You are currently browsing the monthly archive for Desember 2010.
Tahukah Anda bahwa ternyata ikan juga bisa mengalami insomnia (susah tidur). Mereka mungkin tidak memiliki kelopak mata. Tetapi ikan-ikan tetap tidur, bahkan sebagian dari mereka mengalami insomnia, lapor para ilmuwan. Ilmuwan asal California mempelajari gangguan tidur pada manusia dan mendapati bahwa sebagian ikan Zebra, ikan peliharaan, memiliki gen mutan yang dapat menganggu sistem tidur mereka yang sama seperti insomnia pada manusia. Menurut peneliti di Sekolah Kedokteran Universitas Stanford, ikan zebra dengan gen mutan tidur kurang 30 persen dari ikan tanpa mutasi. Saat mereka akhirnya tertidur, mereka tidur hanya setengah dari waktu ikan normal. Baca entri selengkapnya »
Harga pakan ikan yang kian melambung membuat para petani ikan di Kampung Haniwung Desa Sembung Kecamatan Pagaden berfikir untuk melakukan diversifikasi (membuat cabang usaha baru) jenis ikan yang ditanam. Hal ini terunkap saat pertemuan Sekretaris daerah Kabupaten Subang, Bambang Heryanto dengan para petani di daerah tersebut, Rabu (26/12).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kabar Indonesia menyebutkan bila saat ini para petani yan ada disentra perikanan di Kabupaten Subang tersebut, saat ini menanam jenis ikan mas dan nila, namun kemudian terdapar jenis ikan baru, yang memiliki potensi lumayan menjanjikan keuntungan. “Jenis Ikan tersebut yakni jenis ikan patin, saat ini Kami tengah mempertimbangkan untuk membuka usaha baru dengan menanam jenis ikan Patin, namun kami masih mengkaji lebih jauh tentang untung ruginya menanam jenis ikan tersebut,” ungkap Didit, petani ikan setempat. Baca entri selengkapnya »
Kabupaten Tasikmalaya, Warga nelayan di wilayah Pantai Pasangrahan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya dihebohkan oleh ditemukannya seekor ikan paus yang terdampar di tepi pantai pada Senin (14/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sejak ditemukan oleh nelayan, ikan paus yang sudah mati itu menjadi tontonan warga.
“Kami menerima laporan dari petugas PPL di Kecamatan Cipatujah bahwa ada seekor ikan paus yang terdampar di Pantai Pesanggrahan, tepatnya di depan penginapan Panghegar pada pukul 03.00 WIB,” ungkap Ir. H. Maman Suhilman Dali MP, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) Kabupaten Tasikmalaya saat meninjau lokasi kejadian.
Maman S. Dali menjelaskan, ikan paus yang terdampar di kawasan pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya itu dalam kondisi sudah mati pada saat ditemukan nelayan. Adapun ikan paus tersebut memiliki panjang 11,75 meter dan berdiameter sekitar 7 meter. Baca entri selengkapnya »
Sebagai dampak/akibat dari diadakannya sebuah kegiatan pengerukan oleh pihak Dinas Pengairan Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) dalam seminggu terakhir ini, tampaknya telah membuat ribuan ikan Tawes mabuk/teler, akibat kadar air yang berlumpur teramat kental (buthek). Dan mabuknya ribuan ikan tawes di sepanjang aliran sungai di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur tersebut sempat menguntungkan warga penghuni disepanjang tepi sungai seperti sungai di Lingkungan Paraaman yang membujur dari Pintu Lima Kotakan, Cappore, DAM hingga ke sungai Jembatana Macan/Geledheg Macan sampai CurahJeru. Baca entri selengkapnya »
Di awal konferensi Komisi Perlindungan Ikan Paus Internasional (IWC), di Anchorage Alaska, Jepang kembali mengajukan usulan untuk menghentikan moratorium perburuan komersial ikan paus. Tapi larangan tersebut hanya dapat dibatalkan dengan tiga perempat suara mayoritas.
