Ciri yang paling menonjol dari ikan hias selain bentuknya yang khas, juga warnanya yang menarik. Warna inilah yang membuat orang rela berjam jam di depan akuarium kesayangannya selepas pulang kerja, atau sekedar istirahat siang di kantor yang ada pajangannya di ruang lobi.

Memelihara ikan hias di akuarium pada kebanyakan orang terkadang bukan lagi sekedar hobi, tetapi sudah menjadi perilaku “ketagihan” sehingga rela mengeluarkan uang jutaan bahkan sampai ratusan juta rupiah. Atau pada beberapa kontes, ikan hias yang menjadi pemenang akan bernilai sangat tinggi.

Yusak dan Agus Wijaya, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, juga pehobi ikan hias jenis koki. Ikan mas kokinya sering disertakan berbagai kontes.

Tak jarang, ikan yang dijagokan dua sekawan itu menjadi juara. Setelah menjadi juara akan terjadi transaksi. “Umumnya ikan juara, harganya akan menjadi mahal,” kata Yusak. Hal itu dianggapnya sebagai peluang usaha untuk meningkatkan penghasilan. Dilakukan penggalian informasi mengenai cara membudidayakan. Secara kebetulan, Agus Wijaya pernah mengunjungi sebuah farm ikan mas koki.

Mereka mengawali usaha dengan membangun bak-bak sebagai kolam pemeliharaan ikan di halaman rumah Agus. Kemudian membuat bak penampungan air yang diambil dari salah satu sumber air tak jauh dari rumahnya. Untuk menjaga kualitas air diolah dalam bak-bak penampungan dengan cara mengendapkan minimal selama enam jam, sebelum dialirkan ke kolam-kolam pemeliharaan.

Ikan mas koki yang dibudidayakan terdiri 17 macam dengan 200 indukan berbagai jenis. Antara lain jenis oranda yang meliputi oranda black, kaliko, red white dan blue. Ikan mas koki yang diproduksi, untuk kualitas kontes, harganya bervariasi antara puluhan juta rupiah sampai ratusan juta rupiah per ekor. Sedang untuk kualitas I, antara Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah.
suaramerdeka.com,13 Januari 2010

About these ads