You are currently browsing the daily archive for Januari 22, 2011.
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
VIVAnews – Tingkat konsumsi ikan penduduk Indonesia masih sangat rendah. Hingga 2009 tercatat rata-rata tingkat konsumsi ikan nasional baru 30,17 kilogram per kapita per tahun atau lebih rendah dibanding pola pangan harapan yang seharusnya, sebesar 31,4 kg.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, rendahnya pola konsumsi ikan ini disebabkan kondisi ekonomi masyarakat, dan masih sulitnya mendapat ikan di daerah pelosok. Karena arus distribusi lambat, ikan segar tidak lagi murah sampai ke tangan konsumen.
“Ini tercermin dari tingkat konsumsi ikan yang belum merata,” kata Fadel seperti tertulis dalam siaran pers Pembukaan Pencanangan dan Kampanye Gerakan Makan Ikan di Art Center, Denpasar, Propinsi Bali, Minggu 13 Juni 2010. Baca entri selengkapnya »
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Seperti diketahui daging ikan memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang berperan melindungi jantung. Kandungan gizi dalam ikan mampu menurunkan kolesterol dalam darah, memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah, menurunkan tekanan darah,mencegah terjadinya penggumpalan darah, dan sangat diperlukan untuk pembentukan otak.
Deretan manfaat ikan ini bagi jantung masih bertambah lagi seiring penelitian para ilmuwan. Salah satu yang terbaru adalah mencegah timbulnya fibrilasi atial ( FA), suatu jenis gangguan irama jantung yang sering terjadi pada orang tua. Bukti ini dimuat dalam jurnal Circulation, sebuah jurnal kesehatan terkemuka.
Namun, menurut Healthy Chef, Edwin Lau, semua kandungan positif itu tidak akan kita rasakan bila memilih ikan yang salah. Bukan salah jenis, melainkan salah memilih ikan yang tidak segar atau salah dalam proses pengolahan. Para peneliti tidak menjelaskan jenis ikan yang memberikan khasiat terbaik. Namun, ada cara terbaik untuk mengolah ikan agar kandungan gizinya tidak hilang. Baca entri selengkapnya »
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Limbah tak selamanya identik dengan sampah. Ternyata limbah juga bisa diolah menjadi bahan baku bermanfaat yang bisa digunakan kembali.
Hal ini pun dimanfaatkan oleh tiga siswi dari SMAN 2, Kandangan, Kalimantan Selatan. Dalam ajang Lo’real Girls Science Camp, sebuah kompetisi sains bergengsi bagi remaja putri SMA, tiga gadis ini membuat suatu penelitian dari limbah ikan yang dijadikan minyak goreng non kolesterol.
Meski penelitiannya hanya memenangkan juara ke III dari 15 finalis yang lolos, karyanya bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengganti minyak sayur. Mau tahu bagaimana proses pengolahannya?
Tiga siwsi, Aulia, Rahmi dan Ernita memanfaatkan limbah ikan tauman yang banyak hidup di perairan Asia Tenggara, seperti Kalimantan. Setiap tahunnya terdapat 46,7 ton limbah isi perut ikan tauman. Sebelum merusak lingkungan, ketiga siswi ini melakukan eksperimen memanfaatkan kembali limbah isi perut ikan tauman sebagai minyak goreng bebas kolesterol. Baca entri selengkapnya »
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Pemilik dan binatang peliharaan bisa jadi mirip satu sama lainnya. Namun, bagi Brendan O’ Sullivan ini mungkin adalah berita buruk.
Ikan mas yang dia pelihara, makin lama makin mengkhawatirkan. Corak di kulit ikan itu semakin menyerupai wajah manusia.
Mantan tukang daging berusia 44 tahun ini membeli ikan mas ‘hantu’ itu sekitar lima bulan lalu. Namun, baru sekitar seminggu dia sadar, ada yang aneh pada ikannya.
“Cuaca dingin awal tahun ini membuatku tak sempat mengamati ikan itu,” kata O’Sullivan di Dagenham, Essex, seperti dimuat laman Daily Mail, Sabtu 3 Juli Baca entri selengkapnya »


















Komentar Terakhir