Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Damar Galih
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Cibaraja, Sukabumi, Jawa Barat
Tayang : Sabtu, 27 Oktober 2007 Pukul 07.00 WIB

indosiar.com, Cibaraja - Ikan nila merah merupakan salah satu unggulan budidaya ikan air tawar. Pasarnya cukup menjanjikan, cepat besar dan perawatannya tidak rumit. Salah seorang petani tambak yang menekuni budidaya ikan nila merah adalah Baban Supandi, di Kampung Cimahi, Desa Cibaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Dia telah menekuni usaha ini sejak sepuluh tahun lalu.

Untuk mencapai lokasinya dari kota Sukabumi dapat mengambil arah ke Kampung Cimahi, Cibaraja.

Di tempat ini, budidaya ikan nila merah dilakukan mulai dari pemijahan hingga pembesaran. Daur produksi ikan nila merah sejak pemijahan hingga siap jual memakan waktu sekitar enam bulan.

Sebelum dilakukan pemijahan terlebih dahulu dilakukan seleksi indukan, dengan cara memilih induk jantan dan betina yang telah siap dikawinkan. Indukan dipilih yang telah memiliki bobot lebih dari setengan kilogram. Indukan jantan memiliki banyak sperma, sementara indukan betina perutnya buncit bulat dan telah matang gonad.

Prosesnya perkawinan dilakukan secara mono kultur di kolam. Perbandingannya satu indukan jantan membuahi tiga indukan betina. Setelah dilakukan proses pemijahan akan diperoleh bibit ikan yang ditempatkan di kolam penampungan. Anakan ikan yang dijadikan bibit yang telah berumur dua hingga tiga bulan, dengan panjang antara dua hinga lima inchi.

Selain dibesarkan sendiri, bibit ikan ini juga dijual ke petani tambak di sekitar wilayah Sukabumi dan juga ke petani keramba terapung di Waduk Cirata. Pembesaran ikan nila merah dilakukan di kolam permanent. Sebelum bibit ikan ditebar kolam terlebih dahulu diolah sehingga kaya unsur hara. Caranya, kolam ditaburi pupuk kandang dan pupuk buatan.

Agar ikan cepat besar pemberian pakan harus dilakukan seara rutin dua kali sehari, pagi dan sore hari. Pakannya berupa pelet dan dedak. Ikan nila merah hasil budidaya disini dipasarkan ke wilayah Sukabumi, Bogor hingga ke Jakarta. Harganya di pasaran cukup stabil sekitar 10 ribu rupiah per kilogram. (Helmi Azahari/Dv

dari : indosiar.com

About these ads