You are currently browsing the daily archive for Desember 21, 2010.
Mudah stress? Anda tak sendiri. Risiko itu kian meningkat dalam masyarakat di era modern. Peningkatan itu disebabkan menumpuknya tekanan yang dialami individu ketika mereka berada dalam lingkup pekerjaan, lingkungan sekitar dan keluarga.
Strees juga terkait dengan makanan. Bila ingin mencegah stress cobalah cara sederhana yakni mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Pakar nutrisi, David Zinczenko, menyatakan ketika stres, tubuh secara alami meminta pasokan kalori. Pasokan kalori itu sengaja dipersiapkan tubuh untuk menghadapi tekanan yang dialami seseorang. Karena itu, Zinczenko menilai pasokan nutrisi itu haruslah sehat dan bergizi.
Pasalnya, pasokanan makanan yang jauh dari sehat dan bergizi hanya akan mengancam seseorang dari resiko obesitas. “Kuncinya adalah makanlah apa yang anda inginkan guna menghilangkan stres, membuat anda terlebih lebih ramping dan kuat melalui masa-masa sulit, “kata dia. Berikut tujuh jenis makanan yang direkomendasikan Zinczenko seperti yang dikutip dari Yahoohealt, Kamis (26/8) :
Pepaya
Mungkin sebagian dari anda mengira pepaya hanyalah buah yang bermanfaat melancarkan pencernaan belaka. Jika anda berpikiran demikian, artinya anda salah besar. Pepaya ternyata mengandung nutrisi yang mampu menghentikan stres seseorang. Nutrisi itu mampu memancing produksi hormon anti stres dalam tubuh. Sebagai informasi, setengah pepaya mengandung 75 persen vitamin C lebih banyak dari jeruk.
Berdasarkan hasil riset Universitas Alabama, AS satu pepaya berukuran besar mengandung 200 mg vitamin C. Dengan jumlah kadar vitamin seperti itu, seekor tikus tidak akan mengalami stres selama dua hari. “Kalau pepaya juga berkhasiat buat menghilangkan stres pada tikus, berarti bisa digunakan untuk menghilangkan stres pada manusia,” ujar Zinczenki. Baca entri selengkapnya »
Ketika anda mulai hamil, makan untuk dua orang bisa berarti banyak hal. Mengonsumi makanan bergizi maka bayi anda pun akan mendapat asupan nutrisi baik pula. Namun di antara peran makan bagi ibu hamil (bumil), makanan pun ada yang memiliki potensi mengganggu anda, dan tentu bagi si jabang bayi
Bisa jadi makanan dan minuman favorit anda terlihat aman sekilas. Saran bijak, jangan segan untuk memeriksa lagi siapa tahu ada potensi bahaya. berikut adalah makanan yang sebaiknya dihindari atau paling tidak dikurangi saat anda hamil dan alasannya.
Berbagai ikan laut seperti ikan pedang, hiu, raja makarel, juga ikan tuna kalengan. Jenis-jenis ikan laut di pelabuhan penangkapan ikan biasanya mengandung metilmerkuri tinggi, logam yang masuk ke dalam otak dan sistem syaraf anak jelas mengganggu pertumbuhan janin. Wanita hamil dan menyusui, menurut Administrasi Obat dan Makanan AS (FDA) dapat mengonsumsi tuna putih dalam batas aman yakni 6 ons dalam total batasan asupan makanan laut 12 ons perminggu. Selain ikan di atas yang juga harus dibatasi adalah salmon, udang, patin, tengiri, kakap laut dan bawal.
Daging merah, unggas, makanan laut (sushi, sashimi, kerang), telur mentah atau setengah matang. Makanan dari sumber hewani setengah matang akan mengandung variasi bakteri dan virus. Jika perlu gunakan termometer khusus daging untuk menentukan kematangan daging merah dan unggas, serta masak telur hingga tidak lagi lengket dan berbusa.