Di masa lalu dalam komisi penangkapan ikan paus internasional IWC, Jepang berusaha menolak moratorium perburuan komersial ikan paus yang berasal dari blok pro perlindungan ikan paus seperti Australia dan Jerman, serta membina kerja sama dengan negara berkembang yang mendukung untuk memburunya seperti Maroko dan Grenada. Sejauh ini lobby itu berhasil, dimana selain Jepang, Norwegia dan Islandia blok pendukung penangkapan ikan paus di IWC adalah negara miskin dan sangat miskin di Afrika, Asia dan Karibia. Pendapat mereka tentang politik larangan penangkapan ikan paus, disampaikan Anthony Liverpool wakil delegasi Antigua dan Barbuda di Karibia
“Itu tidak fair, ikan paus adalah bahan pangan di mana manusia memiliki hak untuk itu. Kami dapat bergantung padanya dan menikmati makanan kami. Dan mereka melarang orang yang ingin memanfaatkan ikan paus sebagai makanannya. Itu tidak benar, itu tidak akan pernah benar.” Baca entri selengkapnya »
Meskipun penggunaan racun potasium dan bom ikan sudah dilarang, kenyataannya masih saja digunakan sebagian kecil nelayan di perairan Kepulauan Seribu. Akibatnya, ada sekitar 10 jenis ikan yang nyaris punah. Ditambah lagi, rusaknya beberapa jenis ekosistem laut seperti terumbu karang.
Diakui Liliek Litasari Kepala Suku Dinas Perikanan dan Kelautan Kep Seribu, saat ini masih ada segelintir nelayan yang menggunakan racun potasium dan bom ikan dalam aktivitasnya. “Ada sekitar 30 persen nelayan yang masih gunakan racun potasium,” katanya Senin (3/3) siang.
Jumlah tersebut, lanjutnya, menurun drastis sejak dua tahun belakangan ini. “Sebelumnya, pihaknya gencar mensosialisasikan bahayanya penggunaan racun potasium oleh nelayan,” katanya. Dalam sosialisasi tersebut, ada sekitar 70 persen nelayan yang berkomitmen tidak lagi menggunakan bahan berbahaya tersebut. Baca entri selengkapnya »
Guna menunjang program lumbung pangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2009 Kabupaten ini akan mengembangkan budidayakan ikan lele dumbo di kolam, saluran, kanal dan sungai sepanjang 1000 kilo meter, sebagaimana disampaikan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Aziz Syarifuddin, Rabu (2801) saat penebaran 3000 ekor benih ikan lele dumbo di komlam PKK Kecamatan Dendang oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi Ratu Munawwaroh zulkifli.
Disampaikan Aziz Syarifuddin, bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu Kabupaten pemerkaran di Provinsi Jambi yang berdiri berdasarkan UU No. 54 Tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999, sebelumnya kabupaten ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Tanjung Jabung, dengan terbitnya UU No. 54 tahun 1999 tersebut maka Kabupaten Tanjung Jabung menjadi dua Kabupaten, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Dalam usianya yang relatif muda Kabupaten Tanjung Jabung Timur saat ini telah berhasil berswasembada pangan, dan merupakan salah satu lumbung pangan untuk Provinsi Jambi, keberhasilan ini selain buah hasil kepemimpinan Bupatinya yakni Drs. H. Abdullah Hich, yang didukung oleh semua elemen yang ada juga mendapat dukungan dari Tim peneggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Baca entri selengkapnya »
Pertengahan Bulan Desember 2006 lalu, Prof. Dr. Komar Sumantadinata, staf pengajar pada Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (BDP-FPIK-IPB), mendapatkan penghargaan sebagai tenaga ahli pemuliaan ikan dari Gubernur Jawa Barat pada upacara rilis nila NIRWANA (nila ras Wanayasa). Penghargaan yang sama juga diperoleh dari Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk pemuliaan ikan nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Pemuliaan ikan nila NIRWANA merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Jawa Barat dan BPPT, sedangkan pemuliaan ikan nila GESIT bekerja sama dengan BPPT dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT–DKP) Sukabumi. Baca entri selengkapnya »
Duri tak selamanya harus dibuang. Nyatanya dari hasil penelitian, duri ikan yang mengandung banyak gizi itu dapat diolah menjadi abon yang gurih rasanya. Ide ini lahir setahun lalu di SMK Negeri 3 Pati. Seperti apa pembuatan abon dari duri ikan bandeng ini? Pewarta HOKI telah mewawancarai penggagasnya, seorang guru Kewirausahaan SMK Negeri 3 Pati, yaitu Ibu Sri Puji Haryati SPd.
