Produksi rumput laut dan budi daya ikan akan dikembangkan besar-besaran.
Rabu, 30 Desember 2009, 01:40 WIB

Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih

benih ikan nila jenis gift (Antara/ Musyawir)

VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budi daya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.

Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budi daya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.

Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budi daya ikan.

Rencananya, DKP juga akan memfokuskan anggaran ke budidaya ikan. Sehingga DKP akan meminta tambahan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. “Untuk penambahan budidaya ikan di tingkat nasional,” ujar Fadel.

Dengan demikian, Fadel berharap pada tahun 2015, Indonesia akan menjadi produsen ikan besar di dunia. “Kita akan produksi ikan dan hasil laut terbesar di dunia,” ucap mantan Gubernur Gorontalo ini.

Saat ini, ada sejumlah hambatan dalam industri perikanan seperti pemasaran. Fadel lantas berjanji akan mencari pasar baru di luar negeri.

Selama ini Eropa, Jepang, dan Amerika merupakan pasar produksi ikan Indonesia. “Kita akan buka pasar baru di Timur Tengah. Hingga ini akan jadi pasar yang menggeser Vietnam dan Thailand,” ujarnya.

• VIVAnews

About these ads