You are currently browsing the daily archive for April 2nd, 2008.

19/03/08 – Siaran Pers: Utama
dkp.go.id

No.18/PDSI/III/2008

Kebijakan dalam pembangunan perikanan adalah Pengendalian Perikanan Tangkap, Pengembangan Perikanan Budidaya dan Peningkatan Nilai Tambah Hasil Perikanan. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Departemen Kelautan dan Perikanan berupaya meningkatkan produksi perikanan ke depan pada kegiatan perikanan budidaya. Demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi pada acara Pembukaan Rakernas Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Tahun 2008, di Gedung Departemen Kelautan dan Perikanan, Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Jakarta Pusat. (19/3)

Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan perikanan budidaya telah menunjukkan hasil yang siginifikan, dengan meningkatnya volume dan nilai produksi perikanan budidaya. Dalam kurun waktu 2005-2007, volume produksi perikanan budidaya mengalami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 19,56 % dengan nilainya meningkat rata-rata per tahun sebesar 10,85 %, yaitu dari 2,16 juta ton senilai Rp 21,45 triliun pada tahun 2005 meningkat menjadi 3,09 juta ton, dengan nilai sebesar Rp 26,36 triliun pada tahun 2007.

Dalam upaya mewujudkan perikanan budidaya yang berdaya saing dan produksi yang bermutu, Departemen Kelautan dan Perikanan telah mendorong peran aktif Pemerintah Daerah, untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi usaha budidaya. Selain itu, Pemerintah Daerah harus membuat terobosan yang berpihak kepada pengusaha kecil, memberikan fasilitas khusus kepada investor dengan memberikan kemudahan kepada pengusaha dalam berinvestasi dan menetapkan tata ruang wilayah sehingga dapat memberikan kepastian hukum berusaha. Read the rest of this entry »

19/03/08 – Siaran Pers: Utama
dkp.go.id

No. 16/PDSI/III/2008

Perkembangan teknologi penangkapan ikan didunia menunjukan bahwa alat tangkap trawl merupakan alat penangkap ikan yang paling efektif dalam peningkatan produksi dan produktifitas hasil tangkapan. Alat tangkap trawl mulai dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1960-an, baik pada nelayan skala kecil maupun skala industri. Akibat belum adanya sistem pengelolaan trawl yang baik, alat tangkap tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap kelestarian sumberdaya ikan. Disamping itu keberadaan trawl juga di Indonesia ternyata menganggu keadaan nelayan tradisional yang merasa dirugikan sehingga menyulut protes yang keras pada masa itu. Pemerintah selanjutnya menerbitkan Keppres RI No. 39 tahun 1980 tentang Pelarangan Alat Tangkap Trawl di Perairan Indonesia. Demikian disampaikan menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi saat membuka workshop “Pengurangan Dampak Lingkungan melalui Introduksi Teknologi Alat Pereduksi Hasil Tangkapan Sampingan dan Perubahan Pengelolaan Trawl di Indonesia” di Hotel Mercuri, Ancol Jakarta (18/3).

Namun demikian, pelaksanaan Keppres tersebut tidak berjalan secara efektif, dan keberadaan trawl tetap eksis dan justru berkembang dengan cepat, baik pada skala kecil maupun industri. perkembangan selanjutnya cenderung memanipulasi nomen-klatur nama alat tangkap yang secara teknis termasuk dalam kategori trawl misalnya dengan menggunakan istilah “ pukat ikan”, “ pukat hela”’ dan sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperoleh legalitas formal. Tidak jelasnya pelaksanaan peraturan mengakibatkan terjadinya illegal fishing, dan bila terus dibiarkan diyakini dapat merusak kelestarian sumberdaya ikan dan menimbulakan konflik horizontal di tingkat nelayan. Read the rest of this entry »

27/03/08 – Berita: Riset Kelautan & Perikanan
dkp.go.id

Ikan Belanak (Liza melinoptera)

Edisi Maret 2008 No.3

Ikan belanak atau Otomebora mullet termasuk klas Actinopterygii, ordo Perciformes dan familia Mugilidae, merupakan jenis ikan laut tetapi sering masuk ke daerah estuaria bahkan ke perairan sungai (tawar).

Ikan ini terdistribusi pada semua perairan terutama di daerah estuari (coastal) dan laut di daerah tropis dan subtropis yaitu di Indo-Pacific, Filipina, dan Laut Cina Selatan, hingga Australia. Di Sungai Musi ikan belanak hidup di daerah muara dan estuaria seperti di daerah Sungsang dan Sembilang (Utomo, et al., 2007). Ikan belanak merupakan jenis ikan pelagis (benthopelagic) yang bersifat katadromus hidup di perairan tawar seperti sungai, estuari dan laut dengan kedalaman sampai 120 meter, temperatur antara 8-240C.

Alat tangkap yang sering digunakan untuk menangkap ikan belanak adalah jaring insang, tuguk dan belad. Ikan ini dapat mencapai ukuran 120 cm dan berat 12 kg di alam. Di Australia ditemukan ukuran maksimum 76 cm, sedangkan di China hanya 11,5 cm. Ukuran yang sering tertangkap di perairan Sungai Musi adalah kurang dari 20 cm (Utomo, et al., 2007). Ikan belanak biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar, tetapi ada juga yang dijadikan ikan kering, ikan asin dan ikan asap (sale).

Narasumber:
Peneliti BRPPU
BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN
BALAI RISET PERIKANAN PERAIRAN UMUM
Jl. Beringin 308 Mariana – Palembang 30763
Telp. (0711) 537194 Fax. (0711) 537205
Email : brppu_palembang_dkp@yahoo.co.id

Penulis dan Penyunting:
Dina Muthmainnah, M.Si. dan Nurwanti, S.Ikom.

15/12/06 – Info Aktual: Pencemaran

dkp.go.id

Direktur Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan telah menurunkan Tim untuk melakukan pengecekan lapangan. Tim telah melakukan Kegiatan Pemantauan Kondisi Pencemaran di Sungai Cilamaya, Kabupaten Subang ( Jawa Barat) dan Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), yang berlangsung pada tanggal 5 s/d 6 Oktober 2006, dengan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:

A. SUNGAI CILAMAYA (KAB. SUBANG – JAWA BARAT)

  1. Sungai Cilamaya yang bermuara di Desa Rawameneng, Kec. Bianakan, Kab. Subang secara administrasi alirannya melalui 3 kabupaten, yaitu : Kab. Purwakarta (Hulu Sungai). Kab. Karawang, dan Kab. Subang. Sungai tersebut digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti : MCK, mengairi tanaman, dan tambak;

  2. Tambak-tambak masyarakat di sekitar muara Sungai Cilamaya menggunakan air sungai tersebut sebagai sumber air tawar. Menurut Ketua KUD Mina Karya Baru, pencemaran sungai sudah berlangsung cukup lama, sekitar tahun 1980- an. Karena sumber airnya yang telah tercemar maka ikan dan udang yang dipelihara di dalam tambak terhambat pertumbuhanya, mengalami stres, dan kemudian mati. Berdasarkan hal tersebut, Tim Ditjen P2SDKP telah melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas KP Kab. Subang dan Kasubid Analisa, kemudian selanjutnya melakukan peninjauan lapangan;

  3. Hasil pertemuan dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Subang, disampaikan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan tidak mendapat laporan resmi dari KUD Mina Karya Mandiri tentang kasus pencemaran Sungai Cilamaya. Dalam kasus-kasus pencemaran sungai di Kabupaten Subang, Dinas Kelautan dan Perikanan tidak dilibatkan dalam Tim yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, sehingga kurang begitu mengetahui kasus-kasus yang terjadi dilapangan;

selengkapnya….

