You are currently browsing the daily archive for Desember 22, 2010.


CERITA tentang perikanan budidaya air tawar di Jawa Barat tidak terlepas dari keunggulan provinsi ini di kancah nasional. Peran nenek moyang yang mengestafetkan keahliannya turun-temurun telah membawa keterkenalan warganya sebagai penghasil organisma air yang memiliki manfaat kesehatan dan kecerdasan.

Tidak heran apabila banyak peristilahan perikanan yang berbau bahasa Sunda melekat menjadi bahasa perikanan, baik skala nasional maupun mancanegara. Hal itu dimungkinkan mengingat budaya memelihara ikan di tanah Pasundan sudah tertanam sejak para petinggi Kerajaan Galuh (sekitar 300 tahun lalu) mulai menggali sebagian bantaran sungai sebagai tempat menyimpan ikan. Untuk kemudian berangsur-angsur memeliharanya di kolam atau di sawah bersama padi.

Pengalaman yang turun-menurun memelihara ikan pada akhirnya selain untuk memenuhi keperluan sendiri, kemudian berubah menjadi ladang usaha untuk memperoleh penghasilan.

Bukti empiris yang menunjang keterkenalan Jawa Barat di antaranya keberadaan buku-buku perikanan terbitan lama karangan para ahli perikanan dari luar negeri. Sebut saja Dr Alikunhi dan Dr Chauduri (India), Dr Bardach (Israel), Dr Huet (Prancis), dan Dr Vaas Van Oven (Belanda). Sekitar tahun 1950-an mereka pernah mengunjungi wilayah Priangan, di antaranya Kampung Ciseda-Cipakat-Singaparna yang dikenal sebagai daerah pembenihan ikan mas tempo dulu.

Isi bukunya banyak tersisipi istilah perikanan berbahasa Sunda seperti sebutan kereneng, buleng, oblok, kakaban, panglembangan, gomblangan, panyabetan, palet, surumbung, sistem Galunggung, sistem kantong, sistem Rancapaku, dan sebagainya. Peran dan fungsi peristilahan tersebut mereka terangkan secara rinci serta diuraikan berdasarkan kajian ilmiah.

Keduk teplok merupakan bahasa baku perikanan bagi kegiatan untuk memperbaiki pematang kolam/tambak. Caranya dengan mengeduk tanah dari dasar kolam, kemudian meneplokkannya pada bagian pematang.

Mijah maling sering dipergunakan manakala ada induk ikan betina melakukan pemijahan/perkawinan tanpa disertai pasangannya. Adapun kakaban berasal dari kata kakab-helai, berupa ijuk yang dijepit sebilah bambu sebagai alat menempel telur.

Seorang pakar perikanan dari Cina, Prof Choong Lin (alm), pernah memperkenalkan kakaban sebagai salah satu tempat menempel telur ikan mas ala Jawa Barat di forum internasional.

Dr Scott dan Dr Warner, ahli genetika ikan dari Reading University Inggris, sempat terkagum-kagum ketika memperhatikan pembenihan ikan khas Kampung Saladah-Padakembang-Tasikmalaya. Walau metode pembenihannya tradisional, kadar ilmiahnya tinggi.

Centre of Excellence
Ikan beureum panon (Barbodes orphoides) juga berasal dari Jawa Barat. Walau jenis ikan ini sekarang terkesan langka, dalam berbagai literatur dalam dan luar negeri termasuk ikan air tawar potensial. Sebutan beureum panon telah menjadi hak paten bagi ikan yang mirip-mirip dan serumpun ikan tawes.

Tidak dibenarkan dengan dalih apa pun mengubah namanya menjadi ikan merah mata manakala diinformasikan ke berbagai kalangan. Sebab, nama tersebut telah tertoreh dalam akta yang dimilikinya. Baik ciri-ciri maupun deskripsinya terpampang jelas dalam kunci determinasi dan identifikasi yang digeluti kaum ichthyolog.

Demikian pula sebutan ikan mas kumpay (Cyprinus carpio var. Kumpay) sebagai ciri Ikan bersirip ngagebay-memanjang dan ikan mas si nyonya (Cyprinus carpio var.Si Nyonya) ditujukan bagi ikan mas bermata sipit.

Induk ikan, sebelum dikawinkan, senantiasa diberok, yakni dipisahkan antara jantan dan betina beberapa hari di wadah berbeda tanpa ada perlakuan khusus—tidak diberi makan. Alasannya, guna mengoptimalkan perkawinan (dalam literatur asing dikenal dengan fasting).

