You are currently browsing the monthly archive for Januari 2011.
Eka Puspasari, Bayu Galih
VIVAnews – Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budidaya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budidaya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.
Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budidaya ikan. Baca entri selengkapnya »
Arry Anggadha, Bayu Galih
VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budi daya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budi daya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.
Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budi daya ikan.
Rencananya, DKP juga akan memfokuskan anggaran ke budidaya ikan. Sehingga DKP akan meminta tambahan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. “Untuk penambahan budidaya ikan di tingkat nasional,” ujar Fadel. Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto
VIVAnews - Departemen Kelautan dan Perikanan berencana menambah empat hingga lima kapal patroli. Kapal-kapal tersebut digunakan untuk menjaga perairan indonesia dari pencurian ikan. Diprediksi, pembangunan kapal selesai pada 2011.
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Aji Sularso mengatakan, kapal berukuran berukuran 60 meter itu akan digunakan untuk mengawasi perairan Indonesia dari penangkapan ilegal.
Dana pembuatannya berasal dari pinjaman luar negeri senilai US$ 7 juta. Dia menjelaskan, DPR dan Bappenas sudah menyetujui rencana tersebut. “Tinggal menunggu persetujuan menteri Keuangan agar dimasukkan dalam daftar isian pelaksanaan anggaran tambahan 2009,” ujar dia.
Baca entri selengkapnya »
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengembangan besar-besaran di produksi rumput laut dan budi daya ikan. Bahkan DKP menargetkan kenaikan budidaya ikan hingga tiga kali lipat.
Hal ini dikatakan Fadel saat menemani Wakil Presiden Boediono kunjungan kerja di Gorontalo, 29 Desember 2009. “Kami akan naikkan budi daya ikan hingga kurang lebih 300 persen,” kata dia.
Dengan demikian DKP, kata Fadel, juga akan menyiapkan anggaran yang besar untuk produksi rumput laut dan budidaya ikan. Saat ini, DKP telah melakukan perubahan anggaran untuk tahun 2010 sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan budi daya ikan.
Baca entri selengkapnya »
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
VIVAnews – Kelompok Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menuding Asian Development Bank telah memperparah krisis sektor perikanan di Indonesia.
Tudingan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kiara M Riza Damanik dalam demonstransi yang digelar di Departemen Keuangan, Jalan Wahidin nomor 1, Senin 16 Maret 2009.
Riza mengatakan, karena ADB, sistem perikanan di Indonesia kini telah rusak. “Dulu banyak tambak-tambak kita yang dimiliki oleh masyarakat tradisional, kini berubah dimiliki oleh korporasi,” katanya dalam orasi.
Politik pinjaman yang dilakukan lembaga keungan internasional itu, kata dia, telah meningkatkan kemiskinan di Indonesia. Ia menyontohkan wilayah Lampung. Di daerah ini, model pengembangan intensifikasi usaha tambak telah membuat 60 persen lahan tambak dikuasai oleh korporasi. Padahal sebelumnya, lahan-lahan yang ada mayoritas dimiliki oleh masyarakat tradisional. Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
VIVAnews - Pemerintah akan meningkatkan penjagaan ketat bagi kapal penangkap ikan secara ilegal.
Rencananya, pemerintah akan meningkatkan hasil tangkapan pemburu ikan ilegal dengan nilai Rp 700 miiar. Penangkapan ini lebih besar dari penangkapan 2008, sebesar Rp 650 miliar. Untuk menunjang program ini, pemerintah akan menambah dua kapal patroli.
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso mengatakan dua kapal patroli berukuran masing masing Hiu Macan Tutul 001 42 meter dan Hiu Macan 009 berukuran 36 meter. Kedua kapal tersebut beroperasi di dua perairan utama Indonesia.
“Kedua kapal patroli ini untuk menjaga zona ekonomi ekslusif,” ujar Aji dalam jumpa pers di Departemen Kelautan dan Perikanan, di Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa 13 Januari 2008. Kapal Hiu Macan 009 akan beroperasi di perairan Indonesia Barat dan Hiu Macan Tutul 001 di perairan Indonesia Timur.
Kapal Hiu Macan Tutul 001 yang terbuat dari besi dengan anggaran Rp 28,5 miliar. Kapal ini beroperasi diperairan dengan gelombang laut yang lebih besar daripada di perairan barat. Sedangkan Hiu Macan 009 dengan ukuran 36 meter terbuat dari besi dengan anggaran Rp 17,5 miliar. “Kedua kapal itu dapat beroperasi satu minggu penuh di laut,” ujar Aji.
