You are currently browsing the daily archive for Januari 18, 2011.
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Suplemen minyak ikan tak hanya bagus untuk maksimalkan tumbuh kembang anak. Minyak ikan juga berperan mengurangi risiko kanker payudara pada wanita dewasa.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, penelitian Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle mengungkap, konsumsi minyak ikan secara teratur dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga sepertiga.
Penelitian terhadap 35.000 wanita menemukan bahwa mereka yang secara teratur mengonsumsi suplemen minyak ikan memiliki risiko 32 persen lebih rendah terserang penyakit ini. Kandungan asam lemak omega 3 di dalamnya bermanfaat mengurangi pengembangan tumor di lapisan payudara. Baca entri selengkapnya »
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews – Great Barrier Reef, kumpulan terumbu karang terbesar dunia yang terletak di Australia menjadi tempat hidup sejumlah spesies aneh dengan penampakan yang mengerikan.
Binatang laut unik ini ditemukan di dasar Great Barrier Reef. Tim Peneliti dari dari Universitas Queensland, Australia menggunakan kamera berteknologi tinggi yang dioperasikan dari jarak jauh untuk menangkap gambaran kehidupan di kedalaman sekitar 1.500 meter di bawah laut.
Ahli Biologi Kelautan, Justin Marshall — yang memimpin tim peneliti — mengatakan beberapa spesies berhasil tertangkap kamera, di antaranya, hiu prasejarah bersirip enam, oil fish — sejenis Mackerel, kawanan Crustacea, dan banyak ikan yang tak terdefinisikan — yang terlihat seperti mahluk dalam fiksi ilmiah.
Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto
VIVAnews – Nelayan di distrik Kotovsky, daerah Volgograd, Rusia, telah menemukan makhluk aneh mirip ikan pari di fasilitas pembuangan limbah distrik itu. Makhluk ini memiliki beberapa kemiripan dengan ikan pari yang memiliki tubuh datar dan sirip yang luas. Namun, tidak seperti ikan pari, bagian depan tubuh makhluk itu terlihat seperti kepala.
Natalia Lyubimenko, spesialis perlindungan lingkungan pemerintahan lokal, mengaku belum pernah melihat makhluk seperti itu. Yang jelas, makhluk ini bukan ikan pari, meskipun di wilayah perairan Rusia ikan pari dapat dengan mudah ditemukan, terutama di Laut Hitam dan Laut Azov.
Ikan pari yang mendiami perairan Rusia biasanya berwarna abu-abu dan ukurannya agak besar. Beratnya sampai mencapai 20 kilogram. Tapi, makhluk ini sangat berbeda. Tubuhnya mini dan berwarna hijau.
Baca entri selengkapnya »
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
VIVAnews - Sebuah studi di Korea menunjukkan, konsumsi ikan bermanfaat untuk kesehatan. Konsumsi minimal satu porsi ikan per hari akan mengurangi risiko terjadinya sindrom metabolik pemicu penyakit diabetes, jantung dan stroke.
Hasil penelitian terhadap 3.500 orang dewasa usia 40-69 tahun di Korea menunjukkan, pria yang makan satu porsi ikan laut setiap hari memiliki risiko 57 persen lebih rendah mengidap sindrom metabolik dibanding orang yang makan ikan sekali tiap minggu. Sindrom ini merupakan kombinasi faktor risiko untuk diabetes, penyakit jantung dan stroke.
Dr Merle Myerson, seorang ahli jantung dan Direktur Program Pencegahan Penyakit Jantung Rumah Sakit Luke Roosevelt Hospital menyarakankan konsumsi ikan laut kaya omega 3 seperti salmon dan tuna Albacore. Baca entri selengkapnya »
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
VIVAnews – Pantas saja bila ikan yang satu ini digolongkan sebagai spesies paus pembunuh (killer whale). Dia mampu menghilangkan nyawa manusia dalam sekejap, tidak peduli apakah korban adalah orang yang berjasa melatihnya.
Peristiwa itu terjadi di hadapan para pengunjung wahana wisata SeaWorld di Kota Orlando, Amerika Serikat (AS), Rabu 24 Februari 2010 waktu setempat. Dalam suatu pertunjukkan, seekor ikan paus bernama Tilikum menyambar pelatihnya, Dawn Brancheau, yang sedang berdiri di tepi kolam.
Perempuan berusia 40 tahun itu lalu ditenggelamkan ke dalam kolam hingga tak bernyawa. Peristiwa itu membuat terkejut para pengunjung.
Suasana panik pun terjadi saat para pengunjung segera berlari keluar dari wahana dan sebagian wilayah taman hiburan itu ditutup.
Baca entri selengkapnya »
Arry Anggadha, Harriska Farida Adiati
VIVAnews – Para peneliti Australia menemukan bahwa kotoran paus memiliki kegunaan untuk membantu memerangi pemanasan global. Feses hewan mamalia tersebut, menurut para ilmuwan Australia, merupakan pupuk alami bagi tumbuhan laut yang memungkinkan laut menyerap lebih banyak karbondioksida.