31/01/08 – Lain-lain: Artikel

dkp.go.id

Siapa sangka ikan lele bisa jadi kerupuk yang tak kalah lezatnya dengan kerupuk ikan pada umumnya. Selain bahan bakunya murah, cara membuatnya juga ternyata sangatlah mudah. Lele ternyata tidak hanya bisa digoreng dan dimakan dengan sambal saja.

Lalu kenapa disebut sebagai kerupuk lele ? Biasanya penamaan kerupuk ini memang mengikuti bahan baku pengisinya seperti kerupuk yang diberi bahan baku udang maka akan dinamakan kerupuk udang, demikian pula dengan kerupuk lele bahan baku pengisinya adalah lele. Tapi tentunya dengan bahan – bahan lain sebagai tambahan.

Untuk membuat kerupuk lele anda membutuhkan bahan baku dengan komposisi sebagai berikut : tepung tapioka (9 kg), Daging lele (3,5 kg), air (3,3 liter), garam (300 gram), gula (250 gram), soda kue (10 gram), bahan pengasam secukupnya, bawang putih (250 gram), telur (8 butir), susu kental (30 sendok makan), Natrium Meta Bisulfit (5 gram), Natrium benzoat (5 gram), keju parut (100 gram), dan minyak goreng secukupnya.

Peralatan yang diperlukan adalah : timbangan, gelas ukur, panci email, saringan, mixer, blender, pisau dan talenan, kompor brander / kompor bertekanan, pengukus adonan kerupuk, bak plastik, rak kayu, laminating pres untuk menutup kemasan, para – para, oven atau mesin pengering, pengaduk kayu, dan eetakan kerupuk.

selanjutnya… 

23/01/08 – Lain-lain: Artikel

Rumput laut potensial yang dimaksud disini adalah jenis-jenis rumput laut yang sudah diketahui dapat digunakan diberbagai industri sebagai sumber karagin, agar-agar dan alginat. Karaginofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida karagin, agarofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida agar-agar keduanya merupakan rumput laut merah (Rhodophyceae). Alginofit adalah rumput laut coklat (Phaeophyceae) yang mengandung bahan utama polisakarida alginat.

  • KARAGINOFITRumput laut yang mengandung karaginan adalah dari marga Eucheuma. Karaginan ada tiga macam, yaitu iota karaginan dikenal dengan tipe spinosum, kappa karaginan dikenal dengan tipe cottonii dan lambda karaginan. Ketiga macam karaginan ini dibedakan karena sifat jeli yang terbentuk. Iota karaginan berupa jeli lembut dan fleksibel atau lunak. Kappa karaginan jeli bersifat kaku dan getas serta keras. Sedangkan lambda karaginan tidak dapat membentuk jeli, tetapi berbentuk cair yang viscous. Tabel 1. dibawah ini menunjukkan jenis rumput laut karaginofit dengan fraksi karaginannya.

  • Jenis Yang PotensialE. cottonii dan E. spinosum merupakan rumput laut yang secara luas diperdagangkan, baik untuk keperluan bahan baku industri di dalam negeri maupun untuk ekspor. Sedangkan E. edule dan Hypnea sp hanya sedikit sekali diperdagangkan dan tidak dikembangkan dalam usaha budidaya. Hypnea biasanya dimanfaatkan oleh industri agar. Sebaliknya E. cottonii dan E. spinosum dibudidayakan oleh masyarakat pantai. Dari kedua jenis tersebut E. cottonii yang paling banyak dibudidayakan karena permintaan pasarnya sangat besar. Jenis lainnya Chondrus spp., Gigartina spp., dan Iridaea spp tidak ada di Indonesia, mereka merupakan rumput laut

selanjutnya….

04/01/08 – Lain-lain: Artikel

dkp.go.id

Mengapa Karamba Jaring Apung (KJA)?

Secara umum kamba lebih mudah mengurusnya Produksi per satuan luas luas lebih tinggi Karamba jaring apung,bagi nelayan lebih dekat hubungannya dari tambak Ikan bisa dijual dalam keadaan hidup dan harga lebih tinggi Waktu panen dapat diatur dan ukurannya lebih seragam Benih dan padat tebar

Benih Kakap Putih dapat diperoleh dari alam atau dari panti benih. Ukuran panjang 2-3 an (30-40 hari) atau ukuran besar 25-30 gram/ekor. Benih berenang cepat/gesit sisik mengkilat tergolong benih yang baik dan sehat. Kepadatan optimal untuk benih berukuran 25-30 gram/ekor adalah 100 ekor/m3. Sedangkan benih berukuran 100-150 gram/ekor. padat tebarnya adalah 40-50 ekor/m3 KJA. Kegiatan Pendederan

Pendederan dilaku kan setelah benih berumur 30 hari (D-30) dari saat penetasan. Waktu penebaran benih adalah pagi hari atau sore hari. Padat penebaran antara 80-100 ekor/m3 volume air. Pakan diberi berupa cacahan daging segar halus dengan dosis 100% per hari dari total berat badan selama bulan pertama. dan pada bulan kedua dosisnya diturunkan menjadi 75% per hari. Masa pememliharaan pendederan selama 1 – 2 bulan, benih sudah akan mencapai ukuran gelondong. Pemeliharaan selama satu bulan ukuran panjang 2,5 – 3,5 cm, sedangkan pemeliharaan selama 2 bulan 7,5 – 10 cm. Jaring/hapa yang memiliki lubang (mata jaring) kecil. Dengan ukuran kurungan pendederan adalah 2×2x2 m3 atau 3×3x3 m3. Kegiatan Pembesaran

selengkapnya….

01/04/08 – Info Aktual: IUU Fishing

Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan 004 milik Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) baru-baru ini berhasil menangkap 24 Kapal Penangkap Ikan di sekitar perairan laut Timika, Papua. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 buah kapal penangkap ikan berbobot rata-rata 100 – 300 GT. Dua lainnya merupakan kapal pengangkut ikan, masing-masing berbobot 900 GT dan 2600 GT. Dari seluruh kapal yang tertangkap, berhasil diidentifikasi sejumlah ABK asing masing-masing sebanyak 209 ABK berkewarganegaraan Taiwan, China dan Vietnam. Selebihnya yang 309 ABK berkewarganegaraan Indonesia. Dari data yang diperoleh, dari 24 kapal ikan yang tertangkap, berhasil ditemukan sebanyak kurang lebih 1200 ton ikan dari berbagai jenis. Dari jumlah tersebut, diperkirakan Negara dirugikan sekitar 1,5 milyar rupiah

Masih di seputar perairan Papua, tepatnya di Merauke, Kapal Pengawas Hiu Macan 001 juga berhasil menangkap 5 Kapal Ikan berbendera asing dan berbendera Indonesia denga rata-rata berbobot 116 GT hingga 330 GT. Dari kelima kapal yang tertangkap, 2(dua) kapal berbendera Indonesia tertangkap di wilayah ZEEI, dengan pelanggaran alat tangkap yang tidak sesuai dengan ijin. Sedangkan 3 kapal ikan lainnya merupakan kapal asing (China) tetapi tidak dilengkapi dokumen resmi, tertangkap di perairan pedalaman Yos Sudarso, dengan pelanggaran tidak memiliki SIPI dan SIUP. Dari 5(lima) kapal tangkapan ini berhasil ditemukan sebanyak 235 ton ikan dari berbagai jenis. Kelima kapal perikanan tersdebut kini telah di ad-hock di pelabuhan perikanan setempat. Dengan demikian, pada akhir Maret 2008 saja, DKP berhasil menangkap 29 Kapal Ikan di perairan Papua. Read the rest of this entry »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 1,093,812 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

www.bukansarjanabi.asia

Halaman