Daging olahan yang dikemas. Jangan konsumsi daging seperti deli, turki, salami, sosis, dan sejenis kecuali telah dipanaskan ulang hingga benar-benar beruap. Makanan sejenis ini beresiko terpapar Listeria Monocitogen, satu restrain bakteri yang menyebabkan listerosis yang memicu keguguran, kematian bayi saat lahir, dan masalah kesehatan serius lain. Baca entri selengkapnya »
Beberapa ilmuwan Australia menemukan kehidupan laut prasejarah yang aneh pada ratusan kilometer di bawah “Great Barrier Reef”, dalam satu misi yang tak pernah dilakukan sebelumnya untuk mendokumentasikan spesies yang terancam akibat pemanasan samudra. Berbagai makhluk purba seperti ikan hiu, ikan raksasa yang mengandung minyak ikan, kumpulan hewan berkulit keras, dan spesies cumi-cumi primitif yang hidup di dalam tempurung yang disebut nautilus termasuk di antara kehidupan mempesona yang ditangkap oleh kamera yang dikendalikan dari jauh di Osprey Reef.
Pemimpin peneliti Justin Marshall, Kamis (15/7), mengatakan, timnya juga telah menemukan beberapa spesies ikan yang tak dikenal, termasuk “ikan hiu prasejarah enam-insang”. Temuan itu berkat penelitian menggunakan kamera khusus yang sensitif terhadap cahaya suram dan dirancang untuk menjaring dasar samudra. “Sebagian hewan yang telah kami saksikan adalah jenis yang kami perkirakan, sebagian lagi tak kami duga, dan sebagian hewan itu belum kami identifikasi,” kata Marshall, dari University of Queensland.
“Ada ikan hiu yang benar-benar tidak kami duga, yang mirip ‘false cat shark’, yang sungguh-sungguh memiliki sirip belakang yang aneh,” kata Marshall sebagaimana dikutip oleh kantor berita Prancis, AFP. Tim tersebut menggunakan kepala tuna di ujung tongkat untuk menarik perhatian semua hewan itu, yang hidup jauh di bawah jangkauan cahaya. Baca entri selengkapnya »
Bayi yang mendapatkan suplemen makanan dengan tingkat DHA dan ARA atau lebih dikenal dengan Omega 3 dan Omega 6 dalam dosis tepat terbukti lebih dapat berkonsentrasi daripada mereka yang kekurangan kedua zat itu. “Bayi yang mendapat DHA dan ARA akan lebih perhatian karena mereka bisa berkonsentrasi lebih lama dalam menyelesaikan suatu permasalahan,” kata dokter anak senior dari Illinois, Amerika Serikat, Michael J Fitzgerald di Jakarta, Selasa.
Fitzgerald hadir di Jakarta sebagai pembicara kunci dalam seminar yang diselenggarakan salah satu produsen makanan bayi Mead Johnson yang mengangkat tema mengenai bagaimana suplementasi DHA dan ARA dalam kadar tepat dan penanganan yang teliti akan dapat berperan penting dalam tingkat pemecahan masalah anak.
Lebih lanjut, Fitzgerald menyebut dari survei yang dilakukan terhadap 229 bayi yang diberi DHA dan ARA dalam dosis tepat dapat berkonsentrasi dan melakukan pemecahan masalah lebih baik dari rekan sebayanya. “Bayi-bayi itu tidak lagi melakukan tindakan berdasarkan ‘trial and error’ namun sudah dapat memikirkan akibat dari tindakannya,” ujarnya.
Dari penelitian klinis terbaru menggunakan tes Means-End Problem Solving 2-Steps (MEPS 2) menunjukkan bahwa bayi yang diberikan susu dengan level DHA dan ARA yang tepat atau sebanyak 17 miligram per 100 kilo kalori DHA dan 34 miligram per 100 kilo kalori mempunyai tingkat pemecahan masalah yang lebih baik dalam usia 9 bulan yaitu persamaan tingkat keahlian dalam berpikir, memori juga fokus.
Dalam penelitian lain, bayi-bayi itu juga menunjukkan performa yang lebih baik dalam penyelesaian masalah yang rumit berhubungan dengan tingkat kecerdasan (IQ) serta berbicara dalam usia selanjutnya.
