You are currently browsing the category archive for the ‘pasar-xpor’ category.


Sebagai negara maritim, Indonesia menargetkan akan menjadi negara penghasil ikan terbesar di dunia pada tahun 2015. Dirjen Usaha dan Investasi Kementerian Perikanan dan Kelautan Viktor Nikijulu optimistis target itu akan terealisasi dengan berbagai pengembangan produk perikanan di Indonesia.

“Yang pertama harus dibenahi adalah infrastruktur perikanan dan fasilitas yang dimiliki nelayan,” ujarnya saat berkunjung ke Gorontalo, Sabtu (17/4/2010).

Jika infrastruktur dan keadaan nelayan bisa diatasi dengan baik, kata dia, maka bukan tidak mungkin hal itu akan menunjang kuantitas dan kualitas produk perikanan.

Viktor mengungkapkan, pihaknya sedang merambah pasar di kawasan Timur Tengah dan Afrika, dengan mengandalkan produk perikanan olahan.

Menurut dia, bila tidak segera mengubah strategi pemasaran, maka Indonesia bisa kalah bersaing dengan Vietnam yang merupakan pendatang baru di bisnis tersebut. “Kita harus segera mengubah produk menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah agar laris di pasar dunia,” katanya.

kompas.com,18 April 2010


Peluang investasi di industri ikan tuna terbuka lebar, khususnya di Provinsi Sumatera Utara, Papua, dan Sulawesi Utara yang kaya akan sumber daya ikan tuna.

Demikian yang mengemuka dari seminar “Business and Investment Opportunities on Tuna in Papua, North Sulawesi, and West Sumatera Province” di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (11/8).

Ikan tuna merupakan salah satu komoditas yang berkembang di Indonesia ataupun di dunia. Pada tahun 2008, jika dilihat dari nilai ekspornya, tuna menempati urutan kedua setelah udang. Secara nasional, total produksi tuna untuk ekspor sampai Oktober 2008 mencapai 130.056 ton dengan nilai sebesar 347,189 juta dollar AS.

“Tuna merupakan salah satu dari komoditas perikanan yang paling banyak diperjualbelikan di dunia,” ujar  Ketua Komisi Tuna Indonesia Purwito Martosubroto.

Peluang investasi di bidang ini masih cukup besar. Seperti yang terjadi di Sumatera Barat dan Papua. Di Sumatera Barat, dari seluruh potensi yang ada, baru 42,6 persen yang telah dieksplorasi.

Untuk mendorong masuknya investasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan beberapa langkah seperti membangun infrastruktur transportasi dengan baik, pembuatan surat izin yang cepat asal sudah memenuhi persyaratan, hingga tidak ada pungutan biaya apa pun. “Di Sumatera Barat, untuk industri perikanan tidak ada pungutan-pungutan. Nol,” ujar Kepala Dinas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri.

“Kami juga memiliki bandara internasional yang hanya berjarak 30 km dari pelabuhan. Siap untuk mengantarkan ikan ke negara tujuan,” ujarnya lagi.

Untuk modalnya, satu kapal tipe longline, penangkap tuna yang paling efektif, harganya sekitar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar. Sedangkan untuk processing plan dengan Rp 30 miliar sudah mendapatkan yang lengkap dengan mutu baik. Baca entri selengkapnya »


Selasa, 27 Mei 2008 | 14:18 WIB

JAKARTA,SELASA - Pangsa pasar perikanan Indonesia di Amerika Serikat (AS) pada kuartal pertama tahun ini mencapai 8,4 persen atau meningkat 1,9 persen jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2007 yang sebesar 6,5 persen. “Ekspor produk perikanan Indonesia ke Amerika untuk Januari hingga Maret 2008 naik 27,8 persen dari 206,8 juta dollar AS di periode yang sama tahun 2007 menjadi 264,3 juta dollar AS dengan pangsa pasar naik dari 6,5 persen menjadi 8,4 persen,” kata Direktur Perdagangan Luar Negeri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Saut P Hutagalung, seperti dikutip Antara, di Jakarta, Selasa (27/5).

Menurut dia, kenaikan ekspor tertinggi terjadi pada udang yang naik 57,7 persen, dari 94,2 juta dollar AS menjadi 148,7 juta dollar AS. Untuk tuna naik sebesar 20,4 persen dari 32,2 juta dollar AS menjadi 38,8 juta dollar AS. “Sedangkan ekspor produk lain seperti fillet ikan mencapai 39,5 juta dollar AS, ikan beku mencapai 7,3 juta dollar AS, dan ikan kering atau dried fish mencapai 4,4 juta dollar AS,” katanya.

