warga Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cebeunying Kaler, terlihat berkumpul di sekitar Sungai Cidurian yang melintas di kawasan tersebut, Minggu (26/9) siang. Sebagian terlihat duduk di atas tembok-tembok kirmir Sungai Cidurian sembari memainkan joran pancing. Di bagian sungai yang lainnya, puluhan anak-anak terlihat asyik nyair ikan di dalam sungai.

Matahari yang bersinar terik siang itu agaknya tidak menyurutkan semangat mereka untuk mencari ikan di sungai. Mereka tetap terlihat bersemangat untuk mendapatkan ikan yang sebelumnya ditebar oleh panitia acara tebar ikan di Sungai Cidurian.

Tingginya antusiasme warga menjadikan acara mancing dan nyair ikan bersama di Sungai Cidurian berlangsung meriah. Tua, muda, hingga anak-anak terlihat hanyut dalam suasana. Mereka seolah tidak peduli dengan panasnya matahari dan susahnya mendapatkan ikan.

Setelah satu jam berlalu, sebagian warga memang berhasil menangkap ikan nila, tapi tidak sedikit pula yang masih harus sabar menunggu keberuntungan. Meski setelah lebih dari satu jam tidak juga ada ikan yang mau mampir ke kail berumpan yang mereka berikan, warga terlihat masih setia menunggu.

Seorang warga RW 08, Dadang (37), mengatakan, mendapatkan ikan bukanlah tujuan utamanya datang ke acara mancing bersama. Baginya, kebahagiaan bermain di sungai bersama warga lainnya merupakan hal utama yang ingin ia dapatkan.

“Nggak apa-apa tidak dapat ikan juga. Saya cuma ingin menikmati duduk di pinggir sungai sembari menikmati sungai. Kalau hari-hari biasa kan malu duduk sendiri di sini. Kalau bareng-bareng seperti ini, jadi enak,” katanya.

Acara memancing bersama di Sungai Cidurian, ujar Dadang, juga membangkitkan kenangannya bermain di sungai beberapa tahun silam. Keinginan melihat sungai yang bersih dan nyaman merupakan harapan terbesarnya terhadap Sungai Cidurian yang sehari-hari ia lihat itu.

“Saya berharapnya ini akan dilakukan secara kontinyu. Setidaknya dengan seperti ini warga bisa tahu bahwa sungai ini sebenarnya bisa bersih, tidak melulu hanya sampah. Sungai juga bisa jadi tempat beraktivitas yang asyik,” katanya.

Warga lainnya, Gito (28), mengungkapkan kegembiraan serupa. Ia merasa senang dengan acara mancing bersama kali ini karena bisa menikmati suasana Sungai Cidurian bersama warga lainnya.

“Dulu sungai ini banyak sampah, tapi sekarang dengan ada kegiatan menebar ikan sungai sudah lebih bersih. Saya sebagai warga inginnya sungai ini dibersihkan supaya bisa dinikmati oleh warga,” ujar Gito yang juga tak kunjung mendapatkan ikan setelah sekitar satu jam menunggui joran pancing.

Harapan-harapan besar warga untuk semakin bersahabat dengan sungai ini juga disampaikan Ketua RT 01/RW 08 Kel Neglasari, Wahdi (41). Menurutnya, kegiatan mancing bersama ini menjadikan warga merasa tidak segan untuk berkegiatan di sekitar sungai.

“Kondisi sungai pun menjadi lebih bersih dengan kegiatan-kegiatan seperti ini sehingga warga pun menjadi senang, terbukti dengan antusiasme warga hari ini,” katanya.

Kegiatan mancing bersama ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada Agustus, warga telah diajak aktif mengikuti kegiatan mancing dan nyair ikan bersama di Sungai Cidurian.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan, kegiatan menebar ikan ke sungai merupakan suatu upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sungai dalam kehidupan. Ikan sekaligus diharapkan sebagai agen lingkungan yang mampu menunjukkan titik-titik rawan sungai yang harus segera mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kalau sungainya bagus, pasti ikan akan hidup. Tapi kalau sungainya tidak bagus, tentu ikannya tidak akan hidup. Sungai bagus dan ikan hidup itu suatu kebutuhan, makanya kami ajak masyarakat untuk menebar ikan dan menjadikan sungai menjadi bagus,” ujarnya.

Dada berharap, kondisi sungai yang bagus juga dapat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat. Masyarakat dapat menanam ikan di sungai untuk mendapatkan tambahan lebih. Pihaknya akan mengatur kawasan-kawasan mana saja yang boleh dan tidak boleh digunakan warga untuk membudidayakan ikan.
tribun jabar.com,27 September 2010.

About these ads