You are currently browsing the monthly archive for Februari 2008.


Sudah tak terhitung berapa banyak korban berjatuhan di sana. Legenda menyebut, itu karena ulah dendam Ratu Penguasa Laut Selatan. Tetapi penjelasan ilmiahnya bicara lain.

 

yunus kusumahbrata

Pantai Karangpapak, Pelabuhanratu, berpanorama indah dengan pantai landai berpasir.

Mungkin masih lekat dalam ingatan, sekitar pertengahan tahun lalu terjadi peristiwa tragis di Pantai Rancabuaya, Garut Selatan. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung yang sedang berperahu karet tewas digulung ombak dan terseret arus Pantai Laut Selatan (sebutan populer untuk kawasan sepanjang pantai Samudera Indonesia, terutama yang berbatasan dengan Pulau Jawa bagian selatan – Red.).

Tidak lama berselang Pikiran Rakyat (2 dan 3 Januari 2001) memberitakan, 15 orang tewas digulung ombak dan terseret arus di sepanjang Pantai Pelabuhanratu, Sukabumi, dan tujuh orang di sepanjang Pantai Pangandaran, Ciamis. Liputan Petang SCTV, 3 Januari 2001, pun melaporkan tewasnya 15 wisatawan di Pantai Congot, Pantai Ketawang, dan Pantai Jatimulya, semuanya di Jawa Tengah.

Kebanyakan korban adalah wisatawan domestik berusia muda, sekitar 15 – 28 tahun. Mereka berlibur ke Pantai Laut Selatan untuk menikmati keindahan panorama bentang alam pantai, sekaligus merasakan sensasi deburan ombak yang menggelegar karena saking besarnya.

Mendadak sontak segala keceriaan musnah. Yang tertinggal hanya kepedihan akibat jatuhnya korban jiwa karena tergulung ombak dan terseret arus Pantai Laut Selatan yang terkenal ganas dan tidak terduga.

Lantas muncul sejumlah pertanyaan, apa penyebab utama terjadinya musibah itu? Siapa yang harus bertanggung jawab? Apa yang mesti dilakukan agar hal serupa tidak terulang?

Bagaimanapun, evaluasi atas peristiwa itu dan tindak lanjutnya jangan sampai menjadi kontraproduktif, khususnya bagi dunia pariwisata, dan mengurangi kecintaan terhadap pantai dan bahari. Baca entri selengkapnya »


Dalam dunia ikan, napoleon merupakan salah satu jenis dari keluarga Wrasse, ikan terumbu karang dengan varietas berkelimpahan. Salah satu karakter yang berbeda dan unik dari keluarga besar Wrasse adalah aksi berenang mereka yang mirip burung, dengan mengepak-ngepakkan sirip dada, mirip burung ketika terbang. Sirip dada mereka memang memanjang.

Keluarga besar ini beragam dalam bentuk dan ukuran. Panjangnya pun bervariasi dari cuma beberapa sentimeter seperti Cleaner wrasse sampai sekitar dua meter seperti si ikan napoleon eta. Keragaman mereka seperti sebuah kaleidoskop dengan variasi pola warna, bentuk, dan kekerabatan paling kompleks. Baca entri selengkapnya »


Ikan satu ini kurang dikenal di negeri kita. Padahal di Hongkong, ia merupakan makanan begitu bergengsi, sampai-sampai para taoke harus belanja ke Indonesia. Kehidupan unik “kerajaan” ikan ini mulai terusik.

Bicara soal ikan terumbu karang, ikan napoleon (Cheilinus undulatus) jelas bukan primadonanya. Tampangnya enggak cakep. Warnanya juga kagak terlalu menarik. Apalagi menginjak umur setengah baya badannya jadi meraksasa, sehingga orang yang belum mengenalnya bakal takut. Meskipun gerakannya lamban, kesan menyeramkan tak bisa hilang.

