You are currently browsing the category archive for the ‘ikan gurami’ category.


Bersamaan dengan dibukanya Internasional Symposium on Ocean Science Technology and Policy oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi di Gedung Manado Convention Center, (12/5), sebuah pameran kelautan juga digelar di gedung terpisah di kompleks MCC.

Pameran yang bertajuk Pameran Indonesian Aquaculture 200, menampilkan produk budi daya perikanan andalan dari 59 kota, kabupaten, dan provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Pameran yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fredi Numberi tersebut berhasil menyita perhatian para tamu undangan yang menghadiri simposium ocean sience di MCC maupun masyarakat awam.

Dari semua stan yang ada, stand yang paling sering dikunjungi adalah milik Pemerintah Kota Batam. Bahkan anggota DPR RI Siswono Yudhohusodo dan Menteri KP Fredy Numberi ikut singgah di stan yang milik Pemerintah Kota Batam.

Pemerintah Kota Batam menampilkan produk budi daya andalannya bawal bintang yang merupakan spesies baru bawal yang merupakan hasil perkawinan silang dengan indukan bawal Taiwan.

Al Kadliory, staf Balai Budi Daya Laut Batam, mengatakan berhasil membudidayakan spesies bawal jenis ikan laut ini di tahun 2007 silam. “Proyek ini sudah kami lakukan sejak 2002 yang lalu, dari sejumlah uji coba, baru di tahun 2007 kami berhasil membudidayakan varian baru ikan bawal,” tuturnya. Read the rest of this entry »


MENTERI Kelautan dan Perikanan Dr Fadel Muhammad, disaksikan Gubernur Jateng Bibit Waloyo dan Bupati Klaten Sunarno SE, baru-baru ini meluncurkan Program Budidaya Ikan Nila varietas Larasati dan BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) di lahan Pembenihan Budidaya Ikan Air Tawar di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo.

Komitmen pemerintah ini diharapkan bukan sekadar perhatian sesaat, namun secara konsisten diikuti langkah-langkah konkret agar ke depannya mampu mendorong ekonomi rakyat lebih menggeliat.

Kabupaten Klaten khususnya bagian utara memiliki sumber air alam yang melimpah. Selain sebagai faktor pendukung utama pertanian dan pasokan air bersih, sumber air alam ini selanjutnya oleh para petani ikan di Kecamatan Polanharjo, Tulung,

Karanganom dan sekitarnya dimanfaatkan secara cerdas guna mengaliri kolam – kolam buatan untuk budidaya perikanan air tawar. Read the rest of this entry »


Ikan teri, meski bentuknya kecil, tetapi efektif mencegah tulang keropos akibat kekurangan kalsium. Ikan teri mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, besi, dan fosfor. Karena bentuknya yang kecil, ikan teri dikonsumsi secara utuh. Tulangnya pun ikut dimakan.

Nah, tulang inilah yang merupakan sumber kalsium utama, karena kalsium yang dimilikinya berasal dari hewan. Kalsium hewani yang dimiliki teri lebih baik jika dibandingkan dengan kalsium non hewani, maupun kalsium sintetis yang biasanya kita temui dalam bentuk tablet. Karena kalsium hewani lebih mudah diserap oleh tubuh.

Kalsium sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kalsium dalam tulang berfungsi memberi kekuatan terhadap benturan. Kalsium yang terdapat dalam darah, berfungsi menjaga keseimbangan asam basa pada darah. Tidak hanya di dalam tulang dan darah, kalsium juga terdapat dalam jaringan dan bagian tubuh lainnya.

Kekurangan kalsium menyebabkan tulang menjadi keropos, hingga mudah patah.

Bagi Anda yang telah berusia setengah baya, sebaiknya mengkonsumsi ikan teri yang tidak diasinkan. Karena pada umumnya orang yang telah berusia tengah baya rentan terhadap penyakit tekanan darah tinggi, yang disebabkan karena pembuluh darah kaku atau kurang elastis.
Suaramerdeka.com,04 Agustus 2008


Para peneliti Australia dan Indonesia hingga kini belum berhasil memberi nama tujuh spesies ikan langka yang ditemukan di Pantai Pulau Nusa Penida, Bali, pada tahun 2008.

“Ada 12 spesies ikan yang kami temukan. Dari jumlah itu, lima di antaranya sudah bisa diberi nama, tapi tujuh lainnya sampai saat ini masih dalam kajian,” ujar Direktur Program Marine Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra di Denpasar, Jumat (16/7/2010).

