Jakarta – Mancing ikan mas adalah salah satu kegiatan yang amat digemari, baik itu sebagai sarana hiburan, olahraga maupun pelepas penat. Tak heran jika berbagai cara dilakukan orang demi memenuhi hasratnya untuk memancing. Ada yang sampai mengeluarkan biaya mahal hanya untuk peralatannya saja (fishing gear), padahal bisa juga tanpa biaya sepeser pun.
Mancing di air tawar menjadi alternatif yang menggembirakan untuk mengisi waktu luang. Di luar nelayan, mancing adalah suatu hobi yang menyatukan kegiatan olahraga, olahrasa dan rekreasi. Di Indonesia kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana pun sepanjang di daerah tersebut terdapat air yang memenuhi syarat yang menjamin hidup ikan. Contohnya di danau, empang, situ, sungai dan sebagainya.


Lokasi mancing yang memang khusus untuk mancing ikan mas banyak bertebaran di Pulau Jawa. Untuk kota besar seperti Jakarta, lokasi pemancingannya yang terkenal sering didatangi para pemancing dari luar kota. Berikut ini adalah tempat pemancingan ikan mas yang terdapat di Jakarta dan sekitarnya.
1. Telaga Mina, lokasi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur
2. Pemancingan MBAU, lokasi Komplek AURI belakang MBAU Pancoran
3. Pemancingan KFT, Komplek KFT Jl. Lingkar Luar Cengkareng Jakarta Barat
4. Pemancingan Puspita, lokasi Jl. Pondok Gede 8 Jakarta Timur
5. Pemancingan Telaga Fajar, lokasi Jalan Pemda Cibinong
6. Pemancingan Cinangka Indah, Jl. Cinangka Indah 18 Sawangan Bogor
7. Pemancingan Permata Buana, lokasi Jl. Raya Bogor Sawangan
8. Pemancingan Pemagar Sari (PPS) Jl. Gunung Sindur Parung (tot)

Sekilas Galatama Mancing

Jakarta – Mancing ikan mas sistem galatama mulai populer di era tahun 80-an. Bahkan sampai kini, mancing dengan sistem ini semakin digilai sebab hadiahnya adalah motor dan mobil! Istilah galatama sebenarnya adalah milik dunia persepakbolaan. Keduanya sama-sama yang mengutamakan kompetisi. Siapa pencetus sebutan itu, tak ada datanya, namun yang pasti idenya berasal dari para pemancing itu sendiri.
Perbedaan mancing galatama dengan sistem mancing ikan mas lainnya, di antaranya, ikan hasil pancingan tak dibawa pulang melainkan milik penyelenggara yang setelah dilakukan penimbangan diceburkan kembali ke empang. Pemenangnya adalah yang memperoleh tangkapan terberat. Memiliki aturan tersendiri yang harus dipatuhi peserta.
Waktu penyelenggaraan lazimnya dibatasi yakni 2 sampai 2,5 jam yang disebut babak atau ronde. Mancing sistem galatama juga menuntut teknik dan kreativitas yang tinggi, akibat dari adanya batasan waktu, aturan yang ketat tadi. Jadi meskipun empang yang dipakai bergalatama ini terdapat banyak ikan, tapi belum tentu menjadi lebih mudah karena tingginya hasrat masing-masing pemancing untuk berkompetisi.
Biasanya peserta galatama adalah para pemancing yang rutin mendatangi empang tersebut. Tak usah segan atau canggung kalau belum banyak tahu teknik dan etika bergalatama. ”Pengalaman akan mengasah kita guna menjadi pegalatama yang handal,” ujar Ibnu Saptaji, pemancing sistem galatama yang pernah memenangkan hadiah motor.
Menurutnya, mancing ikan mas sistem ini masih sama dengan mancing lainnya. Teknik dasar yang dipakainya adalah mancing dengan kreativitas yang nanti akan tercipta dengan sendirinya. Anggapan bahwa mancing galatama ini adalah sebagai arena judi tidak betul. ”Hasil yang didapat sebagai juara nggak akan sebanding dengan biaya yang pernah dikeluarkan,” sambungnya.
Di era sekarang ini di mana harga ikan budidaya dan yang lain-lainnya semakin tinggi menjadikan arena galatama sebagai pilihan tepat untuk mereka yang ingin merasakan perlawanan ikan dan ingin tetap mengasah kemampuan mancingnya. Mancing ala galatama dianggap sebagai tingkat teratas mancing ikan mas.
(tot)

dari : sinarharapan.co.id

About these ads