Seekor ikan paus ditemukan mati di pesisir pantai Malaysia, Selasa, dua hari setelah para penyelam mencoba menyeretnya ke tengah laut di lokasi mereka temukan. Terlihat banyak luka di tubuh paus itu
Direktur Departemen Perikanan Sabah Rayner Stuel Galid mengungkapkan, bangkai ikan paus Bryde abu-abu perak sepanjang 24 meter ditemukan oleh nelayan pada Minggu pagi dalam air yang dangkal di Pulau Gaya di Sabah, Malaysia timur.
“Sekitar dua atau tiga hari, kami berniat menyeretnya ke laut lebih dalam lagi untuk menyelamatkannya,” jelas Rayner. Namun, paus itu tidak tertolong.
Ikan itu pertama kali terlihat saat air pasang Jumat pekan lalu. Saat itu, sekujur tubuhnya dipenuhi luka dan memar. Beberapa penyelam menghabiskan waktu beberapa jam untuk mencoba menyelamatkan ikan raksasa itu agar bisa kembali ke tengah laut.
Awalnya, paus itu diduga korban penyiksaan yang selamat karena para petugas kepolisian maritim tidak berpatroli lagi di tempat itu, lapor suratkabar New Straits Times.
Mata pengunjung yang ada di pantai itu berkaca-kaca saat menyaksikan kondisi paus yang mengenaskan tersebut, tulis Times.
Times mengutip perkataan Dr. Nicholas Pilcher, seorang pakar biologi kelautan serta pendiri Yayasan riset Maritim di Sabah mengatakan tidak merasa terkejut atas matinya ikan paus tersebut. “Seekor ikan paus yang sehat tidak akan bisa ke pantai sendirian. Pasti ada sesuatu yang salah pada ikan itu. Hanya kita tidak tahu apa itu,” kata Pilcher yang terlibat dalam upaya penyelamatan ikan paus tersebut pada Jumat.
Luka pada tubuh paus itu diduga karena tergores batu karang saat ia mencoba membebaskan dirinya. Ikan paus Bryde termasuk dalam jenis ikan paus baleen yang ditemukan di perairan tropis.
kabarindonesia.com,19/12/2006


















Tinggalkan Komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini