Ikan gabus yang di kalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama ikan kutuk ternyata mengandung banyak protein dan memiliki multi manfaat. Di antaranya menjaga vitalitas jasmani guna mengimbangi pekerjaan.

’’Di luar negeri satu porsi menu ikan gabus asal Indonesia setara dengan Rp 550.000. Sementara di Indonesia sendiri, ikan gabus belum dieksploitasi secara maksimum nilai ekonomisnya,’’ kata Ferry Widjaja, pemilik berbagai bisnis hiburan dan rumah makan di Salatiga maupun Semarang kepada Suara Merdeka kemarin.

Berdasarkan penelitian sejumlah koleganya di luar negeri, ia menyebutkan, persentase kandungan protein ikan gabus paling tinggi 58 persen dibanding ikan teri yang 33,4 persen, ikan pindang 28,5 persen, sarden 21,1 persen, ikan mas 16 persen. Selain itu ikan gabus juga mengandung albumin yang di dalamnya terdapat asam amino threonine dan tyrosine untuk mengatasi depresi.

Menurut Ferry, albumin diperlukan untuk menjaga sistem syaraf pusat, memainkan peran paling esensial untuk menjaga fungsi prostate laki-laki agar tetap sehat. Selain itu albumin juga mengandung praline yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot jantung.

’’Kolega saya di luar negeri berpikir bahwa menjaga tubuh supaya kuat menghadapi depresi, jantung kuat dan prostate berfungsi sempurna adalah beberapa hal penting yang harus dijaga masyarakat yang berprofesi apa saja. Itu sebabnya, secara teratur saya mengonsumsi menu ikan ini,’’ kata Ferry Widjaja cukup dekat dengan sejumlah petani Rawapening Kabupaten Semarang ini.

Lebih Murah

Dibanding luar negeri, katanya, ikan gabus di Salatiga lebih murah dan tersedia dalam jumlah melimpah kendati cara memperolehnya tidak gampang. Hal ini lebih karena faktor kedekatannya dengan Rawapening sebagai habitat ikan gabus. Ia mengakui, ikan ini cukup liar dan sulit ditangkap.

Itu sebabnya untuk mendapatkan ikan gabus terlebih dulu harus memesan jauh hari sebelumnya. Karena sampai kini belum ada ikan gabus dari hasil tangkaran yang bisa memenuhi kebutuhan setiap saat.

Melihat kondisi seperti itu, ia berencana akan mengajak masyarakat untuk menangkarnya serta berusaha untuk memasarkannya ke sejumlah rumah makan. Ikan gabus atau kutuk yang hidup di air tawar ini memiliki banyak nama antara lain Aruan (Malaysia), Kocolan (betawi), Boyong, Bogo, Licingan (Banyumas), Kutuk (Jawa).

Sebagai ikan yang kaya albumin yang mengandung allisin untuk menurunkan kadar lemak dalam darah untuk mengurangi risiko stroke, serangan jantung dan penyempitan pembuluh darah.

Juga mengandung zat aktif allyl sulfide yang dapat menghambat pertumbuhan hormon pemicu tumbuhnya sel kanker. Bahkan bisa memperbaiki otot, otak dan sistem syaraf pusat serta sistem kekebalan tubuh.
suaramerdeka.com,27 Januari 2009.

About these ads