You are currently browsing the category archive for the ‘bisnis’ category.


 

Produksi rumput laut dan budi daya ikan akan dikembangkan besar-besaran.
Rabu, 30 Desember 2009, 01:40 WIB

Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih

benih ikan nila jenis gift (Antara/ Musyawir)

VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budi daya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.

Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budi daya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.

Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budi daya ikan.
Baca entri selengkapnya »


Rata-rata tingkat konsumsi ikan nasional baru 30,17 kilogram per kapita per tahun.
Minggu, 13 Juni 2010, 15:30 WIB

Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan

Fadel Muhammad & istri meninjau sentra penghasil ikan Gorontalo (Antara/ Efrimal)

VIVAnews – Tingkat konsumsi ikan penduduk Indonesia masih sangat rendah. Hingga 2009 tercatat rata-rata tingkat konsumsi ikan nasional baru 30,17 kilogram per kapita per tahun atau lebih rendah dibanding pola pangan harapan yang seharusnya, sebesar 31,4 kg.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, rendahnya pola konsumsi ikan ini disebabkan kondisi ekonomi masyarakat, dan masih sulitnya mendapat ikan di daerah pelosok. Karena arus distribusi lambat, ikan segar tidak lagi murah sampai ke tangan konsumen.

“Ini tercermin dari tingkat konsumsi ikan yang belum merata,” kata Fadel seperti tertulis dalam siaran pers Pembukaan Pencanangan dan Kampanye Gerakan Makan Ikan di Art Center, Denpasar, Propinsi Bali, Minggu 13 Juni 2010. Baca entri selengkapnya »


Pangkalankerinci, Masyarakat Pelalawan, Riau khususnya yang berada di bantataran Sungai Kampar begitu sumringah ketika musim ikan Patin Kualo datang (patin khas Pelalawan-red). Pasalnya, seorang nelayan bisa mendapatkan penghasilan jutaan rupiah sehari.

Meskipun hanya dua kali dalam satu tahun. Berburu ikan tersebut menjadi langganan menarik bagi warga. Kegiatan yang penuh ritual-ritual suci dan unsur magis ini selalu tergambar saat pelaskanaan.

Tidak semua orang bisa melakukan penangkapan ikan Patin Kualo tersebut khususnnya diperaian Sungai Kampar. Terlebih lagi sungai yang berada persis dan melintasi di sepanjang perkampungan. Kondisi ini, terjadi sejak dulu kala dan sudah turun temurun. Meki ada para nelayan yang menggunakan tempat (wajan-red), yang bersangkutan harus, meminta izin pada para tetua.

Tidak itu saja, para pemakai tempat, pengguna tempat tangkapan tersebut harus mengeluar fee. Karena tempat tangkapan itu sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok dan tidak sembarang orang melakukan penangkapan.

Akan tetapi cara penangkapan penuh dengan unsur magis dan ritual suci ini biasanya berupa jaring dengan ukuran cukup besar. Sebelum jaring itu ditebar ke sungai terlebih dulu dilakukan ritual. Baca entri selengkapnya »


Bukan sesuatu yang asing lagi buat saya mengenai ikan purba yang satu ini.  Seingat saya setahun yang lalu, saya pernah mendiskusikannya dengan sang suami yang notabene dia jauh lebih tahu beritanya lebih dulu daripada saya mengenai penangkapan ikan ini sebelumnya di Indonesia untuk pertama kalinya.

Untuk yang kedua kalinya di Indonesia, tepatnya di pantai Menado jenis ikan yang menurut kalangan ilmuwan biota disebut-sebut hidup sejak 400 juta tahun lampau tersebut ditemukan oleh seorang nelayan Justinus Lahama dan anaknya, Delvi Lahama, nelayan warga kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang pada hari Sabtu pagi, tanggal 19 Mei 2007.