Dia mengatakan, ekspor perikanan Indonesia ke AS sendiri pada  2007 mencapai 690,3 juta dolar AS. Sedangkan total realisasi ekspor nasional saat itu mencapai 2,3 miliar dollar AS.  “Total target ekspor perikanan tahun 2008 sendiri sebesar 2,6 miliar dollar AS,” ujar Saut.  Baca entri selengkapnya »


Jumat, 12 September 2008 | 14:32 WIB

JAKARTA, JUMAT - PT Dharma Samudra Fishing Industries (DSFI) mengungkapkan, tujuan akuisisi PT Kelola Biru Harmoni (KBH) untuk mendapatkan kepastian bahan baku ikan segar.

“Tujuan kami mengakuisisi KBH adalah untuk mendapatkan kepastian pasokan bahan baku ikan segar, sehingga dapat sepenuhnya mengendalikan pasokan bahan baku dan produksi,” kata Sekretaris Perusahaan DSFI Firman Ginting Monthe, dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/9).

Ia juga menegaskan bahwa dengan akuisisi ini perseroan dapat lebih memfokuskan perhatian pada kegiatan produksi dan pemasaran.

Firman mengungkapkan bahwa perseroan akan mengambilalih sebesar 96 persen kepemilikan KBH dengan nilai Rp2,5 miliar. Transaksi tersebut baru dapat dilaksanakan setelah perseroan mendapatkan persetujuan dari RUPSLB sesuai anggaran dasar perseroan.
EDJ
Sumber : Ant

dari : kompas.com


Video

var so = new SWFObject(‘http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf’,'mpl’,’298′,’225′,’8′);so.addParam(‘allowscriptaccess’,'always’);so.addParam(‘allowfullscreen’,'true’);so.addVariable(‘height’,’225′);so.addVariable(‘width’,’298′);so.addVariable(‘file’,'rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/’);so.addVariable(‘image’,'http://tv.kompas.com/images/stories/wjy_081013_bam.jpg’);so.addVariable(‘id’,'wjy_081013_bam’);so.write(‘player’);

Jumat, 31 Oktober 2008 | 07:49 WIB

JAKARTA, JUMAT -  Indonesia memiliki tidak kurang dari 3.500 spesies ikan hias air tawar yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Pasar ikan hias juga tidak pernah jenuh.

Selain keanekaragaman spesies, ikan hias memiliki keunggulan komparatif jika dijalankan sebagai kegiatan usaha yang digarap secara serius.

”Usaha ini tidak memerlukan modal banyak, bisa dilakukan industri rumah tangga, pasarnya tidak jenuh, inovasi pengembangan strain bisa dilakukan secara individual,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Martani Huseini, pada pembukaan Indonesia Fishery and Seafood Expo, Indonesia Ornamental Fish Show 2008, dan Jakarta Seafood Expo di Jakarta, Kamis (30/10).

Sayangnya, lanjut Freddy, berbagai keunggulan komparatif tersebut belum sebanding dengan kinerja ekspor ikan hias Indonesia di pasar internasional.

Tahun 2006, Indonesia menempati peringkat ketiga eksportir ikan hias dunia dengan pangsa pasar 7,5 persen. Posisi Indonesia masih berada di bawah Singapura dengan pangsa pasar 22,8 persen dan Malaysia dengan pangsa pasar 7,9 persen.

Total nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun lalu sebesar 8,17 juta dollar AS atau turun dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar 13,8 juta dollar AS. Baca entri selengkapnya »


ikan betutu

Senin, 20 Oktober 2008 | 15:03 WIB

MANADO, SENIN — Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai megembangkan ikan betutu secara besar-besaran, menyusul potensi pasar ikan tersebut semakin baik dengan harga menggiurkan, yakni mencapai Rp 190.000 per kilogram.

“Permintaan ikan betutu bukan hanya datang dari pasar lokal, melainkan juga pasar luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, dan beberapa negara lainnya,” kata Max Korengkeng, pembudidaya ikan betutu di Manado, Senin (20/10).

Harga ikan betutu yang saat ini mencapai Rp 190.000 per kg (dengan ukuran 400 gram per ekor) menjadi daya tarik tersendiri sehingga petambak termotivasi untuk mengembangkan produksi ikan betutu dalam jumlah besar.

“Pengembangan secara luas ikan betutu di Sulut, yakni dengan mencoba membudidayakan lewat kolam air ikan tawar di Minahasa Utara, tepatnya di desa Suwaan,” kata Max.