Panggilan ngaramo, sebutan bagi anak ikan ukuran jari tangan, akuakulturis luar telah menjadikannya sebagai bahasa perikanan dengan sebutan fingerling. Adapun kebul, bebeas, aruy, siki bonteng, ataupun cangkiran dan kobokan adalah istilah lain untuk benih ikan disesuaikan dengan ukuran serta nama takaran yang dipergunakan. Sedangkan larva bedah adalah anak ikan yang baru menetas tapi diperoleh saat kolam/wadah dibedahkeun—dikeringkan.

Seabrek bahasa Sunda tersebut diakui banyak mengisi peristilahan perikanan budidaya. Selain telah tercatat dalam referensi, juga menjadi bahasa pergaulan sehari-hari insan perikanan di tanah air.

Kehadiran integrated farming berupa longyam (integrasi antara balong dan ayam) berikut keberadaan kolam air deras, serta budidaya pada keramba jaring apung di waduk termasuk teknologi Sariban pada era tahun 1970-an telah menambah semarak budidaya ikan di Jawa Barat, memperkuat dugaan bahwa tanah Pasundan dikenal sebagai centre of excellent di Indonesia.

Nyaris Tak Terdengar
Akhir-akhir ini gaung budidaya ikan di Tanah Pasundan seakan nyaris tak terdengar. Persoalannya kegiatan perikanan budidaya yang berlangsung selama ini, bila dikaitkan dengan perkembangan global, menuntut adanya berbagai pembenahan.

Perlu terobosan-terobosan dalam menyikapi kebutuhan pasar. Satu di antaranya aktivitas perikanan pada umumnya masih bertumpu pada tingkatan tradisional. Peran teknologi dalam budidaya ikan merupakan salah satu kunci sukses, pada sisi ini teknologi dibutuhkan untuk mempertinggi produktivitas. Baca entri selengkapnya »


Ternyata, perairan kawasan pesisir pantai Laut Jawa, mulai Subang hingga Jatim, kondisinya memprihatinkan.

Director Marine Geological Institiute Kementerian Energi, Sumber Daya, Energi, dan Mineral (ESDM), Ir Subaktian Lubis MSc, mengungkapkan, hasil penelitian yang dilakukan jajarannya menunjukkan, bahwa tingkat sedimentasi pesisir Laut Jawa, tergolong parah. Bahkan, ungkapnya, Cirebon adalah pemberik kontribusi sedimentasi yang cukup besar.

”Ini terjadi karena lumpur terbawa sungai yang langsung ke laut. Selain itu, juga banyaknya saluran pembuangan air yang langsung menuju laut,” tandas Subaktian, di atas Kapal Geomarine III, Rabu (16/12).

Tentu saja, lanjutnya, sedimentasi itu berdampak buruk bagi ekosistem kelautan Laut Jawa. Kondisi ini, jelasnya, membuat para nelayan sulit memperoleh ikan. ”Santapan ikan adalah plangton, yang berada di dasar laut.. Jika laut normal dan tidak terkena sedimentasi, plangton-plangton itu terangkat oleh adanya tekanan bawah laut,” jelasnya.

Jika ada sedimentasi, terang pria berkaca mata ini, tekanan bawah laut tidak mengangkat plangton-plangton itu. Akibatnya, ikan-ikan tidak mendapatkan makanan. Itu membuat ikan-ikan mencari daerah lain. ”Situasi ini membuat para nelayan kesulitan menangkap ikan,” tuturnya.

Dia menyarankan, untuk melestarikan perairan, sebaiknya, pemerintah turun tangan. Misalnya, membangun sarana pembatas supaya lumpur-lumpur yang terbawa sungai atau aliran air lainnya, semisal pembuangan, tidak langsung ke laut
tribun jabar.co.id, Rabu, 16 Desember 2009.


Bersamaan dengan dibukanya Internasional Symposium on Ocean Science Technology and Policy oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi di Gedung Manado Convention Center, (12/5), sebuah pameran kelautan juga digelar di gedung terpisah di kompleks MCC.

Pameran yang bertajuk Pameran Indonesian Aquaculture 200, menampilkan produk budi daya perikanan andalan dari 59 kota, kabupaten, dan provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Pameran yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fredi Numberi tersebut berhasil menyita perhatian para tamu undangan yang menghadiri simposium ocean sience di MCC maupun masyarakat awam.

Dari semua stan yang ada, stand yang paling sering dikunjungi adalah milik Pemerintah Kota Batam. Bahkan anggota DPR RI Siswono Yudhohusodo dan Menteri KP Fredy Numberi ikut singgah di stan yang milik Pemerintah Kota Batam.

Pemerintah Kota Batam menampilkan produk budi daya andalannya bawal bintang yang merupakan spesies baru bawal yang merupakan hasil perkawinan silang dengan indukan bawal Taiwan.