Tapi di kalangan pecinta makanan ikan laut di Hongkong sana, ikan ini benar-benar sajian favorit. Kabarnya, daging mereka sangat lezat dan lembut, lalu, dia juga merupakan simbol status sosial dan ekonomi bagi penyantapnya. Menu ikan, yang di Hongkong disebut sio moy, ini biasanya dihidangkan pada acara atau peringatan khusus, umpamanya pesta ulang tahun kelahiran atau perkawinan. Permintaan tertinggi terjadi pada Hari Ibu. Syukur, barangkali itu merupakan bentuk penghargaan yang tinggi pada kaum ibu. Sajian ikan “buruk rupa” ini sering pula hadir saat ada jamuan makan dengan relasi bisnis.

Soal harganya, jangan tanya. Sekilonya di sana mencapai AS $ 80. Padahal, para taoke belanja ke para nelayan penangkapnya di Indonesia cuma dengan harga AS $ 20, meski di tingkat nelayan harga itu sudah menggiurkan. Akibatnya, penangkapan terhadap ikan jenis ini jadi membabi buta. Kalau menangkapnya cep … pakai tangan, mungkin tak masalah. Yang celaka, mereka diburu menggunakan bom rakitan atau racun potasium sianida (NaCN). Terumbu karang tempat mereka hidup, kongko-kongko, dan mencari makan jadi hancur atau mati. Baca entri selengkapnya »


Ingar-bingarnya orang berebut rezeki di bisnis AMDK memberi kesan bisnis ini gampang dan besar peluangnya. Tinggal sedot air dari perut Bumi, lalu menjualnya. Harganya bahkan lebih mahal dari BBM. Padahal, selain harus membayar retribusi kepada PAM, kalau mengikuti peraturan WHO, ya tidak semudah itu. Untuk menentukan sumber air baku saja ada beberapa petunjuk yang mesti diikuti. Antara lain, jauh dari permukiman, tidak ada areal pertanian, tidak ada kontaminasi, mutu airnya baik. Kalau sumber itu berupa spring water, selain debit airnya harus minimal 50 l/detik tanpa dipompa, debit itu tetap stabil pada segala musim. Produsen yang serius bisa melewatkan waktu 1 – 2 tahun untuk meneliti apakah sebuah sumber air dapat digunakan atau tidak.

Karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, ada yang mengatakan, membuat produk AMDK lebih sulit ketimbang memproduksi minuman ringan. Proses yang diakui paling sulit adalah melakukan kontrol terhadap mikroorganisme. Lalu prosedur apa yang mesti dilakukan untuk menghasilkan produk yang baik? Berikut salah satu contoh proses yang bisa dilakukan, bila tujuannya hanya mengamankan produk air bagi kesehatan: Baca entri selengkapnya »


MULANYA GARA-GARA SAKIT PERUT

 

Sekitar 30 tahun lalu adalah seorang mantan wartawan yang juga kepala bagian hukum di Pertamina Jakarta, yang bertanggung jawab mengurus masalah kontrak dengan pihak asing. Suatu hari, sebuah perundingan dengan delegasi dari AS nyaris gagal gara-gara istri ketua delegasinya mendadak sakit perut, karena minum air yang kurang bersih.

Hal semacam itu sudah sering terjadi pada rekan dan kenalan-kenalannya dari mancanegara. Akibatnya, ia pernah menyaksikan pengawal seorang pejabat dari Jepang selalu membawa air minum asli dari negaranya, karena takut minum air dari Indonesia. “Sungguh memalukan,” batinnya mengeluh. Keluhan itu terus berkembang menjadi kekhawatiran saat mendengar ada ramalan yang mengatakan, Indonesia pada abad ke-21 bakal kekurangan air bersih. Baca entri selengkapnya »


Pelbagai produk air minum dalam kemasan yang melenggang di pasar boleh dibilang serupa tapi tak sama. Serupa isinya namun acap kali lain mutunya. Tak mudah memang membedakan mutunya kalau cuma selintasan. Setidaknya, tulisan berikut bisa membantu Anda.

