MUNGKIN belum banyak yang tahu, saat ini perajin di Cilacap memiliki satu lagi produk andalan, yaitu minyak hati ikan hiu.

Minyak yang berwarna kuning itu, saat ini banyak ditemukan objek wisata Pantai Teluk Penyu. Belum bisa dipastikan apa manfaat minyak tersebut. Yang jelas, minyak hiu itu banyak dicari orang.

”Saya memang ke sini sengaja mencari minyak hati ikan hiu. Katanya, minyak itu jika dikonsumsi secara teratur bisa meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, dan menambah nafsu makan. Jadi, saya ingin mencobanya,” kata Satam, seorang pengunjung Teluk Penyu dari Kebumen.

Satam mengatakan, dirinya mengetahui manfaat minyak hati ikan hiu itu dari sejumlah kawannya. Kata dia, sebelumnya tidak memiliki nafsu makan yang besar. Setelah mengkonsumsi minyak tersebut, kini nafsu makannya bertambah dan tubuhnya semakin segar.

”Saya percaya dengan nasihat itu,” katanya.
Sementara itu, seorang penjual minyak ikan hiu, Choiriyah (52), membenarkan bahwa saat ini minyak hati ikan hiu naik daun. Dalam satu bulan, dia bisa menjual minyak sampai satu liter.

”Itu kalau lagi bulan ramai. Kalau lagi sepi, minyak yang terjual rata-rata setengah liter,” kata wanita yang sudah 20 tahun berjualan hati ikan hiu.

Untuk Pijat

Choiriyah mengatakan, kini banyak tukang pijat yang menggunakan minyak tersebut. Dari banyaknya tukang pijat yang menggunakan minyak itu, membuat keyakinan masyarakat akan manfaat minyak itu makin kuat.

”Bukan itu saja, banyak ahli pengobatan tradisional di Cilacap yang menjadikannya sebagai salah satu obat mujarab untuk penyembuhan sejumlah penyakit. Misalnya, pegal linu dan penyakit tulang,” katanya.

Tidak ada yang tahu persis, mulai kapan penemuan minyak ikan hiu itu terjadi. Sejumlah pihak meyakini, awal dari penemuan ini dilakukan oleh para nelayan kapal trowl yang kerap beroperasi di laut lepas.

Saat menangkap ikan hiu, secara iseng beberapa nelayan mengambil hati ikan tersebut dan menjemurnya. Saat keluar cairan dari hati yang terpanggang Matahari, para nelayan meminum cairan tersebut dan merasa tubuhnya lebih sehat. Sejak itulah cerita khasiat minyak hati ikan hiu mulai menyebar.

Dari sisi pengolahan untuk mendapatkan minyak tersebut memang tidak menggunakan api. Hati ikan tinggal ditaruh di bawah terik matahari. Cairan yang keluar dari hati itulah yang dimanfaatkan sebagai minyak mujarab.
”Biasanya, kami jemur pakai wajan selama dua jam. Saat cairan minyak berwarna bening keluar, kami tinggal mengambilnya,” lanjutnya.

Satu botol minyak hati ikan hiu berukuran sekitar 50 mililiter dijual Rp 5.000. Pada musim paceklik ikan seperti sekarang ini, Choiriyah dan para perajin lainnya tidak banyak memproduksi minyak itu. Namun pada musim panen, dalam satu hari dia bisa menghasilkan sekitar 50 liter. Dari pengalaman yang ada, satu buah hati ikan hiu ukuran sedang bisa menghasilkan setengah liter minyak.
suaramerdeka.com,14 Mei 2008

About these ads