Pertengahan Bulan Desember 2006 lalu, Prof. Dr. Komar Sumantadinata, staf pengajar pada Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (BDP-FPIK-IPB), mendapatkan penghargaan sebagai tenaga ahli pemuliaan ikan dari Gubernur Jawa Barat pada upacara rilis nila NIRWANA (nila ras Wanayasa). Penghargaan yang sama juga diperoleh dari Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk pemuliaan ikan nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Pemuliaan ikan nila NIRWANA merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Jawa Barat dan BPPT, sedangkan pemuliaan ikan nila GESIT bekerja sama dengan BPPT dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT–DKP) Sukabumi.

Pemuliaan ikan nila NIRWANA berlangsung selama 3 tahun (2003–2006) di Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa, Purwakarta. Ikan nila NIRWANA merupakan hasil seleksi famili dengan bahan dasar ikan nila GIFT (Genetic Improvement Farm Tilapia) dan nila GET (Genetically Enchanced Tilapia) dari Filipina. Pertumbuhan bobot ikan nila NIRWANA meningkat sekitar 45% pada generasi ke–3 (F3) dibandingkan dengan populasi awalnya. Seleksi lebih lanjut terus dilakukan, untuk mendapatkan varietas ikan nila yang semakin baik pertumbuhannya. Varietas ikan nila ini bermanfaat untuk peningkatan produksi ikan.

Berbeda dengan ikan nila NIRWANA, pemuliaan ikan nila GESIT p diarahkan untuk memproduksi benih ikan nila monosex jantan (penjantan saja). “Pada ikan nila, ikan jantan tumbuh lebih cepat. Yakni lebih dari 50% dibandingkan dengan betina,” kata Komar. Dengan penyediaan benih monosex jantan, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas ikan secara nyata. Ikan nila GESIT adalah ikan nila jantan dengan kromosom sex YY. Yang dibuat dengan metode rekayasa kromosom sex ikan nila jantan normal (kromosom XY) dan betina (kromosom XX). Pemuliaan memerlukan waktu sekitar 6 tahun di Kolam Percobaan IPB Darmaga (2001–2004) dan di BBPBAT (2002–2006).

 

kabarindonesia.com,19/01/2010

About these ads