Berita ini cukup mengejutkan dunia kembali.  Tampak setiap halaman depan berita-berita media masa terkenal seperti Fox News, Reuters, CNN bahkan dari Verizon News-pun turut mempublikasikan berita ini. Baca entri selengkapnya »


Harga pakan ikan yang kian melambung membuat para petani ikan di Kampung Haniwung Desa Sembung Kecamatan Pagaden berfikir untuk melakukan diversifikasi (membuat cabang usaha baru) jenis ikan yang ditanam. Hal ini terunkap saat pertemuan Sekretaris daerah Kabupaten Subang, Bambang Heryanto dengan para petani di daerah tersebut, Rabu (26/12).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kabar Indonesia menyebutkan bila saat ini para petani yan ada disentra perikanan di Kabupaten Subang tersebut, saat ini menanam jenis ikan mas dan nila, namun kemudian terdapar jenis ikan baru, yang memiliki potensi lumayan menjanjikan keuntungan. “Jenis Ikan tersebut yakni jenis ikan patin, saat ini Kami tengah mempertimbangkan untuk membuka usaha baru dengan menanam jenis ikan Patin, namun kami masih mengkaji lebih jauh tentang untung ruginya menanam jenis ikan tersebut,” ungkap Didit, petani ikan setempat. Baca entri selengkapnya »


Guna menunjang program lumbung pangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2009 Kabupaten ini akan mengembangkan budidayakan ikan lele dumbo di kolam, saluran, kanal dan sungai sepanjang 1000 kilo meter, sebagaimana disampaikan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Aziz Syarifuddin, Rabu (2801) saat penebaran 3000 ekor benih ikan lele dumbo di komlam PKK Kecamatan Dendang oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi Ratu Munawwaroh zulkifli.

Disampaikan Aziz Syarifuddin, bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu Kabupaten pemerkaran di Provinsi Jambi yang berdiri berdasarkan  UU No. 54 Tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999, sebelumnya kabupaten ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Tanjung Jabung,  dengan terbitnya UU No. 54 tahun 1999 tersebut maka Kabupaten Tanjung Jabung menjadi dua Kabupaten, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dalam usianya yang relatif muda Kabupaten Tanjung Jabung Timur saat ini telah berhasil berswasembada pangan, dan merupakan salah satu lumbung pangan untuk Provinsi Jambi, keberhasilan ini selain buah hasil kepemimpinan Bupatinya yakni Drs. H. Abdullah Hich, yang didukung oleh semua elemen yang ada juga mendapat dukungan dari Tim peneggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Baca entri selengkapnya »


Kelanggkaan ikan gabus asli Danau Sentani ini semakin mengkhawatirkan pasalnya perubahan iklim dan masuknya spesies ikan jenis baru menyebabkan populasinya semakin berkurang. “Memang masuknya spesies asing seperti ikan gabus Toraja sangat mengawatirkan karena menjadi predator bagi ikan gabus asli Danau Sentani,” ujar peneliti biologi dari Conservation International Indonesia Dra Henderita Ohee MSc di Jayapura Rabu (29/8).

Menurut studi bahwa Danau Sentani dan juga Papua yang pernah dilakukan oleh para ahli konservasi dari Conservation International Indonesia (CII) menyebut keanekaragaman hayati (biodiversity) Papua menyumbang 35-50 % keanekaragaman hayati di Indonesia. Ekosistem terlengkap mulai dari terumbu karang, hutan bakau, savanna (bagian tenggara Papua) hutan dataran rendah, pegunungan sampai ekosistem alpin, dari Provinsi Papua hingga Provinsi Papua Barat (Irian Jaya Barat).

Lokakarya Penentuan Prioritas Konservasi Keanekaragaman Hayati di Papua beberapa waktu lalu di Biak, Papua pun memastikan bahwa kawasan ini mengandung keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sejumlah spesies endemik dan berbagai eksosistem yang khas secara keseluruhan memiliki nilai penting global. Perhitungan terbaru menunjukan tanah Papua memiliki sekitar 20 hinggga 25 ribu spesies tumbuhan berpembuluh. “Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan perhitungan sebelumnya,” ujar Dr. Jance de Fretes, pakar Biology Forestry dari CII belum lama ini di Jayapura.

Menurutnya, ada kira-kira 164 spesies mamalia, 329 spesies reptilia dan amfibia, sekitar 165 jenis burung, kurang lebih 250 jenis ikan tawar dan 1.200 spesies ikan air laut, diperkirakakan 150.000 spesies serangga, serta beratus-ratus spesies avertebrata air tawar dan air laut. Kekayaan biodiversity ini menempatkan Papua sebagai penyumbang setengah dari total keanekaragaman hayati Indonesia. Bahkan menyebabkan Indonesia menduduki peringkat teratas daftar negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, mengalahkan Brazil dan Columbia. Posisi ini menyebabkan tanah Papua merupakan salah satu daerah keanekaragaman hayati terpenting di planet bumi ini.

Namun di balik itu semua tersimpan beberapa ancaman terbesar, mulai dari maraknya illegal logging kayu merbau, pertambangan skala besar dan kecil, serta pengembangan minyak dan gas bumi di Bintuni yang terletak di tengah kawasan hutan bakau terbesar di Indonesia. Selain itu, salah satu ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati adalah introduksi spesies-spesies eksotik. Dampak introduksi spesies eksotis secara sengaja atau tidak justru menjadi kompetitor atau predator bagi fauna asli, sehingga menimbulkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada keanekaragaman hayati air tawar. Danau Sentani yang termasuk danau terbesar di Papua pun tak lepas dari masuknya spesies ikan dari luar Papua. Baca entri selengkapnya »


Keberangkatan Mancing Mania (MM) beberapa waktu lalu ke Bangkok, Thailand, dipicu cerita tentang ikan bobot besar yang menghuni pemancingan di Negara Gajah Putih tersebut. MM pun akhirnya memutuskan untuk trip ke Bangkok atas ajakan Lisa Sanjaya (pemilik pemancingan Lembah Desa, Imogiri, Yogyakarta) dengan tujuan Bungsamran sebagai lokasi mancing terbaik.
Patut diketahui, Bungsamran merupakan tempat mancing terkenal di dunia sebagai bermukimnya ikan-ikan air tawar terbesar di dunia, seperti mekong raksasa lele (mekong giant cat fish), gurame siam raksasa, alligator gar dan arapaima yang tumbuh lebih dari 100 kg.
Seminggu menjelang keberangkatan kami mempersiapkan segala sesuatunya seperti kamera, handycam dan piranti pancing andalan. Selain saya (Rambe) dan Lisa Sanjaya ada 2 rekan lain, Sri Rahayu atau Ayu dari Yogya dan Deni pemancing asal Solo. Untuk piranti kami gunakan joran Maguro Napoleon dipadu ril Okuma Eclipz EC-90 dan joran Shino Doogtooth S 572 S-6 dengan ril Shino Saltwater Game 6000 PG plus senar Relix Quick Sink 60 lbs 300 meter.
Kedua joran itulah kami bawa ke Thailand untuk merasakan sensasi tarikan ikan bobot besar di Bungsamran dari jenis giant mekong cat fish (asal Sungai Mekong, Thailand), giant carp, giant catfish dan striped catfish (asal Sungai Chao Phraya, Thailand) giant snake (asal Srinakarin Dam) dan alligator gar serta arapaima gigas (asal Sungai Amazon, Amerika Selatan). Menurut informasi, bobot ikan terbesar mencapai 120 kg dengan jumlah spesies di dalamnya 50 jenis ikan.

Menuju Bangkok
Minggu, 9 Agustus kami berkumpul di Bandara Soekarno Hatta. Setelah proses imigrasi usai, pukul 4 sore pesawat take off menuju Bandara Suvarnabhumi, Bangkok yang ditempuh selama 3,5 jam. Pukul 8.00 malam (tidak ada perbedaan waktu dengan Jakarta) pesawat landing di International Airport Suvarnabhumi (30 km dari Kota Bangkok). Pengambilan barang beres kami menuju Hotel Novotel di Siam Square Soi 6, Pathumwan, Bangkok untuk menginap.
Keesokan harinya kami menuju Bungsamran atau disingkat BSR, di Jalan Soi Navamin 42 Navamin Rd, Bungkum Bangkapi, Bangkok. BSR ditempuh 1,5 jam dari Kota Bangkok (normalnya 45 menit tanpa macet). Jam 10 pagi kami tiba BSR. Setibanya di BSR para maniak mancing asal Jepang, Myanmar, Vietnam, Malaysia, Australia, Korea Selatan dan Jerman pun datang kesini.
Saat melangkahkan kaki ke dalam BSR tampak hamparan luas pemancingan yang luasnya 98.000 meter. BSR begitu lengkap mulai dari toko pancing, sewa alat pancing, mini bar, billiard, bungalow, restoran dan mini market. Untuk sewa alat pancing, ibarat kata, tidak bawa piranti pun bisa mancing, tentunya dengan sewa tidak murah. Setelah membayar fishing license 1000 Baht/joran/12 jam (1 Baht Rp 325), umpan (Lam bahasa Thai) 500 Baht, jaring besar (Bignet) 60 Baht plus deposit 200 Baht dan kedi 1000 Baht, kami langsung menuju toko pancing 7 Seas Pro Shop —masih di area BSR— untuk membeli mata kail dan pelampung. Baca entri selengkapnya »