Al Kadliory, staf Balai Budi Daya Laut Batam, mengatakan berhasil membudidayakan spesies bawal jenis ikan laut ini di tahun 2007 silam. “Proyek ini sudah kami lakukan sejak 2002 yang lalu, dari sejumlah uji coba, baru di tahun 2007 kami berhasil membudidayakan varian baru ikan bawal,” tuturnya. Baca entri selengkapnya »


MENTERI Kelautan dan Perikanan Dr Fadel Muhammad, disaksikan Gubernur Jateng Bibit Waloyo dan Bupati Klaten Sunarno SE, baru-baru ini meluncurkan Program Budidaya Ikan Nila varietas Larasati dan BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) di lahan Pembenihan Budidaya Ikan Air Tawar di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo.

Komitmen pemerintah ini diharapkan bukan sekadar perhatian sesaat, namun secara konsisten diikuti langkah-langkah konkret agar ke depannya mampu mendorong ekonomi rakyat lebih menggeliat.

Kabupaten Klaten khususnya bagian utara memiliki sumber air alam yang melimpah. Selain sebagai faktor pendukung utama pertanian dan pasokan air bersih, sumber air alam ini selanjutnya oleh para petani ikan di Kecamatan Polanharjo, Tulung,

Karanganom dan sekitarnya dimanfaatkan secara cerdas guna mengaliri kolam – kolam buatan untuk budidaya perikanan air tawar. Baca entri selengkapnya »


Pakar kesehatan hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Drh Fachriyan Hasmi mengatakan, penyakit hewan akuatik yang menyebabkan kerugian besar-besaran diduga berasal kontaminasi impor ikan.

“Mayoritas penyakit hewan akuatik khususnya ikan yang menyebabkan kerugian besar-besaran berasal kontaminasi impor ikan,” ungkap Prof Dr Drh Fachriyan Hasmi dalam siaran pers yang diterima SM CyberNews. Baca entri selengkapnya »


MENYAMBUT Peringatan Tahun Baru Cina atau Imlek, Imam Bintoro dibuat sibuk dengan menerima pesanan sejumlah aksesoris dan replika berkaitan dengan peringatan itu.

Terlebih lagi, tahun ini Peringatan Imlek dipadukan dengan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day yang juga diperingati masyarakat dunia, karena jatuh pada tanggal bersamaan 14 Februari.

Imam yang juga pemuda Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Hok Tek Bio Salatiga tersebut, memang dikenal memiliki kreativitas sebagai pembuat aksesoris dan barang yang berkaitan dengan ritual warga Tionghoa. Tahun ini dia mendapat pesanan membuat sembilan buah ikan koi ukuran besar, yang akan dipakai kelenteng di Magelang.

”Sudah lebih dari dua minggu ini saya mempersiapkan pembuatan ikan koi raksasa tersebut, kini tinggal finishing. Besok sudah saya bawa ke Magelang,” kata Imam di rumahnya Dukuh Karanganyar Kelurahan Kalicacing Kecamatan Sidomukti Salatiga.

Ikan koi tersebut bagi warga Tionghoa menggambarkan hewan keberuntungan. Pesanan pembuatan sebanyak sembilan buah yang merupakan angka keberuntungan yang selalu dipilih siapa saja. ”Saya membuat ikan koi ini dengan bantunan istri dan saudara,” ujarnya.
Replika Ganesha Setelah mendapat pesanan dia langsung merancang bahan dari bambu, desain warna, kertas pembungkus, dan lainnya. Namun karena sudah menjadi pekerjaannya pembuat aksesoris dan replika, begitu mendapat pesanan langsung tahu bagaimana desain dan cara pembuatan serta bahan yang dibutuhkan.

Imam mengaku tingkat kesulitan dalam pembuatan itu pada tahap penyelesaian, karena harus menyamakan kemiripan dengan bentuk aslinya. Adapun harga barang buatannya itu disesuaikan kebutuhan bahan baku serta ongkos pembuatan.

”Saya tidak berani menghargai terlalu mahal. Biaya bahan baku dan tenaga kerja terpenuhi serta pemesan senang, merupakan kebanggaan bagi kami.”
Tahun lalu pesanan yang diterimanya di antaranya, miniatur rumah-rumahan beserta isinya, yang dipakai untuk ritual Cao Kung Tek atau kirim doa kepada kerabat yang telah meninggal.

Dia juga mendapat pesanan membuat replika Ganesha ukuran raksasa saat meramaikan kegiatan Open House dan Peringatan Hari Pahlawan di TK/SD Kanisius Gendongan Kecamatan Tingkir Salatiga, November lalu.
suaramerdeka.com,01 Februari 2010.


Rekor ikan terberat hasil pancingan pecah dalam Lomba Mancing Tingkat Nasional ’’Bupati Jepara Cup VI’’ di Kepulauan Karimunjawa, 1-2 November. Lomba hasil kerja sama Pemkab Jepara dan Redaksi Suara Merdeka dengan total hadiah Rp 25 juta tersebut, dimenangi oleh Heru Chi Arif, dari Solo.

