Mencari air di Nusa Penida bisa menjadi obyek pariwisata menarik untuk jenis wisata petualangan. Lewat tangga-tangga kayu pada sisi tebing yang curam ini, penduduk Nusa Penida tiap hari lalu lalang sambil memikul dua ember air tanpa rasa gentar.

Selasa, 2 Desember 2008 | 05:51 WIB

DENPASAR, SELASA - Para ahli dari Conservation International Indonesia menemukan lima spesies ikan baru di perairan sekitar Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Kelima spesies itu adalah Chromis sp, Priolepis 33 sp, Priolepis 11 sp, Pseudochromis sp, dan Trimma sp. Penemuan ini memperkaya sekitar 550 spesies ikan karang yang telah teridentifikasi sebelumnya, termasuk spesies campuran dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Direktur Marine Program Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra mengatakan, pihaknya yakin kelima ikan itu termasuk spesies baru. Namun, pihaknya tetap menghubungi museum internasional dan beberapa organisasi internasional untuk memastikan.

”Kami berharap pemerintah daerah menjaga dan mengajak masyarakat untuk memelihara perairan di sekitar Nusa Penida, apalagi potensinya sangat besar untuk biota kelautan,” kata Ketut di Denpasar, Senin (1/12).

Chromis sp yang ditemukan memiliki warna oranye dengan ekor putih, panjang sekitar 12 cm, dan berasal dari famili demsel. Ikan tersebut pemakan plankton dan hidup secara berkelompok di kedalaman 20-50 meter.

Tiga jenis ikan lain, Priolepis 33 sp, Priolepis 11 sp, dan Trimma sp, masuk kelompok gobi dengan ukuran sekitar 3,5 cm. Ikan ini hidup di kedalaman mulai dari 50 meter. Ikan Pseudochromis sp termasuk dalam famili dottyback. Habitatnya di perairan arus kuat kedalaman 25-60 meter. Warna badannya coklat kemerahan serta ada garis kuning dan biru di bawah kelopak mata.

Temuan itu dihasilkan dari penelitian Nusa Penida Marine Rapid Assessement Program selama 10 hari, 20-30 November. Penelitian melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, SEACORM, Yayasan Bahtera Nusantara, Universitas Udayana, dan Universitas Warmadewa.

Gerry Allen yang dikenal sebagai ahli ikan kelas dunia juga terlibat dalam penelitian itu. Rapid menyimpulkan, 60 persen terumbu karang Nusa Penida masih tumbuh dengan baik. Saat ini tercatat ada 260 spesies dari 800 spesies di dunia. (AYS)

Sumber : Kompas.com

About these ads