CERITA tentang perikanan budidaya air tawar di Jawa Barat tidak terlepas dari keunggulan provinsi ini di kancah nasional. Peran nenek moyang yang mengestafetkan keahliannya turun-temurun telah membawa keterkenalan warganya sebagai penghasil organisma air yang memiliki manfaat kesehatan dan kecerdasan.

Tidak heran apabila banyak peristilahan perikanan yang berbau bahasa Sunda melekat menjadi bahasa perikanan, baik skala nasional maupun mancanegara. Hal itu dimungkinkan mengingat budaya memelihara ikan di tanah Pasundan sudah tertanam sejak para petinggi Kerajaan Galuh (sekitar 300 tahun lalu) mulai menggali sebagian bantaran sungai sebagai tempat menyimpan ikan. Untuk kemudian berangsur-angsur memeliharanya di kolam atau di sawah bersama padi.

Pengalaman yang turun-menurun memelihara ikan pada akhirnya selain untuk memenuhi keperluan sendiri, kemudian berubah menjadi ladang usaha untuk memperoleh penghasilan.

Bukti empiris yang menunjang keterkenalan Jawa Barat di antaranya keberadaan buku-buku perikanan terbitan lama karangan para ahli perikanan dari luar negeri. Sebut saja Dr Alikunhi dan Dr Chauduri (India), Dr Bardach (Israel), Dr Huet (Prancis), dan Dr Vaas Van Oven (Belanda). Sekitar tahun 1950-an mereka pernah mengunjungi wilayah Priangan, di antaranya Kampung Ciseda-Cipakat-Singaparna yang dikenal sebagai daerah pembenihan ikan mas tempo dulu.

Isi bukunya banyak tersisipi istilah perikanan berbahasa Sunda seperti sebutan kereneng, buleng, oblok, kakaban, panglembangan, gomblangan, panyabetan, palet, surumbung, sistem Galunggung, sistem kantong, sistem Rancapaku, dan sebagainya. Peran dan fungsi peristilahan tersebut mereka terangkan secara rinci serta diuraikan berdasarkan kajian ilmiah.

Keduk teplok merupakan bahasa baku perikanan bagi kegiatan untuk memperbaiki pematang kolam/tambak. Caranya dengan mengeduk tanah dari dasar kolam, kemudian meneplokkannya pada bagian pematang.

Mijah maling sering dipergunakan manakala ada induk ikan betina melakukan pemijahan/perkawinan tanpa disertai pasangannya. Adapun kakaban berasal dari kata kakab-helai, berupa ijuk yang dijepit sebilah bambu sebagai alat menempel telur.

Seorang pakar perikanan dari Cina, Prof Choong Lin (alm), pernah memperkenalkan kakaban sebagai salah satu tempat menempel telur ikan mas ala Jawa Barat di forum internasional.

Dr Scott dan Dr Warner, ahli genetika ikan dari Reading University Inggris, sempat terkagum-kagum ketika memperhatikan pembenihan ikan khas Kampung Saladah-Padakembang-Tasikmalaya. Walau metode pembenihannya tradisional, kadar ilmiahnya tinggi.