Penelitian teranyar dari Australian Antarctic Division mengatakan bahwa paus mengeluarkan feses kaya zat besi secara alami menyuburkan permukaan air. Ini menyebabkan keseluruhan ekosistem mengirimkan lebih banyak karbon ke perairan dalam.
Baca entri selengkapnya »
Finalia Kodrati
VIVAnews – Sekitar 60 ikan paus mati di sebuah pantai di Selandia Baru. Ikan Paus itu mati setelah terdampar di pantai tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Carolyn Smith dari Departemen Perlindungan Alam Selandia Baru. Carolyn mengumumkan bahwa lebih dari 60 ikan paus ditemukan mati di Pantai Kaitaia di Selandia Baru. Ikan paus itu tak dapat diselamatkan karena regu penyelamat tak cukup waktu untuk bisa menyelamatkan paus-paus itu.
Carolyn menduga ikan-ikan itu sebelumnya terdampar terlebih dahulu. Dia yakin akibat terdampar itu membuat mereka tak bisa bertahan hidup. Demikian seperti dilansir dari allvoices, Sabtu 21 Agustus 2010.
Carolyn menambahkan sebenarnya ada sekitar 73 ikan paus yang terdampar tetapi ada beberapa diantara ikan-ikan itu yang menyelamatkan diri dengan kembali ke laut.
Departemen Perlindungan Alam itu menjelaskan ikan paus jenis pilot itu terdampar sejak Kamis malam kemarin. Baca entri selengkapnya »
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Satu mitos mengatakan, sering-seringlah makan agar pintar. Tak heran jika banyak orangtua menjadi gemar menyajikan olahan ikan dalam menu harian buah hati mereka. Tapi, benarkah mitos itu?
Seperti dikutip dari laman Shine, sejumlah ikan mengandung lemak omega 3 dan DHA (docosahexaenoic acid) yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak. Nutrisi ini sangat baik untuk anak-anak, terutama usia balita.
“DHA terutama bermanfaat dalam dua tahun pertama kehidupan untuk perkembangan otak, kognisi, dan ketajaman visual,” kata dokter anak Scott W Cohen, penulis of Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year.
Baca entri selengkapnya »
Ismoko Widjaya
VIVAnews - Seorang pemancing di Amerika Serikat terkejut bukan kepalang ketika ikan yang berhasil ditangkap itu, malah mengigitnya kencang. Dia tentu saja menjerit dan setelah diperiksa gigi ikan ini mirip gigit manusia.
Seperti dilansir web.orange.co.uk edisi 24 September 2010, Frank Yarborough sedang memancing di Danau Wylie, South Carolina. Belum lama melempar kail, seekor ikan mengigit umpan lalu tersangkut.
Frank girang bukan kepalang karena ikan yang terjerat itu sungguh besar. Warnanya gelap dan memiliki berat sekitar 5 kilogram dengan panjang hampir setengah meter. Yarborough menduga itu adalah ikan lele.
Baca entri selengkapnya »
Ismoko Widjaya
VIVAnews - Sebanyak 11 spesies baru ditemukan di ‘surga’ ikan hias laut Raja Ampat, Papua Barat. Nama-nama marga yang awalnya tanpa nama spesies itu akhirnya mencantumkan nama-nama si pemenang lelang di Monaco, akhir tahun lalu.
“Dalam waktu dua jam 11 nama itu dilelang dan menghasilkan US$ 2 juta atau sekitar Rp 20 miliar,” kata Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Suharsono, kepada VIVAnews, Senin 19 April 2010.
Saat ditemukan peneliti asal Australia Gerry Allen dan Mark Erdmann dari Amerika Serikat, ikan-ikan itu hanya memiliki nama marga, yang terletak di bagian depan. Sedangkan untuk nama spesies masih diberi tanda Sp.
Nama marga itulah yang akhirnya mencantumkan nama yang diinginkan oleh para pemenang lelang. “Ada tiga nama dari Indonesia,” ujar dia.
Baca entri selengkapnya »
Ismoko Widjaya
VIVAnews - Sungai Mekong yang melintasi lima negara di Asia Tenggara ternyata begitu banyak menyimpan spesies langka di muka bumi ini. Baru-baru ini para ahli menemukan 145 spesies baru di sungai raksasa itu.
Seperti dilansir Telegraph.co.uk, yang paling menonjol dari spesies langka itu adalah Tokek Bibir Merah, Ikan Drakula, dan tanaman karnivora setinggi tujuh meter.
Sungai Mekong yang melintasi Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand dan provinsi Cina selatan Yunnan itu merupakan rumah bagi beberapa spesies yang paling terancam di bumi. Mulai dari harimau dan gajah Asia, lumba-lumba Mekong dan sotong raksasa.