Sebanyak 3.000 kg benih betutu akan ditebar di kolam ikan milik petani di Desa Suwaan, Minahasa Utara, dan nantinya diharapkan dapat diperoleh hasil hingga 15 ton selama kurang lebih enam bulan ke depan.

“Penebaran benih dalam jumlah besar tersebut dilakukan menyusul keberhasilan uji coba yang dilakukan sebelumnya, betutu di kolam air tawar cukup baik kualitasnya,” kata Max. Baca entri selengkapnya »


Andika tengah melihat ikan cupang yang dijual di Pasar Barito, Jakarta Selatan, Kamis (17/1). Akibat adanya rencana eksekusi pembongkaran pasar ini, pedagang mengobral harga ikan. Kristianto Purnomo (KP) 17/1/2008

Sabtu, 26 Januari 2008 | 15:25 WIB

JAKARTA, SABTU – Pedagang eks Pasar Barito semakin memperlihatkan geliatnya, setelah tempat usaha yang telah menghidupi mereka selama 37 tahun dibongkar Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan 18 Januari lalu.

Dalam waktu 3 bulan ke depan, 105 pedagang bunga dan ikan hias ini akan membuka tempat usaha baru yang mereka namakan ‘Negeri Bunga dan Ikan Hias’. Di manakah lokasinya?

“Tempatnya masih rahasia, haha… Tapi yang jelas, kami sudah mulai berpikir cepat untuk membenahi usaha kami. Doakan saja, dalam 2 hingga 3 bulan ke depan kami bisa melayani konsumen lagi dengan tempat yang layak,” kata Cahyo Suparno, Koordinator Kelompok Pedagang Barito (KOBAR), Sabtu (26/1).

Dijelaskan dia, seluruh pedagang menolak untuk menempati lokasi baru di Pasar Radio Dalam, Jakarta Selatan yang mereka nilai terlalu sempit dan tidak strategis. Untuk sementara waktu, para pedagang membuka posko sementara di depan Apotek Mahakam, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan.

“Tapi besok (Minggu, red) poskonya akan kami bongkar, dan pedagang sudah menemukan tempat penampungan baru untuk berjualan. Kalau pedagang ikannya, sementara mereka pameran-pameran saja dulu, sekarang sedang pameran di Depok Town Square,” ujar Cahyo lagi. Baca entri selengkapnya »


Selasa, 29 Januari 2008 | 16:45 WIB

DENPASAR, SELASA – Sebagai bagian dari upaya diversifikasi produk perikanan, Provinsi Bali akan meningkatkan ekspor berbagai jenis ikan hias hasil tangkapan maupun budidaya. Sejumlah negara di Asia Timur dan Eropa menjadi target utama pasar ekspor.

Ekspor produk perikanan Bali selama ini menjadi yang terbanyak kedua setelah produk perhiasan dan permata. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat rata-rata nilai ekspor produk perikanan dari Bali per bulan sepanjang tahun 2007 mencapai 5,5 juta dollar AS atau berkisar 23-25 persen dari total ekspor. Dilihat dari jenis produk, ikan tuna dan ikan kerapu masih mendominasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali IGN Suteja di Denpasar, Selasa (29/1), mengungkapkan Bali tidak bisa lagi hanya menggantungkan diri pada produk perikanan seperti tuna dan udang. Sebab, potensi produk lain ternyata juga besar.

“Dilihat dari tren dalam beberapa tahun terakhir, aneka produk ikan hias dapat menjadi andalan ekspor daerah. Sejumlah negara sangat potensial, terutama Jepang dan Jerman. Kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” kata Suteja. Baca entri selengkapnya »


Jumat, 10 Oktober 2008 | 18:39 WIB

PONTIANAK, JUMAT - Ikan asin jenis bulu ayam menjadi kegemaran wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) karena rasanya yang gurih dan tidak terlalu asin di lidah.

Yanto, seorang pemilik toko di jalan Sisingamangaraja, di Pontianak, Jumat (10/10) mengatakan, ia menjual berbagai jenis ikan asin termasuk ikan asin bulu ayam yang paling digemari wisatawan yang berkunjung ke Pontianak.

Ia mengatakan, ikan asin bulu ayam yang tipis menyerupai bulu ayam itu sangat digemari karena rasanya yang gurih dan tidak terasa asin seperti ikan asin lainnya.

“Wisatan yang datang ke Kota Pontianak, selalu membawa oleh-oleh ikan asin bulu ayam selain oleh-oleh lainnya karena merupakan makanan khas kita,” katanya.

