You are currently browsing the daily archive for November 17th, 2008.

Ikan arwana super red, keindahannya terletak pada cincin sisiknya yang berwarna merah dan emas.
Kamis, 24 April 2008 | 06:40 WIB

JAKARTA, KAMIS – Permaisuri Sultan Hassanal Bolkiah, Azrinaz Mazhar Hakim, berminat membeli ikan arowana atau arwana jenis Super Red seharga Rp 100 juta, saat mengunjungi tempat penangkaran ikan hias itu di rumah Sriyadi (42), Kompleks Perumahan  DPR Blok K No 54, Joglo. Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/4).

Ny Bolkiah  tiba di  rumah  Sriyadi  pukul 09.30 WIB bersama  30 anggota rombongan, termasuk sejumlah istri menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), dan dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tamu negara yang mengaku menyenangi ikan hias ini melihat-lihat sekitar 260 ekor arwana, baik yang ada di akuarium maupun di tiga kolam di belakang rumah Sriyadi. Ia mengaku sangat terkesan melihat penangkaran
ikan yang populasinya dilindungi pemerintah ini.

Kepada tamunya, Sriyadi menjelaskan proses penangkaran ikan arwana jenis Super Red atau dalam bahasa latinnya Sclerophages formosus. Penangkaran diawali dari perkawinan induk  ikan yang berusia lebih dari 10 tahun, dilanjutkan dengan pemeliharaan  telur-telur ikan yang telah dierami dalam mulut induknya,  hingga pemeliharaan arwana sampai berusia sedang. Sriyadi menyediakan arwana beragam usia, mulai dari satu hingga lima tahun, dan harga yang termahal Rp 100 juta.

Kunjungan Ny Bolkiah  ke rumah Sriyadi hanya berlangsung sekitar 20 menit. Pada akhir kunjungan, Sriyadi memberi kenang-kenangan berupa dua  foto ikan arwana seharga Rp 100 juta tersebut kepada tamunya. Foto arwana jenis Super Red tersebut berbahan kanvas, berukuran 90 cm x 120 cm. Tepampang  juga alamat website Sriyadi, www.citraarowana.com, dalam foto tersebut. Read the rest of this entry »

Ikan arwana super red

Kamis, 25 September 2008 | 14:49 WIB

JAKARTA, KAMIS - Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sepakat mengembangkan sekaligus memasarkan komoditas ikan hias bersama.

Kesepakatan kerjasama tersebut tertuang dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi bersama dengan Kepala LIPI Umar Anggara Janie di Jakarta, Kamis (25/9).

Menurut Freddy, kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya (dari 2001 hingga 2006) dalam pengelolaan Pusat Pengembangan dan Pemasaran (Raiser) Ikan Hias di Cibinong, Jawa Barat.

Dia mengatakan dukungan riset sangat diperlukan tidak hanya untuk keperluan pengembangan ikan hias saja tetapi juga masalah kelautan dan perikanan lainnya. Selain itu riset juga bertujuan untuk mendukung pembuatan kebijakan yang cepat dan tepat.

“Keunggulan sektor kelautan ini belum maksimal. Untuk ikan hias sendiri nilai ekspornya justru setiap tahun menurun, angka ekspor 9,5 juta AS dollar pada tahun 2007 jauh di bawah nilai ekspor tahun 2006,” ujar dia. Read the rest of this entry »

Jumat, 10 Oktober 2008 | 18:39 WIB

PONTIANAK, JUMAT - Ikan asin jenis bulu ayam menjadi kegemaran wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) karena rasanya yang gurih dan tidak terlalu asin di lidah.

Yanto, seorang pemilik toko di jalan Sisingamangaraja, di Pontianak, Jumat (10/10) mengatakan, ia menjual berbagai jenis ikan asin termasuk ikan asin bulu ayam yang paling digemari wisatawan yang berkunjung ke Pontianak.

Ia mengatakan, ikan asin bulu ayam yang tipis menyerupai bulu ayam itu sangat digemari karena rasanya yang gurih dan tidak terasa asin seperti ikan asin lainnya.

“Wisatan yang datang ke Kota Pontianak, selalu membawa oleh-oleh ikan asin bulu ayam selain oleh-oleh lainnya karena merupakan makanan khas kita,” katanya.

Ia mengatakan, para wisatawan dari luar tidak terlalu sulit untuk memperoleh ikan asin jenis itu, karena ikan asin jenis itu sangat banyak dijual di toko-toko di Kota Pontianak, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Read the rest of this entry »

Electrolux addisoni, ikan pari yang mengingatkan kita pada mesin penyedot debu karena kemampuannya menyedot mangsa di sekitarnya.
Sabtu, 8 November 2008 | 21:37 WIB

CIREBON, SABTU - Penjualan hasil perikanan tangkap ikut merosot sebagai imbas krisis keuangan global. Di Cirebon, penjualan sejumlah produk perikanan turun hingga 20 persen akibat melemahnya permintaan.

Manajer Produksi PT Pan Putera Samudera, Ari, mengemukakan, pengiriman rajungan kalengan untuk ekspor yang rata-rata 60 ton per bulan, kini turun menjadi 30 ton per bulan. Produk rajungan kalengan selama ini dipasarkan ke Amerika Serikat.

“Permintaan terhadap rajungan kalengan menurun sejak Oktober, seiring krisis keuangan AS,” tutur Ari.

Penurunan serupa dikemukakan Dakina (49), pemasok tulang ikan pari. Harga tulang ikan pari yang semula Rp 40.000-Rp 60.000 per kg kini turun menjadi Rp15.000- Rp 25.000 per kg karena menurunnya permintaan. Tulang ikan pari selama ini diekspor untuk diolah menjadi kosmetik.(LKT)-
Brigita Maria Lukita

dari : kompas.com

Senin, 3 November 2008 | 21:43 WIB

BANDUNG, SENIN – Tingkat konsumsi ikan masyarakat Jawa Barat termasuk rendah, hanya 24,09 kilogram (kg) per kapita per tahun. Tingkat konsumsi tersebut masih jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 26,5 kg per kapita per tahun.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jabar Netty Heryawan di Bandung, Senin (3/11), mengatakan, a ngka itu lebih rendah lagi jika dibandingkan standar minimal tingkat konsumsi ikan Organisasi Pangan Dunia sebesar 30 kg per kapita per tahun.

Tingkat konsumsi ikan di Jabar semakin tertinggal jauh bila dibandingkan negara-negara seperti Malaysia sebesar 45 kg per kg per kapita per tahun, Thailand sebesar 35 kg, dan Korea Selatan sebesar 85 kg. Apalagi, negara-negara maju dengan tingkat konsumsi 50 kg hingga lebih dari 100 kg.

Masyarakat Jepang misalnya, mengonsumsi ikan 110 kg per kapita per tahun. Oleh karena itu, diperlukan upaya kerja keras secara simultan untuk meningkatkan konsumsi ikan. Mereka dengan tingkat konsumsi sebesar itu tersebut lebih terhindar dari masalah gangguan pembuluh darah. Read the rest of this entry »

Selasa, 29 Juli 2008 | 18:35 WIB

IBU hamil yang ingin memiliki anak cerdas, nasihat yang satu ini tampaknya patut dipertimbangkan. Jadikanlah konsumsi ikan sebagai bagian dari diet selama masa kehamilan. Ikan akan membuat kemampuan berpikir dan motorik anak yang dilahirkan menjadi lebih baik.

Suatu riset yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology telah menguji hubungan antara  asupan makan wanita selama hamil dengan hasil tes kognitif anak-anak pada usia tiga tahun setelah lahir. Riset menunjukkan, wanita yang mengonsumsi ikan semasa hamil melahirkan bayi (di usia 3 tahun) yang kemampuan motorik dan kognitifnya lebih baik dibanding bayi yang lahir dari ibu yang enggan mengonsumsi ikan saat hamil.

Anak usia tiga tahun yang lahir dari ibu pemakan dua porsi ikan setiap minggu menunjukkan skor lebih baik di atas rata-rata dibanding dalam tes-tes yang menguji kemampuan mengingat kosa-kata, visual-spasial, visual-motor, dan  skil motorik.

Menurut David Neubauer MD peneliti dari John Hopkins, hasilnya memang signifikan karena masa-masa paling penting dalam perkembangan otak bayi adalah sebelum mereka dilahirkan. Sebagian besar dari sel syaraf manusia dibentuk ketika ibu hamil memasuki masa trimester kedua kehamilan, ketika proses penting dari pembentukan hubungan antar sel-sel syaraf terjadi.

Kemampuan berpikir dan berperilaku tentu saja adalah hasil dari berfungsinya otak. Oleh karena itu gangguan dalam otak yang terjadi dalam pembentukan awal biasanya akan berakibat abnormalitas dalam berpikir dan berperilaku di kemudian hari.

“Kenapa ikan? karena ikan kaya akan kandungan asam lemak OMEGA 3  yang dikenal sebagai komponen penting dalam struktur otak”, ungkap Neubauer. Contohnya ikan salmon, hering.

Namun begitu, Neubauer mengingatkan bahwa tidak semua bentuk konsumsi ikan akan memberi manfaat bagi bayi.  Ia mengingatkan bahwa ikan bisa tercemar zat kimia berbahaya seperti merkuri, justru akan  merusak pembentukan otak.

Faktanya, anak usia 3 tahun yang lahir dari ibu yang makan ikan tercemar merkuri saat hamil cenderung mencatat skor rendah saat menjalani tes. Ikan-ikan besar yang berumur panjang seperti tuna atau ikan pedang (swordfish), yang memangsa ikan lain dan  mengakumulasi merkuri, adalah dua jenis ikan yang cenderung  memiliki kadar racun tinggi. Jenis-jenis yang terbilang rendah misalnya udang, sarden dan salmon.
AC
Sumber : yahoohealth

dari : kompas.com

Kamis, 24 April 2008 | 10:55 WIB

KEBIASAAN mengonsumi minyak ikan menurut hasil beberapa penelitian memang memiliki khasiat bagi kesehatan khususnya jantung.  Dalam sebuah studi klinis terbaru di Australia, manfaat minyak ikan kembali mendapatkan dukungan.

Berdasar riset, konsumsi suplemen minyak ikan secara teratur mampu menurunan ketidakstabilan elektris pada jantung, khususnya pada pasien yang mengidap kelainan detak atau ritme jantung.

¨Pengaruh kestabilan ini mungkin  suatu  cara di mana minyak ikan dapat menurunkan risiko kematian pada pasien pengidap penyakit jantung dan pembuluh darah,¨ Dr Glenn D Young dari Royal Adelaide Hospital, Australia seperti dikutip Reuters Health.

¨Hasil riset ini tentu akan mendukung penggunaan minyak ikan atau pun konsumsi ikan lebih luas lagi pada pasien pengidap penyakit jantung koroner,¨ tambah Young.

Beberapa riset sebelumnya melaporkan bahwa peningkatan konsumsi ikan atau pun minyak ikan berdampak pada penurunan risiko kematian akibat serangan jantung. Fakta ini pun lalu memunculkan ide bahwa minyak ikan dapat menyeimbangkan atau menstabilkan ritme jantung.

Dalam riset tentang minyak ikan ini, Young dan rekannya melibatkan 26 pasien pengidap gangguan ritme jantung  yang disebut ventricular tachycardia. Di  dalam jantung para partisipan ini tertanam alat pacu jantung. Read the rest of this entry »

Selasa, 10 Juni 2008 | 11:52 WIB

MENGONSUMSI makanan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 seperti minyak ikan ternyata mampu mambantu menghindari risiko gangguan penglihatan, demikian hasil tinjauan sebuah riset.

Seperti dimuat dalam jurnal The Annals of Ophthalmology, tinjauan riset para ahli Australia menyatakan omega-3 dapat menekan risiko seseorang menderita gangguan penglihatan degeneratif yang disebut  age-related macular degeneration (AMD) hingga 30 persen lebih.  Namun begitu, peneliti sama sekali tidak menganjurkan setiap orang untuk banyak mengonsumsi omega-3 jika hanya ingin terhindar dari ancaman ini.

Dalam istilah medis, AMD merupakan kondisi memburuknya penglihatan secara progresif dan tidak bisa diperbaiki akibat penipisan dan pendarahan di sekitar macula atau daerah pusat retina mata.  Penderita AMD, yang kebanyakan berusia 60 tahun ke atas, biasanya kehilangan kemampuan untuk melihat secara detil. Pada beberapa kasus yang parah, penderita AMD bisa dikataka buta meski masih memiliki sedikit kemampuan untuk melihat. Read the rest of this entry »

Kapal Republik Indonesia (KRI) Pulau Rangsang menangkap dua kapal ikan Thailand yang mencari ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Sebanyak 29 anak buah kapal (ABK) dengan barang bukti 55 drum ikan diamankan di Pangkalan Laut Pontianak. Tampak beberapa ABK kapal memperlihatkan kompartemen berpendingin untuk ikan tangkapan di Pangkalan Laut Pontianak.
Sabtu, 17 Mei 2008 | 16:27 WIB

JAKARTA, SABTU – Setiap tahun lebih 3.000 kapal ikan asal Thailand melakukan kegiatan illegal fishing di kawasan laut Indonesia. Akibat kegiatan tersebut, Indonesia kehilangan pendapatan sekitar 3 miliar sampai 6 miliar dollar AS per tahun. Akumulasi selama 30 tahun terakhir kerugian yang dialami Indonesia sekitar 209 miliar dollar AS.

Kenyataan itu dikemukakan Kepala Pusat Riset Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan, Victor PH Nikijuluw, pada peluncuran bukunya berjudul Blue Water Crime: Dimensi Sosial Ekonomi Perikanan Ilegal (penerbit Cidesindo, Mei 2008) di Gedung KOI, Jakarta, Sabtu (17/5).

Hadir pemberi pengantar buku tersebut Adhyaksa Dault, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yang juga ahli teknologi kelautan lulusan IPB. Victor menjelaskan, perikanan IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) ibarat virus yang perlahan-lahan melumpuhkan dan mematikan industri perikanan Indonesia. Jika Indonesia sebagai bangsa tidak melakukan aksi nyata untuk mencegahnya, industri perikanan kita akan mati dibuatnya. Nelayan akan kehilangan kesempatan berusaha dan bekerja.

“Industri pengolahan perikanan yang sudah sekarat saat ini akan mati dan sulit bangkit kembali. Perdagangan dan jasa perikanan akan lenyap. Karena itu masalah perikanan IUU ini perlu dipikirkan, dibahas, dan menjadi perhatian orang banyak. Bangsa ini harus serius memperhatikan masalah ini,” jelasnya. Read the rest of this entry »

Senin, 15 September 2008 | 12:33 WIB

IMW: Usut Tuntas Illegal Fishing di Indonesia

JAKARTA, SENIN - Illegal fishing yang dilakukan kapal asing telah merugikan Indonesia sebesar Rp30 triliun per tahun, merusak biota laut, serta menyengsarakan para nelayan. Tindakan ini juga telah menginjak-injak kedaulatan Indonesia.

Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Indonesia Maritim Watch (IMW) melakukan aksi damai di depan Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (15/9). Mereka menuntut Polri untuk mengusut tuntas kasus illegal fishing dan menindak tegas para pelakunya.

Menurut IMW, illegal fishing jarang sekali mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Padahal, laut merupakan batas negara yang memiliki kekuatan hukum nasional dan internasional. Koordinator Harian IMW, Jimmy Matitaputy, mengatakan, salah satu negara utama yang kerap melakukan illegal fishing di Indonesia adalah Thailand. Read the rest of this entry »

Selasa, 16 September 2008 | 11:45 WIB

JAKARTA, SELASA - Perairan Indonesia khususnya perairan Natuna, Laut China Selatan, Laut Sulawesi bagian utara Samudara Pasifik, dan Laut Arafuru ternyata masih menjadi incaran para nelayan asing berburu ikan secara ilegal. Itu terbukti, saat kapal pengawas perikanan HIU 09 dan HIU 10 milik Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) berhasil menangkap sembilan kapal asing berbendera Thailand dan Vietnam yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal pada 3 September 2008.

Menurut Direktur Jenderal Pengawas dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP), Aji Sularso, kapal yang ditangkap terdiri dari enam kapal berbendera Vietnam dan tiga lainnya berbendera Thailand. Kapal-kapal Vietnam kini ditahan di dermaga Kepulauan Riau, sedangkan kapal-kapal Thailand dibawa ke dermaga Muara Baru, Jakarta.

“Kami ingin mengawal proses hukum bagi kapal-kapal yang melanggar ini, sampai di bawah pengawasan TNI Angkatan Laut. Karenanya, tiga kapal berbendara Thailand kita bawa ke sini,” ujar Aji di Jakarta, Selasa (16/9). Read the rest of this entry »

ilustrasi

Kamis, 18 September 2008 | 06:12 WIB
JAKARTA- Sekitar 50 kapal ikan Thailand melalukan illegal fishing atau penangkapan ikan ilegal di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Jakarta Departemen Kelautan Dan Perikanan (DKP) Bachtiar Tjambi, yang ditemui di Jakarta, Rabu (17/9) menjelaskan, pihaknya baru bisa menangkap sembilan kapal ikan jenis pursine asal Thailand.

”Mereka tidak membawa bekal es dalam jumlah banyak. Fasilitas pendingin juga tidak ada sehingga diduga ada kapal penampung yang beroperasi. Saat ini, tiga unit kapal yang tertangkap kita bawa ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara untuk ditahan sebagai barang bukti,” kata Bachtiar.

Ada tiga belas orang awak berkewarganegaraan Thailand yang diamankan. Sebanyak tiga awak ditahan di darat karena sakit. Sisanya dibiarkan berada di kapal yang ditambatkan di sebelah kapal patroli DKP.

Kapal yang ditahan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta adalah MV Nawatip 1, MV Nawatip 3 dan W Siripong 9. Kapal-kapal tersebut berbobot mati 110 ton dan mampu mengangkut sekitar 40 ton ikan.

Chaiwith seorang nahkoda kapal ikan Thailand mengaku sudah beroperasi sepuluh hari di perairan Natuna ketika ditangkap patroli DKP yang menggunakan Kapal Hiu 010. Saat ditangkap hanya Chaiwith yang membawa paspor, sedangkan awak lainnya tidak membawa dokumen keimigrasian atau pun buku pelaut. Read the rest of this entry »

Kapal Republik Indonesia (KRI) Pulau Rangsang menangkap dua kapal ikan Thailand yang mencari ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Sebanyak 29 anak buah kapal (ABK) dengan barang bukti 55 drum ikan diamankan di Pangkalan Laut Pontianak. Tampak beberapa ABK kapal memperlihatkan kompartemen berpendingin untuk ikan tangkapan di Pangkalan Laut Pontianak.

Sabtu, 18 Oktober 2008 | 10:01 WIB

AMBON, SABTU- Pihak Kepolisian Daerah Maluku memproses pelelangan 600 ton ikan dari empat kapal berbendera Thailand yang ditangkap di laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru, 25 Agustus lalu karena melakukan pencurian ikan secara ilegal sehingga barang bukti tersebut tidak membusuk karena keterbatasan ruangan pendingin.

Kepala Polda Maluku Brigjen (Pol) Mudji Waluyo, di Ambon, Sabtu (18/10), mengemukakan, proses pelelangan sudah diajukan ke kejaksaan dan panitia lelang muatan KM Antasena 810, 806, dan 836 yang diamankan di Tual, Maluku Tenggara, serta KM Antasena 829 di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

Hasil pelelangan oleh Kantor Lelang Negara akan digunakan sebagai barang bukti untuk Berita Acara Pemeriksaan(BAP) yang dilimpahkan ke kejaksaan. Menurut Mudji, kasus pencurian ikan di perairan Maluku menjadi perhatian serius Polda setempat karena kenyataannya merugikan negara  dan Maluku.

Apalagi, penangkapan ikan memanfaatkan peralatan yang dilarang Departemen Kelautan dan Perikanan(DKP) sehingga dipastikan merusak kelestarian ekosistem lingkungan, sekaligus mengancam habitat sumberdaya hayati laut.

“Kami serius memerangi kegiatan penangkapan ikan secara ilegal sehingga menjalin kerjasama dengan Mabes Polri dan Interpol untuk mengirimkan personil ke Thailand guna mengecek informasi dua dari enam kapal yang dikejar melarikan diri ke sana,”tandas Kapolda. Read the rest of this entry »

Hiu Air Tawar berumur empat bulan ditawar dengan harga Rp 185.000 per ekor.

Senin, 18 Agustus 2008 | 18:59 WIB

JAKARTA,SENIN - Kesan hiu sebagai binatang buas telah lekang. Kini, ikan dengan postur lancip itu dapat menjadi pilihan tua muda untuk menghiasi akuarium di rumah. Namanya Hiu Air Tawar. Jenis ini tidak kanibal, makanannya hanya cacing beku.

Amir, karyawan stand Chika’tirroo Lobster di Pameran Flora Fauna 2008 di Lapangan Banteng Jakarta mengatakan jenis hiu ini berasal dari Sungai Amazon yang terkenar liar. Panjangnya bisa mencapai 4 meter. “Tapi itu setelah bertahun-tahun dipelihara,” ujar Amir sambil memegang bayi Hiu Air Tawar yang berusia 4 bulan, Senin (18/8).

Bayi-bayi hiu yang ditaruh di etalase akuarium di pameran tersebut panjangnya sekitar 10 cm. Geraknya ligat tapi tak pernah mengganggu jenis lain sekalipun digabung bersama ikan salamander dan bayi lumba-lumba dalam satu akuarium.

Menurut Amir, tidak sulit memelihara ikan yang dijualnya dengan harga Rp 185.000 per ekor ini. Seseorang cuma perlu menyediakan akuarium, airator untuk menimbulkan gelembung oksigen serta filter air. Total pengeluaran awal di stand Amir jika seseorang ingin memelihara Hiu Air Tawar cuma sekitar Rp 235.000 di luar akuarium, terdiri dari bayi ikan Hiu tersebut, airator Rp 25.000, filter Rp 20.000 dan cacing beku secukupnya seharga Rp 5.000.

Perawatannya pun tak sulit. Seperti memelihara ikan hias lain, hiu cukup diberi makan sekali sehari sementara akuariumnya harus dikuras dalam jangka waktu seminggu sekali. Jika mati lampu, keluarkan air di dalam akuarium hingga setengahnya agar mempermudah si hiu untuk ‘mengambil nafas’ ke permukaan air. Read the rest of this entry »

Sabtu, 20 September 2008 | 07:56 WIB

YOGYAKARTA, SABTU - Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa menyimpan sejumlah potensi wisata pantai. Setelah Pantai Baron, Krakal, dan Kukup, mulai populer, ada satu pantai lagi yang keindahannya masih tersembunyi. Pantai Panggang namanya. Pantai ini memiliki keindahan panorama laut berupa palung yang airnya jernih sehingga satwa laut terlihat jelas.

“Palung laut setempat sering menjadi tempat singgah ikan besar seperti paus tutul, hiu maupun lumba-lumba. Namun, untuk menikmati keindahan di dalam laut itu harus dilihat dari tebing curam setinggi 100 meter dari dasar pantai,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) DIY Bambang Wibowo di Yogyakarta, Jumat (19/9).

Menurut dia, kawasan tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh tim KTNA DIY yang sedang membina para nelayan kawasan pantai Panggang, Gunungkidul.  Mereka mengatakan di kawasan laut setempat sering dijadikan tempat pertemuan ikan-ikan besar.

“Para pemancing tradisional yang sering memancing dari tebing itu juga sering melihat sejumlah ikan besar berkumpul di kawasan laut tersebut,” katanya.

Karena itu, menurut dia, apabila kawasan laut setempat dijadikan obyek wisata, diyakini akan disukai wisatawan. Read the rest of this entry »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 1,059,573 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

November 2008
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

www.bukansarjanabi.asia

Halaman