Katalog hewan dan tumbuhan jenis baru dan langka itu telah dirilis dalam laporan (WWF) baru World Wildlife Fund. WWF juga menyerukan untuk melindungi keanekaragaman hayati wilayah itu. Baca entri selengkapnya »
Antique, Mutia Nugraheni
VIVAnews – Spesies salmon asal Jepang yang dianggap telah punah selama 70 tahun ternyata ditemukan hidup di sebuah danau dekat Gunung Fuji. Hal itu berdasarkan temuan Tetsuji Nakabo dan tim ilmuwannya dari Kyoto University.
Kokanee hitam atau “Kunimasu” dalam bahasa Jepang, dianggap telah punah pada 1940. Itu karena pembangunan proyek hidroelektrik yang dilakukan di danau asli di Prefektur Akita utara tersebut membuatnya menjadi lebih asam. Sebelum kejadian tersebut, 100 ribu telur dilaporkan dibawa ke Danau Saiko, tetapi kemudian mati.
Profesor Tetsuji Nakabo menuturkan, ia dan timnya menemukan spesies Kunimasu di Danau Saiko, sekitar 310 mil (500 kilometer) arah selatan dari danau aslinya.
“Aku sangat terkejut. Ini ikan yang sangat menarik, merupakan harta karun. Kami harus melindunginya dan tidak boleh membiarkannya punah lagi,” kata Profesor Tetsuji seperti dikutip dari Associated Press, Rabu 15 Desember 2010.
Spesies ikan ini berwarna zaitun gelap dengan bintik hitam di punggungnya. Kunimasu tumbuh dengan panjang sekitar satu kaki (30 sentimeter). Baca entri selengkapnya »
Ita Lismawati F. Malau, Dedy Priatmojo
VIVAnews – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyoroti masalah penurunan hasil laut di sekitar Laut Natuna, Kepulauan Riau. Penyebab utama penurunan drastis hasil laut ini adalah pencurian ikan atau illegal fishing.
Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Suharsono menjelaskan perairan Natuna masih mampu memberikan 1,8 ton ikan tahun 1974. “Tapi 2010, angka ini turun jadi hanya 0,27 ton,” kata Suharsono dalam pemaparan ekspedisi tim LIPI ke Natuna dan Laut Kalimantan Selatan di Jakarta, Senin 27 Desember 2010.
Pencurian ikan oleh kapal-kapal asing menjadi salah satu penyebab, terutama kapal dari negara perbatasan seperti Malaysia dan Thailand. Menurutnya, di daerah Songka, Thailand, ada kapal dengan nama Indonesia tapi tak satu pun anak buah kapal (ABK) yang bisa berbahasa Indonesia. “Misalnya nama kapal itu Samudera Raya. Bahkan berbendera Indonesia,” kata dia. Baca entri selengkapnya »
Arry Anggadha, Dedy Priatmojo
VIVAnews – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan bahwa terjadi peningkatan air laut di daerah Kalimantan Selatan hingga sekitar 50 meter.
“Kami menemukan adanya magrove atau hutan bakau di 50 meter di bawah permukaan laut,” kata Peneliti Oceanografi LIPI, Hasanuddin, di Jakarta, Senin 27 Desember 2010.
Seperti diketahui, hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai.
Meski demikian, Hasanuddin tidak mau terburu-buru menyimpulkan apakah kenaikan air laut ini disebabkan karena adanya perubahan iklim atau tidak. “Kami masih menduga apakah mangrove ini memang sudah tumbuh di situ sejak lama atau memang terbawa arus laut dan kemudian tumbuh di situ,” ujarnya. “Kami masih mencari bukti pendukungnya.”
Baca entri selengkapnya »
Indra Darmawan
VIVAnews – Bila Anda seekor ikan Cichlid jantan, sebaiknya Anda adalah ikan petarung. Sebab, ikan Cichlid jantan yang jago berkelahi bisa membuat para Cichlid betina klepek-klepek.
Menurut riset terakhir para ilmuwan, ikan-ikan Cichlid betina Afrika mendapatkan kesempatan reproduksi hanya ketika mereka mendapati Cichlid pejantan sebagai ikan yang memenangkan sebuah perkelahian. Birahi Cichlid betina akan terangsang bila ia mendapati pejantan mereka memenangkan perkelahian.
Menurut peneliti riset ini, Julie Desjardins, mungkin ini sama dengan seorang wanita yang mengencani seorang petinju dan ia melihat calon pasangannya berhasil menggebuki orang lain.
Desjardins, yang tengah menyelesaikan riset postdoctoral pada ilmu Biologi di Stanford University, mempelajari 15 ikan betina Cichlid bereaksi terhadap pertarungan ikan jantannya, dengan membedah otak ikan betina sesaat setelah melihat perkelahian. Baca entri selengkapnya »


















Komentar Terakhir