Penyediaan suplemen DHA dan ARA bagi bayi dikatakan Fitzgerald tidak terlalu sulit karena dapat dilakukan lewat makanan sang ibu bagi yang masih menyusui bayinya. “Hanya dibutuhkan sekitar dua sampai tiga kali porsi salmon seminggu atau sekitar 200 miligram DHA per hari sudah dapat memenuhi kebutuhan ini,” katanya.
Daging ikan salmon, terutama salmon dari air laut dalam adalah sumber yang sangat pas bagi asupan Omega 3 dan Omega 6 bagi ibu, meskipun jenis ikan lain juga dapat memenuhi unsur itu dalam jumlah berbeda. Namun ikan lain seringkali mengandung merkuri dalam kadar tinggi seperti ikan hiu atau king mackerel sehingga disarankan untuk menghindarkan ikan-ikan tersebut karena merkuri dapat bersifat racun dan mengganggu sel-sel saraf.
Ikan ini bisa diganti dengan sumber Omega 3 lainnya seperti biji rami, canola oil dan kenari. Saat ini, susu bayi telah banyak yang menambahkan suplemen Omega 3 dan Omega 6 ke dalam produknya, sehingga Fitzgerald menyebut agar para orangtua yang membutuhkan makanan tambahan bagi bayinya dapat memilih susu yang mengandung kedua zat tersebut.
Tapi ia menekankan bahwa air susu ibu (ASI) adalah tetap makanan terbaik bagi bayi hingga berusia enam bulan dimana pemberian ASI ekslusif tetap disarankan. “Kalau ada hambatan dalam menyusui, barulah diberi susu formula, sebaiknya yang mengandung DHA dan ARA,” kata Fitzgerald.
Sementara itu, Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rinawati Rohsiswatmo mengatakan bahwa selain pemberian nutrisi yang tepat, hal lain yang perlu diperhatikan adalah penanganan yang baik dan benar sejak bayi dilahirkan. “Pemberian nutrisi yang tepat dan penanganan yang baik akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak selanjutnya,” ujarnya.
Penanganan itu disebut Rinawati antara lain dengan memberikan stimulasi bagi kegiatan anak yang berbeda untuk tiap anak yang dikenal dengan program penanganan “Newborn Individualized Development Care and Assessment Program”
republika.co.id, 06 Juli 2010
Pemerintah Kenya sedang menjajaki transfer teknologi buatan Indonesia untuk pengolahan atau budidaya ikan sekaligus produk-produk ikannya.
Menteri Pengembangan Perikanan Kenya, Otuoma Paul Nyongesa, ditemui saat Pameran Indonesian Aquaculture, di Manado, Sulut, Rabu pagi (13/5) mengatakan, selama ini pihak pemerintah belum memiliki pengalaman budidaya ikan yang layak, sehat dan cepat.
”Selama ini, para nelayan Kenya selalu mengkonsumsi ikan langsung dari laut, namun jarang yang dibudidayakan supaya bisa berkelanjutan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Nyongesa, yang mengenakan baju jas biru didampingi sejumlah stafnya.
Nyongesa tidak malu ingin belajar langsung kepada nelayan atau pengusaha perikanan Indonesia dalam budidaya ikan. Bahkan, kehadirannya dalam acara Konferensi Kelautan Dunia (WOC) di Manado dari tanggal 11 sampai 15 Mei nanti, dimaksudkan untuk menyerap sebanyak mungkin informasi tentang teknologi budidaya perikanan.
”Kami sangat senang belajar dari Indonesia, bagaimana mengelola produk ikan, supaya bisa dikonsumsi,” katanya.
Sejauh ini, kata Nyongesa, dalam pengelolaan ikan secara tradisional di Kenya banyak mengalami sejumlah kendala, seperti keterbatasan jumlah ikan disaat terjadi badai atau perubahan cuaca di laut. Jika tidak dilakukan pembudidayaan ikan, maka nelayan setempat tidak bisa menyimpan ikan dalam jumlah banyak untuk kebutuhan ketika terjadi perubahan cuaca yang membuat nelayan tidak bisa melaut.
