You are currently browsing the daily archive for Januari 24, 2011.
Eka Puspasari, Bayu Galih
VIVAnews – Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budidaya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budidaya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.
Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budidaya ikan. Baca entri selengkapnya »
Arry Anggadha, Bayu Galih
VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budi daya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budi daya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.
Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budi daya ikan.
Rencananya, DKP juga akan memfokuskan anggaran ke budidaya ikan. Sehingga DKP akan meminta tambahan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. “Untuk penambahan budidaya ikan di tingkat nasional,” ujar Fadel. Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto
VIVAnews - Departemen Kelautan dan Perikanan berencana menambah empat hingga lima kapal patroli. Kapal-kapal tersebut digunakan untuk menjaga perairan indonesia dari pencurian ikan. Diprediksi, pembangunan kapal selesai pada 2011.
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Aji Sularso mengatakan, kapal berukuran berukuran 60 meter itu akan digunakan untuk mengawasi perairan Indonesia dari penangkapan ilegal.
Dana pembuatannya berasal dari pinjaman luar negeri senilai US$ 7 juta. Dia menjelaskan, DPR dan Bappenas sudah menyetujui rencana tersebut. “Tinggal menunggu persetujuan menteri Keuangan agar dimasukkan dalam daftar isian pelaksanaan anggaran tambahan 2009,” ujar dia.
Baca entri selengkapnya »
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budi daya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budi daya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.
Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budi daya ikan.
Baca entri selengkapnya »
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
VIVAnews – Kelompok Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menuding Asian Development Bank telah memperparah krisis sektor perikanan di Indonesia.
Tudingan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kiara M Riza Damanik dalam demonstransi yang digelar di Departemen Keuangan, Jalan Wahidin nomor 1, Senin 16 Maret 2009.
Riza mengatakan, karena ADB, sistem perikanan di Indonesia kini telah rusak. “Dulu banyak tambak-tambak kita yang dimiliki oleh masyarakat tradisional, kini berubah dimiliki oleh korporasi,” katanya dalam orasi.
Politik pinjaman yang dilakukan lembaga keungan internasional itu, kata dia, telah meningkatkan kemiskinan di Indonesia. Ia menyontohkan wilayah Lampung. Di daerah ini, model pengembangan intensifikasi usaha tambak telah membuat 60 persen lahan tambak dikuasai oleh korporasi. Padahal sebelumnya, lahan-lahan yang ada mayoritas dimiliki oleh masyarakat tradisional. Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
VIVAnews - Pemerintah akan meningkatkan penjagaan ketat bagi kapal penangkap ikan secara ilegal.
Rencananya, pemerintah akan meningkatkan hasil tangkapan pemburu ikan ilegal dengan nilai Rp 700 miiar. Penangkapan ini lebih besar dari penangkapan 2008, sebesar Rp 650 miliar. Untuk menunjang program ini, pemerintah akan menambah dua kapal patroli.
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso mengatakan dua kapal patroli berukuran masing masing Hiu Macan Tutul 001 42 meter dan Hiu Macan 009 berukuran 36 meter. Kedua kapal tersebut beroperasi di dua perairan utama Indonesia.
“Kedua kapal patroli ini untuk menjaga zona ekonomi ekslusif,” ujar Aji dalam jumpa pers di Departemen Kelautan dan Perikanan, di Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa 13 Januari 2008. Kapal Hiu Macan 009 akan beroperasi di perairan Indonesia Barat dan Hiu Macan Tutul 001 di perairan Indonesia Timur.
Kapal Hiu Macan Tutul 001 yang terbuat dari besi dengan anggaran Rp 28,5 miliar. Kapal ini beroperasi diperairan dengan gelombang laut yang lebih besar daripada di perairan barat. Sedangkan Hiu Macan 009 dengan ukuran 36 meter terbuat dari besi dengan anggaran Rp 17,5 miliar. “Kedua kapal itu dapat beroperasi satu minggu penuh di laut,” ujar Aji.
Dengan penambahan ini, jumlah kapal patroli di Indonesia 23 kapal. Paling tidak, satu kapal patroli bisa menangkap 10 kapal penangkap ikan ilegal. “Pada 2008, jumlah kapal patroli 21 kapal dapat menangkap 242 kapal penangkap ikan ilegal. Jadi tahun ini diperkirakan sekitar 200-an kapal berhasil ditangkap,” kata Aji.
Baca entri selengkapnya »


















Komentar Terakhir