Menurut Sarjana, spesies ikan langka tersebut ditemukan para ahli ikan dunia saat melakukan penelitian di dasar laut di kedalaman 35 meter, di sekitar Pantai Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Kelima spesies yang telah dinamai itu masing-masing pseudocrhonis, prolepis, triammia SP, priolepis 1, priolepis 2, dan chromise. Penamaan ikan-ikan tersebut dengan identifikasi sangat detail, mulai dari bentuk dan besaran tubuh, jumlah sisik, duri, hingga bentuk mulutnya.

“Sesuai konvensi internasional, penamaan ikan itu merupakan hak penemunya,” ujar Sarjana, dalam program reporting trips konservasi ekosistem dan biodiversity Bali yang digelar LSM Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar.

Ikan-ikan langka tersebut ditemukan para peneliti dan akademisi dalam Program Marine Rapid Assessment. “Spesies ikan tersebut merupakan hybrid atau percampuran ikan Pasifik dan Samudra Hindia (Indonesia),” papar dia.

Dikatakan, munculnya ikan tersebut juga merupakan percampuran telur ikan dari kedua kawasan itu yang akhirnya melahirkan spesies baru.

“Kelima spesies ikan ini sebagian besar merupakan jenis ikan karang yang berukuran kecil dengan pola warna yang unik,” sambungnya.

Dari pengamatan Sarjana, potensi perairan Nusa Penida sangat memiliki kekayaan dan keragaman bahari, mengingat kawasan tersebut berada di antara dua samudra, yaitu Hindia dan Pasifik.

Yang menarik, sambung Sarjana, kemunculan spesies ikan langka tersebut kenapa justru ditemukan di Bali, padahal spesies ini dinamai di Australia.

“Jadi, bagaimana spesies ikan itu bisa sampai di Bali sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Ini yang masih menjadi pertanyaan para ilmuwan,” ujarnya.

Semula kedatangan para peneliti di Nusa Penida pada bulan November 2008 guna menginventarisasi potensi keanekaragaman karang, ikan karang, moluska, ekinodermata, serta kondisi oseanografi di perairan Nusa Penida. Hanya saja, dalam penelitian tersebut mereka justru dikejutkan dengan penemuan spesies-spesies ikan baru tersebut.
kompas.com,16/7/2010


Perilaku pedagang ikan di Sumatera Barat masih mencemaskan. Mereka tidak sungkan-sungkan untuk mengawetkan ikan dengan bahan pengawet berbahaya, seperti formalin dan boraks. Bahkan, bahan pengawet seperti racun serangga untuk tanaman cabai juga ada yang menggunakan.

Peneliti perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta (UBH), Yempita Efendi, Jumat (12/9), mengatakan, ia pernah menemui seorang pedagang di kawasan Air Bangis, Pasaman Barat, yang dengan santainya menyemprotkan racun serangga untuk tanaman cabai pada ikan yang baru saja selesai dijemur.

Pedagang itu bilang, penyemprotan racun itu tidak apa-apa karena ikan tidak dikonsumsi oleh dirinya sendiri. Ini jelas sebuah bentuk kesadaran kesehatan yang sangat buruk, tutur Yempita.

Rendahnya kesadaran pedagang itu yang dinilai oleh Yempita sebagai faktor yang paling berperan atas maraknya penggunaan bahan pengawet berbahaya pada ikan, termasuk formalin dan boraks.

Dengan kondisi serupa ini, Yempita berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencegah pengulangan pemakaian bahan pengawet berbahaya.

kompas.com,12/9/2008


Chongju, kota kecil yang terletak di Provinsi Chungcheong, Korea Selatan, saat ini tengah menjadi pusat perhatian dunia. Pasalnya, sebuah keajaiban dunia hewan ditemukan di tempat ini, yaitu seekor ikan berwajah manusia.

Mungkin banyak yang mengerutkan kening, tanda tidak percaya. Namun, hal ini nyata adanya. Ikan tersebut memiliki hidung, mata, dan bibir layaknya manusia. Dua garis tipis dan dua titik di bagian atas ikan mirip mata manusia. Diduga, ikan ini merupakan turunan peranakan dua spesies keluarga ikan gurame yang dikenal dengan nama ikan tangerine.

Koran-koran lokal di Korea Selatan berlomba-lomba mengambil foto terbaik ikan tersebut untuk ditampilkan di media masing-masing. Ikan ini memiliki panjang 80 cm dan lingkar badan 50 cm. Cukup besar untuk ukuran seekor ikan turunan gurame.