Pewarta HOKI:
Kalau pembuatannya dari awal seperti apa?
Sri Puji Haryati:
Pertama duri itu setelah dicuci bersih, dipresto dengan menggunakan panci bertekanan tinggi, sehingga untuk memasak bahan keras seperti duri jadi cepat lunak. Setelah itu diberi bumbu dan digoreng sampai kering. Setelah berwarna kuning dan kering, kemudian dipres untuk mengeluarkan minyaknya, dengan tujuan agar mampu bertahan lama. Tidak diperas pun juga bisa tapi cepat (tengik), namanya abon basah.
Kemudian diblender agar hasilnya lebih halus teksturnya, karena kalau kasar kurang nikmat dimakan. Baca entri selengkapnya »
Bagi pencinta ikan louhan,ajang kompetisi dan pameran menjadi kesempatan untuk memamerkan ikan kebanggaan sekaligus wadah berbagi informasi dan silaturahmi. Gengsi ikan louhan yang dicetuskan oleh negara Malaysia itu pun makin tinggi saja.
Keagresifan dan keindahan ikan louhan memang memukau siapa saja yang melihatnya. Tak heran, dengan penampilan yang indah, penawaran harganya pun bernilai jutaan bahkan miliaran. Keindahan tubuh dan warna yang dipancarkan ikan louhan sekan terus dan tak henti menghipnotis bagi para pencintanya. Bahkan,kehadirannya telah dirasakan mampu menghilangkan stres dan segala kepenatan. Tak heran ikan louhan dengan segala keindahan yang dimilikinya tersebut telah merebut hati bagi para pencintanya.
Lewat suatu kompetisi ikan louhan telah memberikan kebanggaan di kelasnya,sekaligus wadah berbagi informasi dan silaturahmi bagi sang pemilik ikan louhan.Toh, lewat suatu kompetisi yang belum lama ini digelar di kota Makassar, Sulsel, mampu memikat hati warga.Berbagai jenis ikan louhan, seperti kamalow,cencu dan chinghwa dan bonsai menarik minat banyak pengunjung. Bukan saja karena bentuk, warna dan markingnya yang menawan, tapi juga karena ikan louhan tersebut terbilang agresif. Diantara jenis ikan louhan yang paling mahal adalah jenis cencu yang transaksinya menyentuh bilangan Rp 2 miliar. Baca entri selengkapnya »
Potensi ikan tawar di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan sungguh menggiurkan, salah satunya berada di Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda. Dari ribuan hektar potensi tambak ikan, baru sekitar 20 hektar yang baru tergarap, itu pun belum dikelola secara maksimal. Karena itu, Kelompok Tani Mangori bekerja sama dengan PT. International Nickel Indonesia Tbk (PT. Inco) mengadakan pelatihan pengembangbiakan ikan tawar di Desa Kawata pada hari Sabtu (15 Maret 2008).
“Banyak tambak di sini masih sekedar dikelola untuk konsumsi sendiri belum digarap secara lebih baik sehingga bisa menjadi salah satu sumber penghasilan petani selain menggarap lahan pertanian dan perkebunan,” ujar Kepala Desa Kawata, H. Abu Pawakka.
