Selain air, ada beberapa ion elektrolit yang berperan dalam mempertahankan cairan dalam tubuh, termasuk distribusi cairan intrasel dan ekstrasel, seperti natrium (Na), kalium (K), dan klorida (Cl). Untuk menggantikan kekurangan salah satu ion ini, memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan menggantikan kekurangan air.

Sebagai contoh, bila seseorang mengalami diare, ia akan membutuhkan cairan elektrolit (dikenal sebagai oralit) untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Acapkali penderita perlu diinfus untuk menghindari kekurangan zat penting bagi tubuh itu.

Selain karena diare, penyebab lain kekurangan elektrolit dan kekurangan air adalah kelainan pada ginjal, luka bakar, atau penggunaan obat diuretik yang tidak terkontrol.

Sebenarnya, seseorang dikatakan mengalami dehidrasi bila ia mengalami kerusakan mekanisme rasa haus, atau mekanisme pengaturan reseptor antidiuretik, atau kerusakan pada kedua mekanisme tersebut. Kelainan pada mekanisne rasa haus terjadi bila terdapat kerusakan hipotalamus di otak sebagai pusat pengontrol rasa haus. Ini terjadi pada saat pasien dalam keadaan koma, atau dalam keadaan yang tidak memungkinkan berespon normal terhadap rasa haus, seperti ketika tenggelam di air atau terdampar di gurun pasir.

Sedangkan kelainan pada pengaturan reseptor antidiuretik dapat disebabkan oleh kelainan organis, misalnya pada gangguan akut ginjal. Namun kekurangan elektrolit sering dikacaukan dengan istilah dehidrasi. (Dr. Elvina Karyadi Msc.)

dari : indomedia.com/intisari/2001/Feb

About these ads