Ia mengatakan, para wisatawan dari luar tidak terlalu sulit untuk memperoleh ikan asin jenis itu, karena ikan asin jenis itu sangat banyak dijual di toko-toko di Kota Pontianak, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Baca entri selengkapnya »


Electrolux addisoni, ikan pari yang mengingatkan kita pada mesin penyedot debu karena kemampuannya menyedot mangsa di sekitarnya.
Sabtu, 8 November 2008 | 21:37 WIB

CIREBON, SABTU - Penjualan hasil perikanan tangkap ikut merosot sebagai imbas krisis keuangan global. Di Cirebon, penjualan sejumlah produk perikanan turun hingga 20 persen akibat melemahnya permintaan.

Manajer Produksi PT Pan Putera Samudera, Ari, mengemukakan, pengiriman rajungan kalengan untuk ekspor yang rata-rata 60 ton per bulan, kini turun menjadi 30 ton per bulan. Produk rajungan kalengan selama ini dipasarkan ke Amerika Serikat.

“Permintaan terhadap rajungan kalengan menurun sejak Oktober, seiring krisis keuangan AS,” tutur Ari.

Penurunan serupa dikemukakan Dakina (49), pemasok tulang ikan pari. Harga tulang ikan pari yang semula Rp 40.000-Rp 60.000 per kg kini turun menjadi Rp15.000- Rp 25.000 per kg karena menurunnya permintaan. Tulang ikan pari selama ini diekspor untuk diolah menjadi kosmetik.(LKT)-
Brigita Maria Lukita

dari : kompas.com


Jumat, 23 Mei 2008 | 20:06 WIB

PADANG, JUMAT- Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengembangkan ikan bandeng di tambak-tambak milik rakyat untuk kebutuhan umpan ikan tuna. Tahun 2008 ini, ditargetkan produksi bandeng 200.000 ekor.

Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit mengungkapkan, Pemkab Pesisir Selatan akan berusaha memenuhi kebutuhan umpan tuna yang berupa ikan bandeng. Bulan September mendatang, Pesisir Selatan akan menyumbangkan 40.000 ekor ikan bandeng untuk umpan. “Sebanyak 40.000 ekor bandeng itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekali berlayar. Kebutuhan bandeng untuk umpan ikan tuna sangat banyak, kata Nasrul.

Provinsi Sumatera Barat sudah dicanangkan sebagai sentra ikan tuna wilayah barat Indonesia.

Sumbar Ekspor Perdana 22 Ton Tuna

PTDempo Andalas Samudera, Padang, mengekspor perdana 22 ton loin fillet dan steak ikan tuna, Jumat (23/5). Ekspor perdana ini ditujukan untuk memenuhi pesanan dari Miami, Florida, Amerika Serikat.

Plan Manager PTAndalas Samudera, Desira Bayu Aji, mengatakan, perusahaan mampu mengekspor 5-8 kali dalam sebulan, atau 100-160 ton barang jadi. Namun, saat ini baru 10 persen dari target itu yang bisa terpenuhi oleh nelayan.

“Saat ini, kami bisa menerima 50-60 persen hasil tangkapan nelayan untuk bahan baku kebutuhan ekspor tuna. Angka ini meningkat dibandingkan masa lalu yang hanya 20 persen bahan baku,” kata Bayu.

Dia menambahkan, perusahaan akan berupaya menambah kemampuan nelayan memasok bahan baku berstandar ekspor.

dari : kompas.com


Senin, 14 April 2008 | 18:35 WIB

BANDAR LAMPUNG, SENIN-Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung memastikan, serangan virus akibat lemahnya kekebalan tubuh ikan kerapu menyebabkan produksi ikan kerapu untuk ekspor terus menurun. Hal itu didukung pula dengan pencemaran perairan Teluk Lampung oleh limbah tambak udang sehingga kualitas perairan tempat budidaya kerapu makin buruk.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Untung Sugiyatno, Senin (14/4) mengatakan, sebagai produk ekspor unggulan ikan kerapu merupakan jenis ikan yang sangat rapuh. Ikan kerapu memiliki tingkat kematian tinggi, sekitar 4050 persen.

“Tubuh ikan kerapu sangat rentan. Sehingga ketika daya tahan tubuh melemah, ikan kerapu mudah terserang virus Viral Nervous Necrosis (VNN) yang mematikan ikan kerapu. Ikan kerapu yang sudah terserang virus itu akan menularkan virus dengan cepat,” kata Untung.