Alasan Pemerintah Kenya memilih transfer teknologi budidaya ikan dari Indonesia, karena banyak kesamaan kondisi alam maupun cuaca kedua negara tersebut. Posisi kedua negara berada di garis ekuator yang sama, dan juga memiliki akses langsung ke Samudera Hindia. ”Kami sangat berharap dorongan kedua negara bisa mewujudkan kerjasama di bidang ini,” ujar Nyongesa, menambahkan.
Lebih dari itu, Nyongesa bahkan mempersilakan investor dari Indonesia untuk mengembangkan teknologi pengolahan ikan di negaranya dan siap memberikan pelayanan serta memenuhi kebutuhan dari investor, jika berkenan datang ke Kenya.
Ditemui di tempat sama, Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, menyambut positif langkah Pemerintah Kenya. Freddy bahkan siap menugaskan Ditjen Budidaya DKP untuk mengirim sejumlah tenaga ahli pembudidayaan ikan Nila ke Kenya, guna memberikan pelatihan kepada nelayan disana.
Direktur Jenderal Budidaya Ikan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI, Made L Nurdjana, membenarkan bila DKP siap mengirim tim ahli budidaya ikan ke Kenya untuk mendampingi para nelayan disana, khususnya pembudidayaan ikan Nila, yang memiliki nilai tambah bagi nelayan.
”Kami akan mengirim tim budidaya ikan Nila dan memberikan pengalaman kepada mereka (nelayan Kenya),” kata Made.
Menurut sejumlah catatan, ikan Nila ini dikabarkan aslinya berasal dari afrika. Ribuan tahun ikan ini disukai oleh banyak orang sampai sekarang ini. Dahulu ikan nila hanya dimakan oleh orang-orang tertentu didalam kerajaan karena rasanya dan dagingnya berbeda dengan ikan air tawar lainya. Rasa ikan ini manis dan gurih, sedang dagingnya tidak bertulang.
”Ikan nila kebanyakan hanya bisa hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Akan tetapi di negara empat musim juga membudidaya ikan nila dengan cara moderen. System pengairan menggunakan heater pada musim dingin,” papar Made.
republika.co.id, 13 Mei 2009
Minyak ikan, olah raga dan mengisi teka teki mungkin baik untuk otak, tetapi tidak ada bukti kuat bahwa semua itu dapat mencegah penyakit Alzheimer’s. Sebuah panel ahli menyimpulkan bahwa suplemen, obat atau interaksi sosial juga belum terbukti dapat mencegah serangan penyakit tersebut.
Kelompok ahli itu mengamati puluhan penelitian yang menunjukkan cara-cara untuk mencegah Alzheimer’s, penyakit yang merusak otak dan tidak dapat diobati, dan menemukan tidak satu pun cukup kuat untuk menjadi bukti. “Kami berharap dapat mengatakan kepada orang-orang bahwa meminum pil atau mengisi teka-teki silang setiap hati akan mampu mencegah penyakit tersebut, tetapi bukti yang ada saat ini tidak mendukung harapan itu,” kata Dr Martha Daviglus dari Northwestern University di Chicago, yang memimpin panel tersebut.
Sebagian besar dari penelitian yang telah dilakukan itu menunjukkan kaitan, bukan penyebab atau dampak, kata Daviglus. “Kaitan ini adalah contoh klasik dari kebingungan antara ayam atau telur. Apakah orang mampu bertahan dengan kondisi mental yang tajam dalam jangka waktu yang panjang karena mereka aktif secara fisik dan berinterkasi secara sosial atau apakah mereka dapat tetap aktif secara fisik dan berinteraksi sosial karena mereka memiliki kondisi mental yang tajam,” katanya seperti dikutip Reuters.
Sebanyak 15 ahli itu bertemu dalam program konferensi ilmu pengetahuan, yang bertujuan mengarahkan riset masa depan pada bidang studi yang penting. Mereka meliputi para ahli di bidang geriatrik, perawatan jangka panjang, keperawatan, psikiatri dan bidang lain. Baca entri selengkapnya »
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengindikasikan banyak ikan asin beredar di pasaran mengandung zat berbahaya atau formalin. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi, Warasdi di Jambi, Sabtu (21/8) mengatakan, indikasi banyak beredarnya ikan asin mengandung formalin itu terlihat bentuk ikannya segar, tidak dihinggapi lalat, dan dagingnya kenyal.
“Hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional ditemukan ikan asin dengan ciri tersebut, namun kita belum berani menyimpulkan, apakah mengandung formalin,” katanya.
Ciri-ciri bahan makanan, khususnya ikan asin yang mengandung formalin, kelihatan segar, dagingnya kenyal dan tidak dihinggapi lalat. Ikan asin itu ditemukan pada jenis ikan asin pedo, yang biasnya dagingnya lembut, bentuknya buram dan selalu dihinggapi lalat.
Pembuktian mengandur formalin itu, Dinas kelautan dan Perikanan serta Balai POM harus turun ke lapangan memeriksa tempat pembuatan ikan asin dan yang beredar di pasaran.
republika.co.id, 21 Agustus 2010
Orang dewasa yang memakan ikan berlemak minimal sekali sepekan punya kesempatan menurunkan risiko rabun akibat usia. Hal itu terungkap dari penelitian Bonnielin K Swenor yang dimuat di jurnal Opthalmology. Dalam publikasi itu, terbukti orang yang yang rutin memakan ikan cenderung memiliki tingkat degenerasi makular yang terkait usia (age-related macular degeneration/AMD) yang lebih rendah ketimbang mereka yang tidak.
Penelitian ini juga mendukung bahwa asam lemak omega-3 seperti yang terdapat dalam ikan salmon, kembung, dan tuna, bisa menghambat berkembangnya AMD. AMD disebabkan pertumbuhan pembuluh darah belakang retina yang tidak normal atau rusaknya sel peka cahaya di dalam retina itu sendiri. Kedua hal itu dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang parah.
AMD adalah penyebab utama kebutaan pada orang lanjut usia. Belum ada pengobatan bagi AMD. Namun, perawatan tertentu dapat mencegah atau menghambat kehilangan penglihatan. Penelitian eksperimen Pemerintah AS menemukan, campuran dari antioksidan dosis tinggi, seperti vitamin C dan E, juga karoten beta dan seng, mampu memperlambat perkembangan AMD di tingkat menengah. Baca entri selengkapnya »
Begitu banyak makhluk hidup di dunia ini yang belum terungkap kehidupannya. Belum lama ini, ilmuwan Australia berhasil menemukan ratusan makhluk hidup prasejarah berwujud aneh yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Makhluk itu ditemukan ribuan meter di kedalaman laut di bawah Great Barrier Reef di Australia. Di antara temuan itu misalnya, seekor ikan hiu kuno, kawanan krustacea, ubur-ubur, dan berbagai jenis ikan lainnya. Kamera kontrol yang diterjujnkan di kedalaman laut itu menangkap keindahan makhluk ciptaan Allah SWT itu.
republika.co.id, 25 November 2010
ANDA pasti kenal Tukul Arwana, komedian paling ngetop dalam dua tahun terakhir. Presenter Empat Mata di Trans-7 ini menggunakan nama arwana, untuk memarodikan mulutnya yang mirip ikan tersebut.
Barangkali pula dia ingin memetik hoki, sesuai dengan kepercayaan kalangan tertentu bahwa keberuntungan akan memayungi orang-orang yang memelihara arwana.
Pada awal 2000-an, ikan ini mengalami booming di Indonesia. Hampir semua orang kaya memilikinya, meski harganya super mahal, bahkan pernah mencapai Rp 500 juta. Praktik perdagangan yang tidak terkendali mengakibatkan populasinya di alam bebas kian menyusut dari waktu ke waktu.
Memang, usaha budi daya sudah banyak dilakukan di beberapa daerah, terutama di Kalimantan yang menjadi pusat arwana di negeri ini. Tetapi budi daya ini lebih difokuskan untuk diperjualbelikan, bukan dilepas ke alam bebas sebagai pengganti ribuan populasi yang terlanjur lenyap.