Ikan ini hidup dalam kolam kecil di belakang rumah seorang pria berusia 64 tahun. Ikan tersebut berada di sana sejak tahun 1986 silam. Namun, baru belakangan ini ikan berwajah manusia ini menarik perhatian khalayak.

“Ikan saya semakin mirip manusia beberapa tahun belakangan,”kata sang pria si empunya ikan yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dikutip koran Inggris The Telegraph, Rabu (4/3).

Terdapat dua ekor ikan berwajah manusia di kolamnya. Sayang, keduanya sama-sama betina sehingga tidak mungkin mengawinkan mereka untuk mendapatkan keturunan aneh berikutnya. Toh tak semua orang percaya dengan keberadaan ikan berwajah manusia tersebut, salah satunya adalah Mike Guerin, seorang pemerhati ikan. Dalam situsnya, Deer Hunting Turkey Hunting and Recreational Fishing Wild Website, Guerin meragukan keaslian foto ikan berwajah manusia tersebut.

Menurutnya, cerita mengenai ikan berwajah manusia telah menjadi perbincangan hangat di internet beberapa waktu belakangan. Tak jarang diskusi dan berita tentang ikan tersebut disertai judul yang dicetak besar dan tebal “Ditemukan, Ikan Berwajah Manusia”.

�Ini tidak asli. Hanya utak-atik komputer semata,� bantah Guerin dalam situsnya. Guerin menjelaskan, ikan berwajah manusia sesungguhnya permainan dalam game Sega. Di Jepang, permainan Sega atau Seaman diedarkan hampir sama dengan Blair Witch Project di Amerika.

Tengkorak dan fosil Seaman dipajang di museum dan toko-toko. Sebuah buku berupa jurnal Jean-Paul Gasse baru saja diterbitkan untuk mempropagandakan cerita tersebut. “Bagi saya, ini hanya keusilan mereka yang suka menyebarkan sampah dan kegegeran melalui online,” tutur Guerin.

Ini merupakan kedua kalinya ikan menjadi berita utama di Asia. November 2008 silam, sekawanan ikan di Changsha, Provinsi Hunan, China, menjadi perbincangan selama beberapa pekan karena ulahnya. Ikan-ikan itu mengerumuni seekor angsa yang mendarat di sebuah danau untuk mencari ikan sebagai mangsa.

Sekawanan ikan yang marah menggerombol bersama dan melawan sang bebek yang hendak memangsa mereka. Ikan-ikan itu seolah menegaskan, danau tersebut merupakan kekuasaan mereka. Si bebek akhirnya kalah dan memilih terbang dari danau tersebut. Cerita ini kemudian menggegerkan.
kompas.com,11/03/2009


Bahaya yang mengancam nyawa jika sedang berwisata di Situgede sebenarnya bisa dihindari jika pengunjung tidak lengah, terutama saat berada di atas rakit. Bentuk rakit yang agak sempit memanjang dan tanpa pelindung tepi rentan terhadap ancaman jatuh ke air.

Kuncen Situgede, Herman (42), memberi tips menikmati indahnya Situgede tanpa terancam maut. Syaratnya hanya satu, yakni berlaku tertib dan menaati peraturan yang ada.

“Saat menaiki rakit jangan melakukan gerakan yang bisa membuat pengunjung terjatuh. Apalagi, sampai bersendagurau berlebihan dengan saling dorong,” ujarnya.

Saat air telaga dalam debit yang normal, wisatawan sebenarnya bisa berenang karena jarak permukaan air dengan lumpur lebih dari 2 meter.

“Yang berenang tentu harus yang sudah bisa berenang. Itu pun masih ada syaratnya, jangan memakai pakaian. Cukup mengenakan selempak agar tidak lekas lelah,” kata Herman.

Heman pun mengeluarkan larangan-larangan di luar nalar, antara lain pengunjung dilarang bicara sembarangan.

Apalagi, pembicaraan yang bersifat menantang. Jangan pula sekali-kali mengutarakan ingin melihat ikan dan deleg (sejenis moa) besar saat berada di atas rakit.

“Di kalangan masyarakat sini ada kepercayaan terdapatnya ikan besar penghuni telaga. Konon ikan itu sesekali muncul ke permukaan. Oleh warga ikan itu dianggap keramat dan sangat tabu jika diucapkan di atas air,” tutur Herman.