Di Lampung, sentra budidaya kerapu dalam keramba jaring apung banyak ditemui di wilayah perairan Teluk Lampung. Yaitu t erutama di sekitar pulau Legundi, pantai Ringgung, Tanjung Putus, dan Ketapang di Kabupaten Pesawaran. Baca entri selengkapnya »


Senin, 12 Mei 2008 | 00:38 WIBJakarta, Kompas – PT Pembangunan Jaya Ancol sedang membangun pasar ikan yang baru di Pantai Karnaval. Pasar ikan itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lima restoran makanan laut di Taman Impian Jaya Ancol dan masyarakat umum.

Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi, Sabtu (10/5) di Jakarta Pusat, mengatakan, saat ini bakal untuk aktivitas pasar ikan sudah ada. Beberapa nelayan sudah sering membawa hasil tangkapan mereka ke lokasi itu untuk dijual. Para pembeli ikan juga sering datang ke lokasi itu untuk membeli ikan.

”Jika sudah selesai dibangun, pasar ikan itu akan menampung semua ikan segar hasil tangkapan nelayan dari berbagai daerah. Pembeli pastinya sudah ada, yaitu para pengelola restoran makanan laut. Masyarakat juga boleh bertransaksi di pasar itu,” katanya. Baca entri selengkapnya »


tribunjabar.co.id – Tribun Biz  
Sabtu , 09 Februari 2008 , 00:14:39 wib

Erwin Adriansyah

CIREBON, TRIBUN - Cirebon sudah sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil ikan laut di tatar Sunda. Terbukti, pada 2007 ekspor ikan Kota Udang ini nilainya mencapai jutaan dolar AS.

“Berdasarkan data yang kami miliki, pada 2007 komoditi ikan yang diekspor Kota Cirebon nilainya mencapai 1,3 juta dolar AS.

Volumenya sebanyak 2.070,9 ton,” ungkap Kepala Seksi Perikanan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon, Dedi Supriadi, belum lama ini di Cirebon.

Dedi mengatakan, di antara sekian banyak jenis ikan yang menjadi komoditi ekspor hasil laut Kota Cirebon, ikan sontong dan kurisi beku masih mendominasi.

Menurutnya, ikan sontong dan kurisi menjadi komoditi ekspor terbanyak dari tiga perusahaan eksportir di Kota Cirebon.

Selama 2007, lanjut Dedi, ekspor ikan kurisi beku mencapai 375,5 ton. Sedangkan jenis ikan sontong, volume ekspornya mencapai 675,4 ton.

“Jenis ikan tangkapan laut lainnya yang juga merupakan komoditi ekspor di antaranya layur beku, remang beku, kembung beku, kambing-kambing beku, dan bawal beku,” bebernya.

Namun, lanjut Dedi, volume ekspor ikan sontong dan ikan kurisi pada 2007 lebih sedikit daripada periode 2006. Pada 2006, ungkap Dedi, volume ekspor dua komoditi hasil laut itu mencapai 3.795,5 ton. Baca entri selengkapnya »


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

 
Oleh trubuson
Sabtu, 01 Desember 2007 13:58:32

 

Klik untuk melihat foto lainnya…
 
Kepiting lolos sortir itu ditimbang, lalu dicuci bersih. Seutas tali rafia dililitkan untuk mengikat kedua capitnya. Mereka kemudian ditempatkan di kotak styrofoam yang dasarnya sudah diberi pecahan es batu. Begitu penuh, boks ditutup rapat. Sepuluh jam kemudian biota laut itu tiba di Hongkong. Itulah aktivitas setiap pagi buta di CV Hokky Seafood di Makassar, Sulawesi Selatan.

Hongkong hanya salah satu negara tujuan ekspor dari eksportir kepiting terbesar di Kota Angin Mamiri itu. Anggota keluarga Crustaceae itu juga dikirim ke Taiwan, China, Singapura, Thailand, bahkan negara serumpun Malaysia. Umumnya di negara-negara itu komunitas Tionghoa menjadi konsumen terbesar.

Menurut Hengky Yanto, pemilik CV Hokky Seafood, volume pengiriman terbesar ke negeri Tirai Bambu. Hampir 60% dari total ekspor sebesar 5-10 ton/hari

ditujukan untuk negara berpenduduk

1,3-miliar itu. ‘Hampir 20% masyarakat di sana gemar menyantap kepiting,’ ujarnya. Harap mafhum budaya makan kepiting di China cukup tinggi lantaran kepercayaan bahwa makan kepiting menyehatkan dan mencerdaskan. Baca entri selengkapnya »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 3,413,474 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

Mei 2013
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Tulisan Terkini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.