Lidah Bertulang
Arwana termasuk salah satu anggota keluarga Osteoglasidae (keluarga ikan dengan lidah bertulang). Bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Warna tubuhnya bervariasi, sesuai dengan spesies masing-masing. Ada yang berwana merah, hijau, dan perak. Baca entri selengkapnya »
DI MUSIM Penghujan, nelayan kerap mengalami kesulitan jika menjemur ikan tangkapannya. Selain proses pengeringan masih mengunakan alat tradisional, pada musim itu nelayan sulit mendapat sinar matahari.
Kesulitan semacam itu bakal dihadapi sebagian besar nelayan di pesisir pantai utara, seperti Juwana dan daerah lain di Pati.
Jika kemarau kendala yang dihadapi petani minimnya tangkapan ikan di laut, tetapi di musim penghujan nelayan kesulitan mengeringkan ikan meski pendapatan ikan lebih banyak.
Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati, jumlah nelayan hingga 2002 adalah 15.374 orang dengan jumlah produksi pendapatan ikan laut 37.574.056 kg/tahun. Sementara itu, pendapatan para nelayan pada tahun itu Rp 101.449.950.
Untuk meningkatkan pendapatan, Yayasan Anugerah Yasa (YAY) memberikan kesempatan bagi nelayan untuk mengikuti pelatihan cara mengeringkan ikan asin dengan teknologi tata surya. Baca entri selengkapnya »
Ikan gabus yang di kalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama ikan kutuk ternyata mengandung banyak protein dan memiliki multi manfaat. Di antaranya menjaga vitalitas jasmani guna mengimbangi pekerjaan.
’’Di luar negeri satu porsi menu ikan gabus asal Indonesia setara dengan Rp 550.000. Sementara di Indonesia sendiri, ikan gabus belum dieksploitasi secara maksimum nilai ekonomisnya,’’ kata Ferry Widjaja, pemilik berbagai bisnis hiburan dan rumah makan di Salatiga maupun Semarang kepada Suara Merdeka kemarin.
Berdasarkan penelitian sejumlah koleganya di luar negeri, ia menyebutkan, persentase kandungan protein ikan gabus paling tinggi 58 persen dibanding ikan teri yang 33,4 persen, ikan pindang 28,5 persen, sarden 21,1 persen, ikan mas 16 persen. Selain itu ikan gabus juga mengandung albumin yang di dalamnya terdapat asam amino threonine dan tyrosine untuk mengatasi depresi.
Menurut Ferry, albumin diperlukan untuk menjaga sistem syaraf pusat, memainkan peran paling esensial untuk menjaga fungsi prostate laki-laki agar tetap sehat. Selain itu albumin juga mengandung praline yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot jantung.
’’Kolega saya di luar negeri berpikir bahwa menjaga tubuh supaya kuat menghadapi depresi, jantung kuat dan prostate berfungsi sempurna adalah beberapa hal penting yang harus dijaga masyarakat yang berprofesi apa saja. Itu sebabnya, secara teratur saya mengonsumsi menu ikan ini,’’ kata Ferry Widjaja cukup dekat dengan sejumlah petani Rawapening Kabupaten Semarang ini. Baca entri selengkapnya »
Puluhan warga Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus memanfaatkan kolam penampungan air hujan untuk budi daya ikan dengan keramba.
“Awalnya, kolam penampungan air hujan itu hanya dimanfaatkan warga sekitar untuk mencuci dan tempat membuang sampah, kini mulai dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar dengan keramba,” kata Kepala Desa Ngemplak, Safii, di Kudus, Jumat.
Budi daya ikan air tawar memanfaatkan kolam seluas 1 hektare tersebut dimulai sejak Agustus 2008. “Awalnya, hanya ada beberapa keramba saja, kini bertambah menjadi 50 unit keramba,” kata Safii yang menjadi fasilitator pengembangan ikan keramba itu.
Sebanyak enam keramba, kata dia, merupakan swadaya masyarakat yang benih ikannya diperoleh dari bantuan Pemkab Kudus. Biaya pembuatan setiap keramba dengan ukuran sekitar 6×8 meter menghabiskan dana sekitar Rp 700 ribu.