Dengan penambahan ini, jumlah kapal patroli di Indonesia 23 kapal. Paling tidak, satu kapal patroli bisa menangkap 10 kapal penangkap ikan ilegal. “Pada 2008, jumlah kapal patroli 21 kapal dapat menangkap 242 kapal penangkap ikan ilegal. Jadi tahun ini diperkirakan sekitar 200-an kapal berhasil ditangkap,” kata Aji.
Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
VIVAnews – Tingkat konsumsi ikan penduduk Indonesia masih sangat rendah. Hingga 2009 tercatat rata-rata tingkat konsumsi ikan nasional baru 30,17 kilogram per kapita per tahun atau lebih rendah dibanding pola pangan harapan yang seharusnya, sebesar 31,4 kg.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, rendahnya pola konsumsi ikan ini disebabkan kondisi ekonomi masyarakat, dan masih sulitnya mendapat ikan di daerah pelosok. Karena arus distribusi lambat, ikan segar tidak lagi murah sampai ke tangan konsumen.
“Ini tercermin dari tingkat konsumsi ikan yang belum merata,” kata Fadel seperti tertulis dalam siaran pers Pembukaan Pencanangan dan Kampanye Gerakan Makan Ikan di Art Center, Denpasar, Propinsi Bali, Minggu 13 Juni 2010. Baca entri selengkapnya »
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Seperti diketahui daging ikan memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang berperan melindungi jantung. Kandungan gizi dalam ikan mampu menurunkan kolesterol dalam darah, memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah, menurunkan tekanan darah,mencegah terjadinya penggumpalan darah, dan sangat diperlukan untuk pembentukan otak.
Deretan manfaat ikan ini bagi jantung masih bertambah lagi seiring penelitian para ilmuwan. Salah satu yang terbaru adalah mencegah timbulnya fibrilasi atial ( FA), suatu jenis gangguan irama jantung yang sering terjadi pada orang tua. Bukti ini dimuat dalam jurnal Circulation, sebuah jurnal kesehatan terkemuka.
Namun, menurut Healthy Chef, Edwin Lau, semua kandungan positif itu tidak akan kita rasakan bila memilih ikan yang salah. Bukan salah jenis, melainkan salah memilih ikan yang tidak segar atau salah dalam proses pengolahan. Para peneliti tidak menjelaskan jenis ikan yang memberikan khasiat terbaik. Namun, ada cara terbaik untuk mengolah ikan agar kandungan gizinya tidak hilang. Baca entri selengkapnya »
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Limbah tak selamanya identik dengan sampah. Ternyata limbah juga bisa diolah menjadi bahan baku bermanfaat yang bisa digunakan kembali.
Hal ini pun dimanfaatkan oleh tiga siswi dari SMAN 2, Kandangan, Kalimantan Selatan. Dalam ajang Lo’real Girls Science Camp, sebuah kompetisi sains bergengsi bagi remaja putri SMA, tiga gadis ini membuat suatu penelitian dari limbah ikan yang dijadikan minyak goreng non kolesterol.
Meski penelitiannya hanya memenangkan juara ke III dari 15 finalis yang lolos, karyanya bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengganti minyak sayur. Mau tahu bagaimana proses pengolahannya?
Tiga siwsi, Aulia, Rahmi dan Ernita memanfaatkan limbah ikan tauman yang banyak hidup di perairan Asia Tenggara, seperti Kalimantan. Setiap tahunnya terdapat 46,7 ton limbah isi perut ikan tauman. Sebelum merusak lingkungan, ketiga siswi ini melakukan eksperimen memanfaatkan kembali limbah isi perut ikan tauman sebagai minyak goreng bebas kolesterol. Baca entri selengkapnya »
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Pemilik dan binatang peliharaan bisa jadi mirip satu sama lainnya. Namun, bagi Brendan O’ Sullivan ini mungkin adalah berita buruk.
Ikan mas yang dia pelihara, makin lama makin mengkhawatirkan. Corak di kulit ikan itu semakin menyerupai wajah manusia.
Mantan tukang daging berusia 44 tahun ini membeli ikan mas ‘hantu’ itu sekitar lima bulan lalu. Namun, baru sekitar seminggu dia sadar, ada yang aneh pada ikannya.
“Cuaca dingin awal tahun ini membuatku tak sempat mengamati ikan itu,” kata O’Sullivan di Dagenham, Essex, seperti dimuat laman Daily Mail, Sabtu 3 Juli Baca entri selengkapnya »
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Suplemen minyak ikan tak hanya bagus untuk maksimalkan tumbuh kembang anak. Minyak ikan juga berperan mengurangi risiko kanker payudara pada wanita dewasa.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, penelitian Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle mengungkap, konsumsi minyak ikan secara teratur dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga sepertiga.