Herman meminta larangan bersifat mistis itu dihargai pengunjung. “Pernah ada kejadian seorang pemuda berasal dari Pantai Cipatujah berkunjung ke sini. Oleh kami sudah dinasihati agar tidak bicara sembarangan. Merasa sudah mahir berenang di laut, ia kemudian berenang, tapi tak lama tenggelam dan akhirnya meninggal,” ungkapnya, seraya menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada 2007. (firman suryaman)

kompas.com,8/11/2009


Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar kata monster fish? Menyeramkan kah? Ya, monster fish memang menyeramkan bagi ikan-ikan kecil yang menjadi makanan ikan-ikan monster ini. Sebagian besar ikan yang tergolong monster fish adalah ikan air tawar predator atau pemburu ikan lainnya. Selain itu, ukuran tubuh monster fish tergolong besar seperti ikan Arapaima gigas yang bisa mencapai 11 meter. Istimewanya, ikan golongan monster fish ini termasuk langka di pasaran.

Begitulah yang disampaikan Hanung, seorang penggemar ikan golongan monster fish di pameran ikan hias, reptil, dan tanaman Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 yang digelar di WTC Mangga Dua Jakarta, Sabtu (12/12/2009). “Ya itu pasti jadi pertanyaan orang. Karena sebagian besar predator. Bentuknya bisa besar, terbesar 11 meter, Arapaima, langka banget. Bisa juga karena di pasaran masih belum umum. Di Amerika, Arowana kan belum umum, jadi digolongkan monster fish juga, kalau di Indonesia kan sudah terpisah,” ujar Hanung.

Selain Arapairma ada beberapa ikan yang juga tergolong monster fish seperti Tiger Fish dari Kalimantan, Piranha, Pari Motoro, Lung Fish, Tetraodon Fahaka, Tetraodon mbu, Pacman Catfish, dan Hoplias malabaricus yang memakan Piranha. Sebagian besar ikan monster fish yang dipamerkan Hanung didatangkan dari Amazon dan Afrika. “Ada sih yang ternak, tapi sedikit sekali, seperti piranha,” ujar Hanung.

Di Indonesia, jenis ikan ini belum popular, padahal monster fish tergolong mudah di pelihara dan bentuknya unik. “Perawatannya gak ribet. Karena ikan predator kan kayak preman, masak ikan preman cengeng,” ujar Kamil yang juga hobiis monster fish dalam kesempatan yang sama.

Hal yang perlu diperhatikan saat memelihara monster fish adalah menjaga suhu dan kadar keasaman air karena sebagian besar monster fish berasal dari luar Indonesia. Untuk suhu air, idealnya 28 derajat Celcius dengan kadar keasaman 6-7. Untuk makanannya, monster fish cukup diberi makan ikan kecil, udang, kepiting, atau sejenis daging lainnya. “Selama itu masih danging, gak masalah,” kata Hanung.

Monster fish adalah salah satu jenis ikan yang dipamerkan dalam Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 yang digelar 5-13 Desember di WTC Mangga Dua Jakarta. Selain memamerkan beberapa jenis ikan, pameran ini juga memungkinkan pengunjung melihat-lihat reptil dan tanaman hias.

kompas,com,12/12/2010


Gurami Suka Sangit Tanah Soal bertani atau beternak, masyarakat di kampung bisa jadi lebih pintar. Terutama dalam memanfaatkan sumber daya alam. Menurut penjaga kolam ikan kami, “Dalam memelihara ikan gurami, kalau dolar manjatnya tinggi bener, kita beri saja pakan daun talas (senthe), kalau pakai pakan pabrik (pelet), bisa bangkrut.”

Salah seorang yang sering membantu merawat kolam adalah Rojali, yang juga penggembala kerbau orang tuanya. Namun, jangan bayangkan ia duduk di punggung kerbau sambil meniup seruling. Serulingnya sudah diganti gamewatch.

Rojali banyak “menularkan” ilmunya. Mulai teknik memberi makan gurami, menetaskan telurnya, mengamati perilaku gurami yang berahi, sekaligus acara kawin ikan. Katanya, “Gurami akan berperilaku romantis kala bulan purnama.” Read the rest of this entry »


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PEMILIHAN POLA USAHA

Berdasarkan penjelasan dalam Aspek Produksi, dalam rangka mengkaji aspek keuangan untuk budidaya ikan gurami dipilih 2 pola pembiayaan yaitu :

  1. Pola – 1 : Pembinaan usaha pendederan terdiri dari tahap pendederan 2 (D2) yang dimulai dari pemeliharaan gurami ukuran 3 (D3) yang dimulai dari pemeliharan benih ukuran 5 gram menjadi ukuran 20-25 gram
  2. Pola – 2 : Pembiayaan usaha pembesaran di mulai dari pemeliharaan gurami ukuran 200-250 gram sampai mencapai ukuran konsumsi.