Acara pelatihan dimulai dengan penjelasan singkat tentang visi dan arah program community development PT. Inco oleh Manager Community Relations PT. Inco, Mohammad Sawedi. “Pelatihan ini sebagai salah satu kegiatan untuk pengembangbiakan ikan air tawar yang berkelanjutan di Desa Kawata. Harapannya, ini bisa menjadi salah satu contoh program yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Mohammad Sawedi.
Selain pelatihan, PT. Inco telah membantu dengan sumbangan bibit ikan air tawar dan akan dilanjutkan dengan berbagai bimbingan serta penyuluhan dalam budidaya ikan air tawar. Usai penjelasan dari Mohammad Sawedi, acara dilanjutkan dengan presentasi dan praktek lapangan. Sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah Gufron H. Kordi, penggiat perikanan air tawar dari Essensi Foundation. Selain aktif dalam budidaya ikan air tawar, Gufron juga telah menulis puluhan buku tentang perikanan air tawar. Baca entri selengkapnya »
Setelah melalui proses seleksi, akhirnya Kelompok Budidaya Ikan “Bina Mekar” dari desa Ciawang, kecamatan Leuwisari akan mengikuti lomba budidaya ikan tingkat Provinsi Jawa Barat mewakili kabupaten Tasikmalaya hari ini, Selasa (8/12).
“Adapun jenis ikan yang menjadi andalan anggota Kelompok Bina Mekar, yakni ikan nila ‘ninja’ yang merupakan hasil persilangan ikan nila gesit (genetically supermale Indonesian tilapia) dengan ikan nilanirwana (nila ras wanayasa),” jelas Mustofa Gandasasmita, staf Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua Kelompok Bina Mekar, Wahyu Setiawan mengatakan, bahwa keikutsertaan dalam lomba budidaya ikan tidak lepas dari prestasi kelompoknya dalam menerapkan teknologi budidaya, seperti budidaya ikan nila ‘ninja’ jantan.
“Selama ini, kelompok kami telah berhasil melakukan persilangan antara ikan nila gesit dengan nila nirwana. Hasil persilangan keduanya menghasilkan nila monosex jantan yang diberi nama oleh kami dengan sebutan ‘ninja’ atau kepanjangan dari nila jantan, yang hasil keturunannya 98 persen jantan” ungkap Wahyu Setiawan.
Ikan nila ‘ninja’ hasil persilangan dari kedua benih unggulan tersebut memberikan keuntungan yang lebih, lanjut Wahyu, selain ukurannya yang berbanding 1:1,5 lebih besar dari betina.
“Dalam waktu 6 bulan, ikan ninja ini dapat mempunyai bobot hingga 8 ons, dan pada ukuran tersebut merupakan ikan yang disebar untuk diperjual-belikan atau siap konsumsi.” tuturnya.
kabar indonesia.com,7/12/2009.
Dua bulan lalu, seekor ikan puas tutul berbobot 10 ton terdampat di kawasan pesisir Pantai Pamayangsari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya yang sempat menghebohkan warga dan dagingnya dicacah. Kali ini, seekor ikan pari berbobot sekitar 500 kg berhasil ditangkap para nelayan di Pantai Pamayangsari dan sempat menjadi tontonan warga. Karena baru ini kali menangkat ikan pari yang ukurannya cukup besar. ”Bahkan, ikan bersirip lebar itu sampai-sampai harus diangkut dengan mobil derek, karena bobotnya mungkin lebih 500 kg.Warga pun banyak yang penesaran ingin melihat ikan pari raksasa,” ujar Rahmat Effendi. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi membenarkan penangkapan ikan pari seberat 500 kg oleh para nelayan. Baca entri selengkapnya »
Bila tidak dilestarikan dengan baik, jenis ikan terbang di Indonesia pada 2032 akan musnah. Indikasi ini bisa dilihat dari semakin menurunnya jumlah jenis ikan yang banyak ditemui di perairan Sulawesi Selatan dari tahun ke tahun. Demikian diungkapkan Dr. Augy Syahailatua, Kepala Bidang Sumber Daya Laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam Diskusi FORWARA (Forum Wartawan Kesra) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), Jumat (3/4).