Penelitian terhadap 35.000 wanita menemukan bahwa mereka yang secara teratur mengonsumsi suplemen minyak ikan memiliki risiko 32 persen lebih rendah terserang penyakit ini. Kandungan asam lemak omega 3 di dalamnya bermanfaat mengurangi pengembangan tumor di lapisan payudara. Baca entri selengkapnya »
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews – Great Barrier Reef, kumpulan terumbu karang terbesar dunia yang terletak di Australia menjadi tempat hidup sejumlah spesies aneh dengan penampakan yang mengerikan.
Binatang laut unik ini ditemukan di dasar Great Barrier Reef. Tim Peneliti dari dari Universitas Queensland, Australia menggunakan kamera berteknologi tinggi yang dioperasikan dari jarak jauh untuk menangkap gambaran kehidupan di kedalaman sekitar 1.500 meter di bawah laut.
Ahli Biologi Kelautan, Justin Marshall — yang memimpin tim peneliti — mengatakan beberapa spesies berhasil tertangkap kamera, di antaranya, hiu prasejarah bersirip enam, oil fish — sejenis Mackerel, kawanan Crustacea, dan banyak ikan yang tak terdefinisikan — yang terlihat seperti mahluk dalam fiksi ilmiah.
Baca entri selengkapnya »
Hadi Suprapto
VIVAnews – Nelayan di distrik Kotovsky, daerah Volgograd, Rusia, telah menemukan makhluk aneh mirip ikan pari di fasilitas pembuangan limbah distrik itu. Makhluk ini memiliki beberapa kemiripan dengan ikan pari yang memiliki tubuh datar dan sirip yang luas. Namun, tidak seperti ikan pari, bagian depan tubuh makhluk itu terlihat seperti kepala.
Natalia Lyubimenko, spesialis perlindungan lingkungan pemerintahan lokal, mengaku belum pernah melihat makhluk seperti itu. Yang jelas, makhluk ini bukan ikan pari, meskipun di wilayah perairan Rusia ikan pari dapat dengan mudah ditemukan, terutama di Laut Hitam dan Laut Azov.
Ikan pari yang mendiami perairan Rusia biasanya berwarna abu-abu dan ukurannya agak besar. Beratnya sampai mencapai 20 kilogram. Tapi, makhluk ini sangat berbeda. Tubuhnya mini dan berwarna hijau.
Baca entri selengkapnya »
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
VIVAnews - Sebuah studi di Korea menunjukkan, konsumsi ikan bermanfaat untuk kesehatan. Konsumsi minimal satu porsi ikan per hari akan mengurangi risiko terjadinya sindrom metabolik pemicu penyakit diabetes, jantung dan stroke.
Hasil penelitian terhadap 3.500 orang dewasa usia 40-69 tahun di Korea menunjukkan, pria yang makan satu porsi ikan laut setiap hari memiliki risiko 57 persen lebih rendah mengidap sindrom metabolik dibanding orang yang makan ikan sekali tiap minggu. Sindrom ini merupakan kombinasi faktor risiko untuk diabetes, penyakit jantung dan stroke.
Dr Merle Myerson, seorang ahli jantung dan Direktur Program Pencegahan Penyakit Jantung Rumah Sakit Luke Roosevelt Hospital menyarakankan konsumsi ikan laut kaya omega 3 seperti salmon dan tuna Albacore. Baca entri selengkapnya »
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
VIVAnews – Pantas saja bila ikan yang satu ini digolongkan sebagai spesies paus pembunuh (killer whale). Dia mampu menghilangkan nyawa manusia dalam sekejap, tidak peduli apakah korban adalah orang yang berjasa melatihnya.
Peristiwa itu terjadi di hadapan para pengunjung wahana wisata SeaWorld di Kota Orlando, Amerika Serikat (AS), Rabu 24 Februari 2010 waktu setempat. Dalam suatu pertunjukkan, seekor ikan paus bernama Tilikum menyambar pelatihnya, Dawn Brancheau, yang sedang berdiri di tepi kolam.
Perempuan berusia 40 tahun itu lalu ditenggelamkan ke dalam kolam hingga tak bernyawa. Peristiwa itu membuat terkejut para pengunjung.
Suasana panik pun terjadi saat para pengunjung segera berlari keluar dari wahana dan sebagian wilayah taman hiburan itu ditutup.
Baca entri selengkapnya »


















Komentar Terakhir