Centre of Excellence
Ikan beureum panon (Barbodes orphoides) juga berasal dari Jawa Barat. Walau jenis ikan ini sekarang terkesan langka, dalam berbagai literatur dalam dan luar negeri termasuk ikan air tawar potensial. Sebutan beureum panon telah menjadi hak paten bagi ikan yang mirip-mirip dan serumpun ikan tawes.

Tidak dibenarkan dengan dalih apa pun mengubah namanya menjadi ikan merah mata manakala diinformasikan ke berbagai kalangan. Sebab, nama tersebut telah tertoreh dalam akta yang dimilikinya. Baik ciri-ciri maupun deskripsinya terpampang jelas dalam kunci determinasi dan identifikasi yang digeluti kaum ichthyolog.

Demikian pula sebutan ikan mas kumpay (Cyprinus carpio var. Kumpay) sebagai ciri Ikan bersirip ngagebay-memanjang dan ikan mas si nyonya (Cyprinus carpio var.Si Nyonya) ditujukan bagi ikan mas bermata sipit.

Induk ikan, sebelum dikawinkan, senantiasa diberok, yakni dipisahkan antara jantan dan betina beberapa hari di wadah berbeda tanpa ada perlakuan khusus—tidak diberi makan. Alasannya, guna mengoptimalkan perkawinan (dalam literatur asing dikenal dengan fasting).

Panggilan ngaramo, sebutan bagi anak ikan ukuran jari tangan, akuakulturis luar telah menjadikannya sebagai bahasa perikanan dengan sebutan fingerling. Adapun kebul, bebeas, aruy, siki bonteng, ataupun cangkiran dan kobokan adalah istilah lain untuk benih ikan disesuaikan dengan ukuran serta nama takaran yang dipergunakan. Sedangkan larva bedah adalah anak ikan yang baru menetas tapi diperoleh saat kolam/wadah dibedahkeun—dikeringkan.

Seabrek bahasa Sunda tersebut diakui banyak mengisi peristilahan perikanan budidaya. Selain telah tercatat dalam referensi, juga menjadi bahasa pergaulan sehari-hari insan perikanan di tanah air.

Kehadiran integrated farming berupa longyam (integrasi antara balong dan ayam) berikut keberadaan kolam air deras, serta budidaya pada keramba jaring apung di waduk termasuk teknologi Sariban pada era tahun 1970-an telah menambah semarak budidaya ikan di Jawa Barat, memperkuat dugaan bahwa tanah Pasundan dikenal sebagai centre of excellent di Indonesia.

Nyaris Tak Terdengar
Akhir-akhir ini gaung budidaya ikan di Tanah Pasundan seakan nyaris tak terdengar. Persoalannya kegiatan perikanan budidaya yang berlangsung selama ini, bila dikaitkan dengan perkembangan global, menuntut adanya berbagai pembenahan.

Perlu terobosan-terobosan dalam menyikapi kebutuhan pasar. Satu di antaranya aktivitas perikanan pada umumnya masih bertumpu pada tingkatan tradisional. Peran teknologi dalam budidaya ikan merupakan salah satu kunci sukses, pada sisi ini teknologi dibutuhkan untuk mempertinggi produktivitas. Baca entri selengkapnya »


Bersamaan dengan dibukanya Internasional Symposium on Ocean Science Technology and Policy oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi di Gedung Manado Convention Center, (12/5), sebuah pameran kelautan juga digelar di gedung terpisah di kompleks MCC.

Pameran yang bertajuk Pameran Indonesian Aquaculture 200, menampilkan produk budi daya perikanan andalan dari 59 kota, kabupaten, dan provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Pameran yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fredi Numberi tersebut berhasil menyita perhatian para tamu undangan yang menghadiri simposium ocean sience di MCC maupun masyarakat awam.

Dari semua stan yang ada, stand yang paling sering dikunjungi adalah milik Pemerintah Kota Batam. Bahkan anggota DPR RI Siswono Yudhohusodo dan Menteri KP Fredy Numberi ikut singgah di stan yang milik Pemerintah Kota Batam.

Pemerintah Kota Batam menampilkan produk budi daya andalannya bawal bintang yang merupakan spesies baru bawal yang merupakan hasil perkawinan silang dengan indukan bawal Taiwan.