Pola pembiayaan kepada usaha pendederan dan pembesaran telah mendapat kredit dari bank masing-masing sebesar Rp 20.000.000 dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Kantor Cabang Koordinator Purwokerto dan sebesar Rp 30.000.000 dari Bank Rakyat Indonesia Unit Leuwilang Bogor.

ASUMSI DAN JADWAL KEGIATAN

Untuk keperluan analisis aspek keuangan perlu ditetapkan asumsi dan jadwal kegiatan dari masing-masing pola tersebut. Asumsi meliputi jangka panjang (periode) , proyek , luas kolam/tanah, parameter teknis budidaya seperti padat penebaran, jumlah benih yang ditebar, tingkat kehidupan, ukuran ikan yang ditebar dan tingkat produksi, tenaga kerja dan parameter sarana produksi perikanan serta harga-harga masukan dan keluaran. Jadwal kegiatan meliputi pengaturan waktu tebar dan panen selama jangka waktu proyek. Asumsi dan jadwal kegiatan yang ditetapkan merupakan dasar dalam perhitungan kebutuhan fisik dan biaya untuk investasi, biaya operasional dan produks ikan.

1. Asumsi Read the rest of this entry »


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

KLASIFIKASI, JENIS DAN CIRI-CIRI

Secara umum, pola budidaya perikanan air tawar yang dilakukan masyarakat di Indonesia, dapat digolongkan atas 3 pola, yaitu :

  1. Pola budidaya tunggal (monoculture), dimana dalam satu unit lahan usaha hanya satu jenis ikan yang dipelihara.
  2. Pola budidaya campuran (polyculture), dimana dalam satu unit lahan usaha, jenis ikan utama dipelihara bersama-sama dengan jenis-jenis ikan lainnya. Jenis-jenis lain yang dipelihara bukan pemangsa ikan utama dan sebaliknya
  3. Pola budidaya diversifikasi, dimana dalam satu unit lahan usaha terdapat beberapa subsistem budidaya dari beberapa jenis ikan yang dipelihara, baik pola tunggal maupun campuran bersama dengan usaha budidaya komoditi pertanian lainnya

Adapun asumsi pola budidaya yang digunakan dalam penyusunan pola pembiayaan ini adalah pola budidaya tunggal. Dengan demikian, ikan yang dipelihara dan kemudian di panen hanya satu jenis ikan yaitu ikan gurami berupa benih dan ikan gurami konsumsi.

Ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan tawar keluarga Anabantidae. Ikan ini mempunyai bentuk badan pipih dan lebar. Pada ikan yang sudah dewasa, lebar badannya hampir dua kali panjang kepala atau ¾ kali panjang tubuhnya. Bentuk kepala ikan gurami yang masih berusia muda lancip ke depan, dan setelah tua menjadi dempak. Warna tubuhnya terutama di bagian punggung adalah merah sawo sedangkan pada bagian perut berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan. Sepasang sirip perut gurami akan mengalami perubahan menjadi sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Sirip yang keras menempel pada punggungnya sedangkan garis rusuknya menyilang di bagian bawah sirip punggung. Panjang tubuh maksimum 65 cm.

Strain gurami yang dikenal masyarakat cukup banyak dan bervariasi dimana antar strain dibedakan berdasarkan kemampuannya dalam memproduksi telur, kecepatan tumbuh dan bobot maksimal yang bisa di capai setelah dewasa. Namun demikian belum ada penetapan strain gurami yang standar dari instansi yang berwenang. Beberapa yang dikenal dalam masyarakat adalah gurami blue safir, paris, baster dan batu.