“Setiap keramba dapat diisi benih ikan hingga 2.000 bibit dengan harga bibit Rp 300/ekor,” ujarnya. Jenis ikan yang dibudi dayakan meliputi ikan nila, bawal, tombro, dan emas. “Ikan tersebut dapat dipanen pada usia sekitar lima hingga enam bulan,” ujarnya. Baca entri selengkapnya »
SELAIN gurami dan patin, ada satu lagi jenis ikan air tawar yang kini menjadi primadona di sektor perikanan. Dialah bawal (Colossoma macropomum), yang ukuran badannya relatif besar, daging gurih, dan tidak banyak duri.
Ada dua jenis bawal, yaitu bawal air laut dan bawal air tawar. Bawal air laut pernah kita jumpai di sejumlah mal, dalam bentuk ikan asin yang sedap. Ternyata, rasa daging bawal air tawar tak kalah lezat dari bawal air laut, bahkan menyerupai rasa daging gurami.
Jika ingin memeliharanya, dianjurkan untuk memulainya dari pembesaran dulu. Jika telah berpengalaman, bisa saja memijahkan sendiri.
Pembesaran bisa dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen. Anda pun dapat menerapkan sistem monokultur (hanya bawal) maupun polikultur (dicampur jenis ikan lain).
Untuk memulai usaha ini, Anda harus membangun kolam. Ada beberapa persyaratan ideal tentang kolam ikan bawal. Pertama, tanah kolam bertekstur liat lempung, tidak porous, subur, dan mempunyai sudut kemiringan 3-5 %. Kedua, lokasi kolam berada di ketinggian 50-400 m dpl.
Ketiga, air kolam bebas dari pencemaran bahan-bahan kimia, minyak, dan limbah pabrik, dengan pH 7-8, dan suhu air 20-28 derajat Celcius. Keempat, dasar kolam berlumpur, tetapi tidak terlalu keruh. Tinggi air dalam kolam 80-100 cm.
Jika sudah jadi, kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya benar-benar kering.
Pengeringan tanah dasar dimaksudkan untuk membasmi ikan-ikan predator atau kompetitor, mengurangi senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam, serta menjamin pertukaran udara (aerasi) yang baik di pelataran kolam. Baca entri selengkapnya »
SENAPAN angin akan dengan mudah menjatuhkan burung-burung yang sedang hinggap di dahan atau beterbangan di udara. Setelah mati makhluk bersayap ini akan dengan jatuh, ke bumi karena tidak kuasa menahan gravitasi. Penembak burung pun tinggal menunggu sasarannya jatuh ke bumi.
Namun apa jadinya jika hal itu diberlakukan pada pemburu ikan? Ikan memang bisa dipancing, tapi tidak semua ikan yang sering menampakkan diri ke permukaan air justru gampang dipancing.
Alih-alih memakan, mereka justru akan lari ketika umpan dilempar ke depan hidungnya. Padahal pandangan sang pemburu sudah telanjur tergiur dengan mangsanya yang seakan mengejek itu.
Bagi sebagian pemburu ikan, menembak merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan ikan. Tentunya bukan senapan angin untuk burung yang digunakan, karena senapan burung mempunyai kemampuan terbatas di dalam air.
Seandainya saja sasaran tembak terkena, ia bisa-bisa terseret arus air, dan hilang tanpa jejak. Dari situlah muncul ide memodifikasi senapan burung.
Seperti yang dilakukan Agus (31) dan Karwandi (40). Mereka membuat senapan yang cara kerjanya mirip dengan senapan angin untuk burung. Bahan yang digunakan cukup sederhana namun cukup rapi pengerjaannya.
Senapan penembak ikan ini terdiri atas dua buah pipa besi ukuran 1,25 inchi dan 10 milimeter, dengan panjang sekitar 50 cm.
Dilengkapi dengan popor kayu layaknya senapan burung. Besi yang lebih besar adalah sebagai tempat kuas kokang dan penyimpan udara, sedang yang lebih kecil adalah tempat peluru khusus ikan. Baca entri selengkapnya »


















Komentar Terakhir