 

Anda percaya kalau kita sebenarnya pantas disebut “makhluk air”? Kalau mau hitung-hitungan persis, manusia normal membutuhkan air berkisar 2,1 l – 3,4 l per hari. Tidak sekadar menjawab rasa haus, air yang kita konsumsi harus memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan intraselular dan ekstraselular. Sesuai namanya, yang intraselular adalah cairan di dalam sel yang memungkinkan sel berfungsi. Sedangkan yang ekstraselular merendam sel-sel, mengalirkan nutrisi, sel, dan produk buangan melewati jaringan-jaringan dalam tubuh.

Bumi sebenarnya menyediakan banyak sekali sumber air. Ada air permukaan (sungai, danau, laut), air angkasa (air hujan, salju) ada pula air tanah (ada air tanah dangkal, selain yang dalam). Hanya saja, tak beda dengan produk yang berjajar di toko, masing-masing mempunyai kualitasnya sendiri. Yang paling rentan pencemaran, ya, air permukaan. Namun, gara-gara masalah lingkungan, air tanah dangkal pun ikutan terimbas polutan.

 

Awas, produsen nakal Baca entri selengkapnya »


Pulau Longos yang terletak di bagian utara Flores, lama dikenal sebagai salah satu penghasil ikan di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Menurut cerita, dulu daratan ini kerap jadi tempat persinggahan nelayan-nelayan Bima dan Suku Selayar (Sulawesi Selatan). Mungkin karena betah, lama-kelamaan mereka pun menetap. Hingga kini, pulau seluas 8,7 km 2 itu dihuni 2.000-an orang.

Sebagai penghasil ikan, tentu saja, mata pencaharian sebagian besar orang Longos adalah nelayan. Untuk menangkap ikan, mereka masih memakai cara-cara serba tradisional. Masyarakat di sini memang nyaris belum tersentuh nilai-nilai kehidupan modern.

Uniknya, justru karena itu, ikan-ikan yang mereka tangkap tergolong khas. Konon, mereka hanya menangkap ikan yang hidup di dasar laut, berukuran besar, dan berlemak banyak. Banyak yang bilang, ikan tangkapan nelayan Pulau Longos bukan main enaknya. Bahkan dianggap sebagai primadona Kabupaten Manggarai. Baca entri selengkapnya »


Saat memandang air, ingatlah pada arwah gadis-gadis sahaja yang meninggal lantaran kehausan ribuan tahun silam. Setidaknya, begitulah kepercayaan warga di wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Bila kemurnian air bisa dipertahankan, ia akan menyelamatkan kehidupan. Sebaliknya, bila dinodai, bakal berperan bak rivalnya Arnold Schwarzenegger di film The Terminator, alias sang pembasmi. Buat masyarakat Manggarai, air memang sesuatu yang sakral dan memiliki nilai magis. Hal ini sudah berkembang sejak zaman nenek moyang, dan masih bertahan hingga sekarang. Itu sebabnya, Anda masih dapat menyaksikan air sungai yang bening, nyaris tanpa cela. Mulus dan seksi, ibarat tubuh wanita. Sulit menemukan kotoran atau sampah nyangkut di pinggir sungai, yang arusnya mengalir teduh dari lereng-lereng gunung ke laut lepas.

Bahkan di pesisir pantai yang dihuni ribuan penduduk sekalipun, dijamin Anda masih bisa menemukan air bersih. Padahal, di banyak tempat di Indonesia, daerah pantai biasanya pusat krisis air tawar. Inilah dampak kepercayaan tadi, yang membuat warga tak berani buang hajat, sampah, dan kotoran lainnya di pinggir, apalagi di tengah sungai. Penduduk setempat benar-benar mempertahankan kebersihan cairan lambang kehidupan itu dengan berbagai cara. Baca entri selengkapnya »