Al Kadliory, staf Balai Budi Daya Laut Batam, mengatakan berhasil membudidayakan spesies bawal jenis ikan laut ini di tahun 2007 silam. “Proyek ini sudah kami lakukan sejak 2002 yang lalu, dari sejumlah uji coba, baru di tahun 2007 kami berhasil membudidayakan varian baru ikan bawal,” tuturnya. Baca entri selengkapnya »


MENTERI Kelautan dan Perikanan Dr Fadel Muhammad, disaksikan Gubernur Jateng Bibit Waloyo dan Bupati Klaten Sunarno SE, baru-baru ini meluncurkan Program Budidaya Ikan Nila varietas Larasati dan BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) di lahan Pembenihan Budidaya Ikan Air Tawar di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo.

Komitmen pemerintah ini diharapkan bukan sekadar perhatian sesaat, namun secara konsisten diikuti langkah-langkah konkret agar ke depannya mampu mendorong ekonomi rakyat lebih menggeliat.

Kabupaten Klaten khususnya bagian utara memiliki sumber air alam yang melimpah. Selain sebagai faktor pendukung utama pertanian dan pasokan air bersih, sumber air alam ini selanjutnya oleh para petani ikan di Kecamatan Polanharjo, Tulung,

Karanganom dan sekitarnya dimanfaatkan secara cerdas guna mengaliri kolam – kolam buatan untuk budidaya perikanan air tawar. Baca entri selengkapnya »


MENYAMBUT Peringatan Tahun Baru Cina atau Imlek, Imam Bintoro dibuat sibuk dengan menerima pesanan sejumlah aksesoris dan replika berkaitan dengan peringatan itu.

Terlebih lagi, tahun ini Peringatan Imlek dipadukan dengan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day yang juga diperingati masyarakat dunia, karena jatuh pada tanggal bersamaan 14 Februari.

Imam yang juga pemuda Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Hok Tek Bio Salatiga tersebut, memang dikenal memiliki kreativitas sebagai pembuat aksesoris dan barang yang berkaitan dengan ritual warga Tionghoa. Tahun ini dia mendapat pesanan membuat sembilan buah ikan koi ukuran besar, yang akan dipakai kelenteng di Magelang.

”Sudah lebih dari dua minggu ini saya mempersiapkan pembuatan ikan koi raksasa tersebut, kini tinggal finishing. Besok sudah saya bawa ke Magelang,” kata Imam di rumahnya Dukuh Karanganyar Kelurahan Kalicacing Kecamatan Sidomukti Salatiga.

Ikan koi tersebut bagi warga Tionghoa menggambarkan hewan keberuntungan. Pesanan pembuatan sebanyak sembilan buah yang merupakan angka keberuntungan yang selalu dipilih siapa saja. ”Saya membuat ikan koi ini dengan bantunan istri dan saudara,” ujarnya.
Replika Ganesha Setelah mendapat pesanan dia langsung merancang bahan dari bambu, desain warna, kertas pembungkus, dan lainnya. Namun karena sudah menjadi pekerjaannya pembuat aksesoris dan replika, begitu mendapat pesanan langsung tahu bagaimana desain dan cara pembuatan serta bahan yang dibutuhkan.

Imam mengaku tingkat kesulitan dalam pembuatan itu pada tahap penyelesaian, karena harus menyamakan kemiripan dengan bentuk aslinya. Adapun harga barang buatannya itu disesuaikan kebutuhan bahan baku serta ongkos pembuatan.

”Saya tidak berani menghargai terlalu mahal. Biaya bahan baku dan tenaga kerja terpenuhi serta pemesan senang, merupakan kebanggaan bagi kami.”
Tahun lalu pesanan yang diterimanya di antaranya, miniatur rumah-rumahan beserta isinya, yang dipakai untuk ritual Cao Kung Tek atau kirim doa kepada kerabat yang telah meninggal.

Dia juga mendapat pesanan membuat replika Ganesha ukuran raksasa saat meramaikan kegiatan Open House dan Peringatan Hari Pahlawan di TK/SD Kanisius Gendongan Kecamatan Tingkir Salatiga, November lalu.
suaramerdeka.com,01 Februari 2010.


Meski petani tambak (petambak) di Kota Pekalongan mampu mengembangkan budi daya ikan patin ekspor dengan baik, tapi mereka terkendala pemasaran.

Karena itu sebagian besar petambak lebih memilih mengembangkan budi daya ikan lele lantaran lebih mudah dijual ke pasaran.

Hal tersebut kemarin terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD Kota Pekalongan di lahan tambak ikan lele dan patin binaan Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK).

Pranoto, petambak ikan patin dan lele di Kelurahan Soko menyebutkan, sebenarnya pembudidayaan ikan patin dapat mudah dilakukan seperti budi daya ikan lele. Namun dia sekarang ini terkendala masalah pemasaran.

”Kalau ikan lele sudah banyak yang mengambil, begitu panen semua bisa langsung terjual. Untuk ikan patin, kami masih kesulitan, sebab belum banyak peminatnya,” kata dia.
Ekspor Kendati demikian, ikan patin sangat diminati hotel berbintang seperti Hotel Nirwana Pekalongan yang sering membeli ikan dari hasil panen petambak karena pangsa pasar ikan sejenis lele tersebut adalah ekspor.

Selain masalah kendala pemasaran, petambak juga menginginkan agar Pemkot melalui DPPK memberikan bantuan alat pembuatan pakan agar petambak dapat efisien dan ekonomis melakukan kegiatan pembudidayaan. Baca entri selengkapnya »


Ikan gabus yang di kalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama ikan kutuk ternyata mengandung banyak protein dan memiliki multi manfaat. Di antaranya menjaga vitalitas jasmani guna mengimbangi pekerjaan.

’’Di luar negeri satu porsi menu ikan gabus asal Indonesia setara dengan Rp 550.000. Sementara di Indonesia sendiri, ikan gabus belum dieksploitasi secara maksimum nilai ekonomisnya,’’ kata Ferry Widjaja, pemilik berbagai bisnis hiburan dan rumah makan di Salatiga maupun Semarang kepada Suara Merdeka kemarin.

Berdasarkan penelitian sejumlah koleganya di luar negeri, ia menyebutkan, persentase kandungan protein ikan gabus paling tinggi 58 persen dibanding ikan teri yang 33,4 persen, ikan pindang 28,5 persen, sarden 21,1 persen, ikan mas 16 persen. Selain itu ikan gabus juga mengandung albumin yang di dalamnya terdapat asam amino threonine dan tyrosine untuk mengatasi depresi.

Menurut Ferry, albumin diperlukan untuk menjaga sistem syaraf pusat, memainkan peran paling esensial untuk menjaga fungsi prostate laki-laki agar tetap sehat. Selain itu albumin juga mengandung praline yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot jantung. Baca entri selengkapnya »


Puluhan warga Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus memanfaatkan kolam penampungan air hujan untuk budi daya ikan dengan keramba.

“Awalnya, kolam penampungan air hujan itu hanya dimanfaatkan warga sekitar untuk mencuci dan tempat membuang sampah, kini mulai dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar dengan keramba,” kata Kepala Desa Ngemplak, Safii, di Kudus, Jumat.

Budi daya ikan air tawar memanfaatkan kolam seluas 1 hektare tersebut dimulai sejak Agustus 2008. “Awalnya, hanya ada beberapa keramba saja, kini bertambah menjadi 50 unit keramba,” kata Safii yang menjadi fasilitator pengembangan ikan keramba itu.

Sebanyak enam keramba, kata dia, merupakan swadaya masyarakat yang benih ikannya diperoleh dari bantuan Pemkab Kudus. Biaya pembuatan setiap keramba dengan ukuran sekitar 6×8 meter menghabiskan dana sekitar Rp 700 ribu.

“Setiap keramba dapat diisi benih ikan hingga 2.000 bibit dengan harga bibit Rp 300/ekor,” ujarnya. Jenis ikan yang dibudi dayakan meliputi ikan nila, bawal, tombro, dan emas. “Ikan tersebut dapat dipanen pada usia sekitar lima hingga enam bulan,” ujarnya. Baca entri selengkapnya »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 3,418,887 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

Mei 2013
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Tulisan Terkini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.