Mata pancingnya berhasil mengangkat ikan udul seberat 15,1 kg. Adapun posisi kedua dan ketiga masing-masing Joko (Semarang) dengan hasil pancingan tengiri 5,1 kg dan H Salim (Jepara) yang berhasil mendapatkan tengiri 3,9 kg.
Untuk juara harapan I, II, dan III yakni Catur (Semarang) mendapatkan ikan tunul 3,6 kg, James (Cirebon) memperoleh kakap merah sawo 3,4 kg, dan Wito (Semarang) dengan hasil pancingan tunul 3,2 kg. Sementara mayoritas hasil pancingan peserta yang berjumlah 107 orang itu, rata-rata kakap merah.

Para peserta lomba yang dilepas oleh Bupati Jepara Hendro Martojo tersebut, tak hanya dari Semarang dan sejumlah kota/kabupaten di Jateng. Namun ada juga kelompok pemancing dari Jakarta, Surabaya, dan Cirebon. ’’Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa,’’ kata dia.

Menurut Bupati, pemilihan waktu lomba kali ini tepat. Musim ikan ditunjukkan dengan cuaca teduh/ombak kecil dan ’’panglong’’ atau bukan bulan purnama.
Pada pelepasan peserta (1/11) dan pembagian hadiah (2/11) juga dihadiri investor dari Italia, Giorgio Torchio, CEO AustralAsia Consulting. Dia juga memberikan bantuan Rp 50 juta untuk pemberdayaan masyarakat Karimunjawa.

Ketua Panitia Amir Machmud dari Suara Merdeka mengatakan, dari sisi peserta, lomba kali ini merupakan yang terbanyak. Dia berharap lomba mancing yang rutin digelar berdampak positif pada pariwisata di Karimunjawa. Baca entri selengkapnya »


Meski petani tambak (petambak) di Kota Pekalongan mampu mengembangkan budi daya ikan patin ekspor dengan baik, tapi mereka terkendala pemasaran.

Karena itu sebagian besar petambak lebih memilih mengembangkan budi daya ikan lele lantaran lebih mudah dijual ke pasaran.

Hal tersebut kemarin terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD Kota Pekalongan di lahan tambak ikan lele dan patin binaan Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK).

Pranoto, petambak ikan patin dan lele di Kelurahan Soko menyebutkan, sebenarnya pembudidayaan ikan patin dapat mudah dilakukan seperti budi daya ikan lele. Namun dia sekarang ini terkendala masalah pemasaran.

”Kalau ikan lele sudah banyak yang mengambil, begitu panen semua bisa langsung terjual. Untuk ikan patin, kami masih kesulitan, sebab belum banyak peminatnya,” kata dia.
Ekspor Kendati demikian, ikan patin sangat diminati hotel berbintang seperti Hotel Nirwana Pekalongan yang sering membeli ikan dari hasil panen petambak karena pangsa pasar ikan sejenis lele tersebut adalah ekspor.

Selain masalah kendala pemasaran, petambak juga menginginkan agar Pemkot melalui DPPK memberikan bantuan alat pembuatan pakan agar petambak dapat efisien dan ekonomis melakukan kegiatan pembudidayaan. Baca entri selengkapnya »


Ikan gabus yang di kalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama ikan kutuk ternyata mengandung banyak protein dan memiliki multi manfaat. Di antaranya menjaga vitalitas jasmani guna mengimbangi pekerjaan.

’’Di luar negeri satu porsi menu ikan gabus asal Indonesia setara dengan Rp 550.000. Sementara di Indonesia sendiri, ikan gabus belum dieksploitasi secara maksimum nilai ekonomisnya,’’ kata Ferry Widjaja, pemilik berbagai bisnis hiburan dan rumah makan di Salatiga maupun Semarang kepada Suara Merdeka kemarin.

Berdasarkan penelitian sejumlah koleganya di luar negeri, ia menyebutkan, persentase kandungan protein ikan gabus paling tinggi 58 persen dibanding ikan teri yang 33,4 persen, ikan pindang 28,5 persen, sarden 21,1 persen, ikan mas 16 persen. Selain itu ikan gabus juga mengandung albumin yang di dalamnya terdapat asam amino threonine dan tyrosine untuk mengatasi depresi.

Menurut Ferry, albumin diperlukan untuk menjaga sistem syaraf pusat, memainkan peran paling esensial untuk menjaga fungsi prostate laki-laki agar tetap sehat. Selain itu albumin juga mengandung praline yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot jantung. Baca entri selengkapnya »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 3,416,293 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

Desember 2010
S S R K J S M
« Des   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Tulisan Terkini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.