Augy yang putra daerah Maluku ini mengatakan, penduduk di pesisir Sulawesi Selatan selama ini memang dikenal memburu ikan terbang, tapi yang paling diburu sebenarnya adalah telurnya.
Para nelayan tersebut bahkan sampai ke Papua Barat untuk mencari telur ikan terbang. Mereka jumlahnya tidak hanya dihitung dengan jari, akan tetapi puluhan kapal yang memburu telur ikan terbang tersebut. “Hitung saja, bila dalam satu kapal itu ada lima orang. Berapa banyak yang pergi untuk memburu telur ikan terbang?” ungkap Augy Syahailatua. Baca entri selengkapnya »
Kelanggkaan ikan gabus asli Danau Sentani ini semakin mengkhawatirkan pasalnya perubahan iklim dan masuknya spesies ikan jenis baru menyebabkan populasinya semakin berkurang. “Memang masuknya spesies asing seperti ikan gabus Toraja sangat mengawatirkan karena menjadi predator bagi ikan gabus asli Danau Sentani,” ujar peneliti biologi dari Conservation International Indonesia Dra Henderita Ohee MSc di Jayapura Rabu (29/8).
Menurut studi bahwa Danau Sentani dan juga Papua yang pernah dilakukan oleh para ahli konservasi dari Conservation International Indonesia (CII) menyebut keanekaragaman hayati (biodiversity) Papua menyumbang 35-50 % keanekaragaman hayati di Indonesia. Ekosistem terlengkap mulai dari terumbu karang, hutan bakau, savanna (bagian tenggara Papua) hutan dataran rendah, pegunungan sampai ekosistem alpin, dari Provinsi Papua hingga Provinsi Papua Barat (Irian Jaya Barat).
Lokakarya Penentuan Prioritas Konservasi Keanekaragaman Hayati di Papua beberapa waktu lalu di Biak, Papua pun memastikan bahwa kawasan ini mengandung keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sejumlah spesies endemik dan berbagai eksosistem yang khas secara keseluruhan memiliki nilai penting global. Perhitungan terbaru menunjukan tanah Papua memiliki sekitar 20 hinggga 25 ribu spesies tumbuhan berpembuluh. “Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan perhitungan sebelumnya,” ujar Dr. Jance de Fretes, pakar Biology Forestry dari CII belum lama ini di Jayapura.
Menurutnya, ada kira-kira 164 spesies mamalia, 329 spesies reptilia dan amfibia, sekitar 165 jenis burung, kurang lebih 250 jenis ikan tawar dan 1.200 spesies ikan air laut, diperkirakakan 150.000 spesies serangga, serta beratus-ratus spesies avertebrata air tawar dan air laut. Kekayaan biodiversity ini menempatkan Papua sebagai penyumbang setengah dari total keanekaragaman hayati Indonesia. Bahkan menyebabkan Indonesia menduduki peringkat teratas daftar negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, mengalahkan Brazil dan Columbia. Posisi ini menyebabkan tanah Papua merupakan salah satu daerah keanekaragaman hayati terpenting di planet bumi ini.
Namun di balik itu semua tersimpan beberapa ancaman terbesar, mulai dari maraknya illegal logging kayu merbau, pertambangan skala besar dan kecil, serta pengembangan minyak dan gas bumi di Bintuni yang terletak di tengah kawasan hutan bakau terbesar di Indonesia. Selain itu, salah satu ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati adalah introduksi spesies-spesies eksotik. Dampak introduksi spesies eksotis secara sengaja atau tidak justru menjadi kompetitor atau predator bagi fauna asli, sehingga menimbulkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada keanekaragaman hayati air tawar. Danau Sentani yang termasuk danau terbesar di Papua pun tak lepas dari masuknya spesies ikan dari luar Papua. Baca entri selengkapnya »


















Komentar Terakhir