Menipisnya cadangan air tanah dan menurunnya pasokan bahan baku air bersih di perkotaan belum kunjung menyadarkan orang untuk berhemat dalam pemakaian air. Apakah kita hanya bisa menunggu munculnya para “juru selamat” yang upayanya membuahkan aneka penghargaan lingkungan, sementara kita tak berbuat apa-apa untuk Bumi yang segala isinya serba terbatas?Ini pengalaman Ny. Maria Bekker, seorang aktivis sosial dan kesehatan di Jakarta saat berkunjung ke penampungan pengungsi Timor Timur di Atambua, NTT, tahun lalu. Ia membawa sangat banyak sumbangan berupa pakaian, makanan, dan obat-obatan dalam pesawat Hercules TNI-AU. Sayang, usaha keras organisasinya tak membuahkan hasil maksimal. Beras tak bisa ditanak, mi instan tak bisa langsung dimasak, demikian pula susu bubuk. Masalahnya, tak ada air bersih di sana. “Akibat terdesak rasa lapar, para pengungsi makan dalam keadaan mentah. Yang kasihan anak-anak. Karena tak ada air untuk mengencerkannya, susu bubuk langsung saja disuapkan oleh orang tua mereka. Akibatnya banyak anak yang menderita, bahkan jatuh sakit karena ususnya lengket,” cerita Ny. Bekker. Baca entri selengkapnya »


Lazimnya, orang mengangkut ikan hidup itu dengan air. Tetapi kini ada cara baru. Tanpa air. Hanya dengan sekam padi.Ikan yang diangkut (biasanya ikan air tawar) diberok dulu. Yaitu disuruh berpuasa, mensucikan diri (baik lahir maupun batin) dalam bak air mengalir. Jadi biar mengeluarkan isi perut dulu sebanyak-banyaknya, sehingga kalau diangkut nanti tidak akan minta permisi untuk pergi ke belakang lagi di tengah jalan. Kalau tidak ada air mengalir, ya pakai air berhenti juga boleh, asal dialiri udara dengan aerator seperti yang biasa dipakai untuk memelihara ikan hias akuarium itu, agar mereka tidak megap-megap sesak napas.

Suruh pingsan Baca entri selengkapnya »


Kepiawaian mendapatkan air tawar tak cuma monopoli ilmuwan. Paranormal pun jagoan. “Ilmunya disebut radiestesi (radius berarti sinar dan aesthetis berarti kepekaan), alias ilmu mengukur radiasi,” terang Permadi, SH, paranormal yang kini lebih sering buka praktik di MPR. Istilah ini sebenarnya tak hanya menunjuk pada kemampuan mendapatkan mata air. Karena bisa juga dimanfaatkan buat menemukan area pertambangan atau konsentrasi mineral, misalnya.

Konon, sang paranormal (kadang disebut radiestet) dapat melacak keberadaan air tawar, hanya dengan menggunakan kepekaan perasaan, dengan bantuan tongkat atau bandul. Dia cukup mengikuti getaran tubuh yang diteruskan ke alat. Hingga akhirnya, plok, nemplok ke sumber air.

Menurut Prof. Dr. Josef Glinka SVD (Intisari Mei 1996), orang sering menganggap alatnya yang ajaib. Padahal si penerima sinyal, manusia itu sendiri yang peka terhadap radiasi medan geopatis. Medan geopatis adalah tempat tertentu yang mempunyai gelombang atau gaya magnetis berlainan. Bentuknya bisa kisi bumi, air yang mengalir, retakan geologis, maupun mineral. Baca entri selengkapnya »


Percayalah, bumi sedang bekerja di luar batas kemampuan. Sumber daya alamnya makin berkurang, tapi tanggungan (baca: penghuni) yang harus diberi akomodasi kian menggelembung. Lihat pengaruhnya di soal air minum. Pada zaman baheula, cairan pengobat dahaga itu melimpah ruah. Sekarang? Air kebutuhan sehari-hari tak lagi datang sendiri, tapi harus dicari. Lewat olah pikir dan kerja keras.

Untungnya, bersamaan dengan itu, teknologi pencarian air tawar terus berkembang. Saat sajian di dalam tanah tak lagi mencukupi, mau tak mau, air payau dan air laut pun harus diakali. Sayang, pengembangan riset seperti ini di Indonesia masih terkesan adem ayem. Padahal, laut negeri kita luasnya minta ampun, mencapai 5,9 juta km2, alias dua pertiga dari total luas wilayah. Kalau begini terus, di masa depan, kita mungkin tak hanya belanja barang fashion di Singapura. Tapi juga membeli air tawar di sana. Ssst, serius nih!

Simak alasan Ir. P. Nugro Rahardjo, MSc., peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta. Menurut pria yang sudah hampir satu dasawarsa terjun di riset air tawar ini, beberapa kota di daerah pesisir, termasuk Jakarta, sudah mulai merasakan kelangkaan air bersih. Maklum, pembabatan hutan di daerah aliran sungai (DAS) makin hari makin marak saja. Air hujan yang bisa ditahan tanah jumlahnya menciut drastis. Karena sebagian besar lebih suka nyebur langsung ke laut. Baca entri selengkapnya »


Sekitar 25 tahun lalu, masih banyak rembesan mata air bermunculan di kaki-kaki tebing. Bahkan di sekitar rumah kita selama musim hujan. Akan tetapi, kini tak ada lagi pemandangan sejuk seperti itu. Pada musim kemarau air danau malah tidak bersisa dan sumur gali makin kering. Masalah kekurangan air seperti itu di perkotaan malah lebih parah lagi. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Medan, permukaan air sumur gali menurun di musim kemarau, air leding debitnya mengecil sehingga harus diatur secara bergantian. Padahal air merupakan keperluan semua orang. Lalu timbul kerisauan, apakah jumlah air yang tersedia di Bumi mencukupi kebutuhan yang terus bertambah di masa mendatang? Untuk itulah, mulai sekarang kita sudah selayaknya memanfaatkan air secara bijaksana, terutama untuk konservasi air tanah.

Air hujan adalah sumber air primer. Tanpa air hujan tidak ada kehidupan di Bumi. Betapa berharganya air hujan, sampai-sampai di Jepang ada asosiasi pencinta hujan yang bernama Sumida. Baca entri selengkapnya »


Penumpang kapal motor sering kurang mengetahui tata cara penyelamatan bila terjadi musibah. Padahal pengetahuan dan keterampilan itu penting. Berikut sekilas tata cara penyelamatan di kapal motor penumpang (KMP) yang boleh menjadi bekal selama perjalanan mudik.Mungkin masih belum lepas dari ingatan kita, betapa ngerinya petaka yang menimpa penumpang KMP (kapal motor penumpang) Tampomas II. Puluhan orang terpanggang di atas geladak kapal sebelum menyelamatkan diri, meskipun akhirnya banyak juga yang harus kehilangan nyawa. Itu baru sebuah contoh kasus. Masih banyak lagi kecelakaan kapal laut yang berbuntut jatuhnya banyak korban jiwa. Maka pengetahuan dan keterampilan penyelamatan menjadi penting bagi penumpang KMP. Dengan bekal itu anak buah kapal (ABK) terlatih, pemadam kebakaran, pelampung, sekoci bermotor, dan peralatan penyelamatan lainnya, yang selalu ada di dalam kapal motor penumpang, bisa difungsikan secara optimal. Bila terjadi kecelakaan, korban yang jatuh pun bisa ditekan serendah mungkin.

Jangan salah sekoci Baca entri selengkapnya »


Selain air, ada beberapa ion elektrolit yang berperan dalam mempertahankan cairan dalam tubuh, termasuk distribusi cairan intrasel dan ekstrasel, seperti natrium (Na), kalium (K), dan klorida (Cl). Untuk menggantikan kekurangan salah satu ion ini, memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan menggantikan kekurangan air.

Sebagai contoh, bila seseorang mengalami diare, ia akan membutuhkan cairan elektrolit (dikenal sebagai oralit) untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Acapkali penderita perlu diinfus untuk menghindari kekurangan zat penting bagi tubuh itu.

Selain karena diare, penyebab lain kekurangan elektrolit dan kekurangan air adalah kelainan pada ginjal, luka bakar, atau penggunaan obat diuretik yang tidak terkontrol. Baca entri selengkapnya »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 3,413,058 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Tulisan Terkini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos

www.bukansarjanabi.asia

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.