hias dan hewan peliharaan yang digelar di Taman Menteri Supeno ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Kota Semarang dan sekitarnya. Mereka memanfaatkan hari libur itu untuk mencari tanaman maupun hewan peliharaan yang diinginkan.

suaramerdeka.com, 28 April 2008


BERBAGAI jenis ikan air laut dan tawar beberapa tahun terakhir ini menjadi primadona masyarakat. Maklum, karena ikan lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan daging unggas ataupun hewan berkaki empat. Kolesterol cenderung rendah, protein tinggi, dan dipercaya mengandung manfaat tertentu.

Ikan ’’malas’’ misalnya, di kalangan penggemar ikan dan masyarakat China dikenal sebagai penambah gairah dan stamina. Orang menyebutnya pula sebagai ikan betutu, bentuknya panjang, gilik, mirip kutuk. Dagingnya halus, lembut, dan sangat cocok dimasak tim atau dikukus.

’’Disebut malas karena pada kondisi hidup sangat jarang bergerak, hanya diam saja. Ini sangat terkenal di kalangan warga China karena dipercaya dapat membuat seseorang menjadi lebih fit,’’ jelas Manager Pondok Makan New Pelem Golek di Jl Palagan Tentara Pelajar 99 Yogyakarta, Herman Susanto.

Dia mengungkapkan, ikan tersebut sangat jarang beredar di pasaran karena memang susah diperoleh. Dia harus memesan ke Semarang untuk mendapatkannya. Bahkan itu pun harus berebut dan antre.

’’Biasanya hanya ada di hotel berbintang dan sangat mahal, bisa mencapai ratusan ribu rupiah tiap satu kilogram. Kami mencoba memasyarakatkan dengan harga lebih terjangkau agar semua bisa merasakan kenikmatan dan manfaatnya,’’ paparnya.

Sup Ikan dan Udang

Selain ikan ’’malas’’, di pondok yang berada di depan Hotel Hyatt tersebut ada menu khas yakni sup ikan dari cumi, udang, jamur, dan tahu Jepang. Bumbu tradisional membuat rasanya benar-benar tersimpan di lidah meski mangkok sudah bersih tak bersisa. Read the rest of this entry »


Dengan teknik pemindaian DNA, para ilmuwan Australia berhasil mengidentifikasi 113 spesies baru ikan hiu dan pari yang hidup di benua tersebut. Sebagian di antara ikan-kan tersebut sebelumnya dianggap satu spesies namun teryata memiliki sifat genetika berbeda sehingga dipisahkan.

Jika dilihat sekilas, sebagian di antaranya terlihat sangat mirip sehingga sulit dibedakan. Bahkan, beberapa hidup di habitat yang sama dan seringkali berenang bersama-sama.

“Dalam beberapa kasus, yang sebelumnya dikira satu spesies ternyata menjadi lima spesies,” ujar Peter Last, taksonom yang memimpin proyek CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research organization) ini.

Setengah dari spesies tersebut merupakan endemik dan hanya ditemukan di Australia. Dengan klasifikasi baru ini menempatkan Australia sebagai hunian bagi sepertiga spesies hu dan pari di seluruh dunia.

Spesies-spesies yang baru teridentifikasi tersebut sebagain sudah sangat langka dan terancam punah karenanya. Di antaranya ikan hiu dan pari raksasa dari sungai utara, maugean skate, dan hiu gulper.

“Kami telah me-review hampir semua fauna hiu dan ikan pari,” ujar Last. Untuk mempelajari spesies ikan hiu dan pari asal Australia yang tersebar di museum-museum di Australia, Selandia Baru, dan Inggris dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan.

kompas.com ,22 September 2008


Seekor ikan hiu jenis tutul dengan panjang lebih dari 4 meter, Senin (19/10) terdampar di pantai utara Tuban. Hiu itu saat subuh sempat tersangkut pukat nelayan bernama Khasim, warga Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, sekitar 10 mil dari bibir pantai. Khasim tidak berani melepas pukat yang melilit tubuh hiu itu karena takut diserang.

Hiu itu pun ditarik ke tepi pantai, setelah tidak bisa bergerak dia melepas pukat dan mengikat ikan itu dengan tali tambang plastik atau tampar. Ikan itu pun terombang-ambing ombak dan menjadi tontonan warga. Berat bagian ekornya saja diperkirakan mencapai 500 kilogram..

Setelah dua jam berada di bibir pantai, ikan hiu pemakan plankton itu dilepas kembali oleh warga ke tengah laut untuk menjaga ekosistem laut. Seorang nelayan Wakid terluka bagian tangan kanannya karena terkena gigi ikan hiu saat melepasnya ke tengah laut.

Diduga kondisinya lemas dan tidak mampu melawan ombak, Senin siang, akhirnya hiu itu ditemukan mati terdampar di bibir pantai. Nelayan lainnya Edo Hermansyah menyatakan hiu itu akan dikuburkan oleh warga. Awalnya hiu itu tersangkut pukat. “Ekornya terluka bekas terkena tampar,” katanya.

kompas.com,19 Oktober 2009

RAIH SARJANA NEGERI 3.5 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.bukansarjanabi.asia/

since dec27'07, thanks to

  • 3,860,012 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

Smart crocodile

cool stuff | Funny Animations | Source

a

animated-fish-image-0241 animated-fish-image-0087 animated-fish-image-0136
animated-fishing-image-0102
animated-fish-image-0260 animated-fish-image-0589

pranatamangsa

September 2014
T W T F S S M
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
apakah anda karyawan sibuk ? belum sempat tuntaskan sarjana(S1) anda ? inilah tempat kuliah paling fleksibel, negeri, tanpa skripsi, murah, berkualitas
S1 cara baru klik disini
animated-fishing-image-0135

Recent Posts

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Follow kliping dunia ikan dan mancing on WordPress.com

Pages

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers