Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru kamera : Ahmad Susanto
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat
Tayang : 10 Januari 2008 Pukul 12:30 WIB

Pelabuhan Ratu merupakan salah satu kota pesisir di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya yang berada di sisi laut selatan Jawa membuat kota ini dikenal sebagai penghasil ikan laut. Tempat pelelangan ikan pajagan merupakan sarana para nelayan menjual hasil tangkapan ikan.

Ikan marlin dan ikan tuna hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual untuk dikonsumsi masyarakat, tetapi juga diolah menjadi produk makanan berupa abon ikan. Lokasi pembuatan abon ikan berada tidak jauh dari tempat pelelangan ikan, tepatnya berada di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Ikan yang dibeli dari dari nelayan dibawa ke tempat pengolahan. Industri pengolahan abon ini dikelola oleh Yati, dengan dibantu para pekerja yang terdiri dari kaum wanita yang tergabung dalam koperasi.

Usaha pengolahan abon ikan ini diwarisi Yati dari kedua orang tuanya. Sejak orang tuanya meninggal dunia, Yati meneruskan usaha ini sehingga berkembang hingga seperti sekarang.

Untuk memperoleh hasil yang baik, ikan tuna dan ikan marlin yang akan diolah hanya diambil bagian dagingnya. Sedangkan bagian kepala dan buntutnya dibuang. Setiap harinya dibutuhkan sekitar 500 kilogram ikan marlin dan tuna.

Setelah dicuci bersih ikan direbus. Proses perebusan ini dimaksudkan agar daging ikan menjadi lembut dan mudah diolah. Kemudian daging ikan dipress dengan alat sederhana. Setelah dipres, daging ikan yang dapat diolah menjadi abon hanya tinggal 40 persen saja dari keseluruhan badan ikan.

Selanjutnya daging ikan dihancurkan dengan cara digiling. Proses selanjutnya pemberian bumbu. Diantaranya bawang putih, lengkuas, garam dan santan kelapa. Daging ikan yang telah diberi bumbu lalu diaduk hingga rata. Kemudian digoreng. Proses penggorengan dilakukan dengan cara tersendiri, sehingga hasil gorengannya merata.

Daging ikan yang telah digoreng kemudian dipress untuk menghilangkan minyak. Kemudian daging dicabik-cabik. Kini abon telah jadi dan dapat dimakan. Abon ikan lalu dikemas kedalam kantong plastik dan siap dipasarkan. Pemasarannya melalui toko oleh-oleh, supermarket dan pasar tradisional. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan abon ini sekitar 30 persen. Hasilnya dibagi antara pemilik usaha dan para pekerja.(Helmi Azahari/Ijs)

dari : indosiar.com

About these ads