Ikan gurami merupakan ikan yang relatif lambat pertumbuhannya dan baru mencapai kematangan telur sekitar umur 2 tahun. Ciri-ciri yang membedakan antara ikan gurami betina dan jantan adalah sebagai berikut : Read the rest of this entry »


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PRODUKSI DAN PERMINTAAN BENIH IKAN GURAMI

Ikan gurami merupakan produk yang berbasis pada permintaan pasar domestik, dan belum merupakan produk ekspor. Namun demikian berdasarkan pengalaman petani ikan gurami, permintaan domestik terhadap ikan gurami cukup tinggi.

a. Produksi Benih

Benih ikan gurami diproduksi oleh Balai Benih atau petani pembenih. Berdasarkan data Statistik Perikanan Budidaya Indonesia tahun 2000, jumlah produksi benih ikan gurami tercatat sebesar 280.079.000 ekor. Adapun wilayah yang paling banyak menghasilkan benih ikan gurami adalah di Pulau Jawa dengan proporsi produksi mencapai 72% dari produksi nasional. Adapun provinsi yang menghasilkan benih yang terbesar berdasarkan data tersebut adalah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 104.904.000 ekor. Read the rest of this entry »


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PROFIL USAHA

Usaha pembenihan dan pendederan ikan di Kabupaten Banyumas telah berkembang sejak lama dan dilakukan oleh masyarakat setempat secara turun menurun sehingga umumnya sudah menguasai keterampilan dan pengetahuan budidayanya. Alasan lain yang membuat masyarakat setempat memelihara ikan gurami adalah karena mudah dipelihara dan dipasarkan, harga cukup tinggi, serta penggunaan lahan untuk budidaya ikan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi terutama bila dibandingkan dengan menanam padi. Namun demikian masyarakat juga mengenal budidaya ikan gurami yang dibudidayakan bersama dengan pertanian padi yang disebut mina padi. Dari segi kondisi lingkungan, berkembangnya usaha budidaya ikan gurami ini juga didukung oleh tersedianya kuantitas dan kualitas air yang mencukupi dan pemenuhan aspek-aspek teknis yang sesuai untuk pengembangan usaha pembenihan dan pendederan ikan gurami.

Pembinaan terhadap pembudidaya ikan dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), dimana Disnakan mempunyai Balai Benih Ikan (BBI) sebagai unit pelaksana teknis yang tersebar di beberapa tempat. Adapun fasilitas yang diberikan oleh Disnakan kepada para pembudidaya ikan adalah berupa : Read the rest of this entry »


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PENDAHULUAN

Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang cukup penting apabila dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, nila, tambakan dan tawes, dan merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. Bagi masyarakat umum, ikan ini dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi dan biasanya disajikan pada acara-acara yang dianggap penting. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan gurami menjadi salah satu komoditi unggulan di sektor perikanan air tawar.

Umumnya budidaya ikan gurami masih dilaksanakan oleh masyarakat dengan teknologi semi intensif. Masa pemeliharaanya relatif lama sehingga dilakukan dalam beberapa tahap pemeliharaan yaitu tahap pembenihan, tahap pendederan dan tahap pembesaran, dimana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di pasarkan secara tersendiri.

Pasar ikan gurami mengandalkan pada permintaan domestik. Namun demikian prospek bisnisnya cukup menjanjikan mengingat permintaan dari masyarakat yang cukup besar. Ikan gurami lebih digemari dijual dalam keadaan hidup atau segar, dan biasanya harganya juga lebih tinggi dalam keadaan hidup. Sementara itu, belum diperoleh informasi mengenai diversifikasi produk olahan dari ikan ini kecuali dalam bentuk fillet.

Peranan Balai Benih Ikan dalam rangka pengembangan ikan gurami dilaksanakan antara lain berupa penyediaan induk dan benih unggul dan pengenalan teknologi budidaya secara intensif kepada pembudidaya ikan. Namun demikian, langkah pengembangan selanjutnya yang masih perlu digarap adalah aspek pemasaran baik di pasar domestik maupun ekspor Read the rest of this entry »

RAIH SARJANA NEGERI 3.5 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.bukansarjanabi.asia/

since dec27'07, thanks to

  • 3,899,252 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

Smart crocodile

cool stuff | Funny Animations | Source

a

animated-fish-image-0241 animated-fish-image-0087 animated-fish-image-0136
animated-fishing-image-0102
animated-fish-image-0260 animated-fish-image-0589

pranatamangsa

October 2014
T W T F S S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
apakah anda karyawan sibuk ? belum sempat tuntaskan sarjana(S1) anda ? inilah tempat kuliah paling fleksibel, negeri, tanpa skripsi, murah, berkualitas
S1 cara baru klik disini
animated-fishing-image-0135

Recent Posts

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Follow kliping dunia ikan dan mancing on WordPress.com

Pages

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers