karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PEMILIHAN POLA USAHA

Sebagaimana telah dijelaskan dimuka, peluang investasi budidaya pembesaran ikan patin masih cukup besar. Namun, belum diperoleh informasi baik dari hasil survey di kabupaten OKI maupun dari hasil penelitian sebelumnya mengenai skala usaha yang optimum untuk budidaya pembesaran ikan patin.

Dari hasil wawancara dengan pengusaha dan pengamatan di lapangan, hanya diperoleh informasi bahwa di daerah kabupaten OKI terdapat tiga sistem budidaya ikan patin yaitu sistem kolam, karamba (sangkar dan jaring apung) dan fence. Dari ketiga sistem tersebut, dua sistem yang potensial dapat dikembangkan adalah budidaya pembesaran ikan patin sistem karamba dan fence yang dilaksanakan secara semi intensif. Budidaya pembesaran ikan patin sistem kolam tidak berkembang dan jumlahnya relatif kecil. Berdasarkan hal-hal tersebut maka analisis keuangan akan dilakukan terhadap 2 pola pembesaran, yaitu :

  1. Analisis pola pembesaran ikan patin dengan sistem karamba.
  2. Analisis pola pembesaran ikan patin dengan sistem fence.

Ciri-ciri pola (a) adalah sebagai berikut :

  1. Usaha dilakukan secara berkelompok dan satu kelompok beranggotakan 10 orang.
  2. Telah memperoleh kredit modal kerja dari bank sebesar Rp.5 juta per orang.
  3. Jumlah karamba per pengusaha masing-masing tiga unit, ukuran 2 x 4 x 1,5 m.
  4. Menggunakan tenaga kerja dalam keluarga.

Ciri-ciri pola (b) adalah sebagai berikut :

  1. Usaha perorangan
  2. Telah memperoleh kredit modal kerja dari bank sebesar Rp.50 juta sampai Rp.200 juta per orang.
  3. Jumlah fence 22 unit,ukuran 5 x 12 x 4 meter.
  4. Menggunakan tenaga kerja dalam keluarga dan luar keluarga.

ASUMSI DAN PARAMETER UNTUK ANALISIS KEUANGAN

Untuk keperluan analisis keuangan perlu ditetapkan jadwal tebar benih. Tujuannya adalah agar panen dapat diatur, mengurangi pengaruh ketersediaan air pada musim kering dan panen ikan lebak lebung dari rawa-rawa yang terjadi pada bulan Juli sampai September yang menyebabkan pasokan ikan relatif banyak dan harga ikan patin cenderung lebih rendah. Jadwal tebar benih dan panen disajikan pada tabel 5.

Tabel 5.
Jadwal Tebar Benih dan Panen Sistem Fence

Tahun t/p

Bulan

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

a. Tahun 1

                       
 

- Tebar

141

142

143

         

144

145

126

 
 

- Panen

                   

141

142

b. Tahun 2

                       
 

- Tebar

241

242

243

         

244

245

226

 
 

- Panen

143

         

144

145

126

 

241

242

c. Tahun 3

                       
 

- Tebar

341

342

343

         

344

345

326

 
 

- Panen

243

         

244

245

226

 

341

342

d. Tahun 4

                       
 

- Tebar

441

442

443

         

444

445

426

 
 

- Panen

343

         

344

345

326

 

441

442

Sumber : Lampiran 3.2

Arti dari angka-angka dalam baris tebar dan panen, misalnya 141, adalah sebagai berikut:
Angka I (1 digit) menunjukkan tahun (1 s/d 4),
angka II (1 digit) menunjukkan jumlah unit fence (2 dan 4),
angka III (1 digit) menunjukkan tahap t/p (1 s/d 6)
t = tanam; p = panen

Untuk mempermudah perhitungan bulan tanam/panen tidak menggunakan tahun kalender (Januari – Desember) tapi dimulai dari Mei sampai dengan April. Oleh karena jumlah fence ada 22 unit maka jadwal penebaran benih dalam setahun dilaksanakan secara bertahap, sebagai berikut:

  1. Tahap I, tebar benih dilakukan selama 3 bulan berturut-turut yaitu bulan Mei, Juni, dan Juli masing-masing 4 unit fence.
  2. Tahap II, tebar benih dilakukan selama 3 bulan berturut-turut yaitu bulan Januari, Februari masing-masing 4 unit fence dan Maret, 2 unit fence.

Lama pemeliharaan ikan adalah 10 bulan. Khusus pada tahun pertama proyek, panen ikan berlangsung hanya 2 kali yaitu pada Maret dan April dan tiap panen masing-masing 4 unit fence sehingga total panen adalah 8 unit fence. Sedangkan pada tahun-tahun selanjutnya yaitu tahun kedua sampai dengan tahun keempat proyek, panen ikan berlangsung 6 kali yaitu pada Mei, November, Desember, Januari, Maret dan April atau panen seluruhnya 22 unit fence.

Tabel 6.
Jadwal Tebar Benih dan Panen Sistem Karamba

Uraian

Semester 1

Semester 2

Bulan

Bulan

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

a. Tahun 1

                       
 

- Tebar

111

         

122

         
 

- Panen

         

111

         

122

b. Tahun 2

                       
 

- Tebar

211

         

222

         
 

- Panen

         

211

         

222

c. Tahun 3

                       
 

- Tebar

311

         

322

         
 

- Panen

         

311

         

322

d. Tahun 4

                       
 

- Tebar

411

         

322

         
 

- Panen

         

411

         

422

Sumber : Lampiran 4.2

Arti dari angka-angka dalam baris tebar dan panen, misalnya 111, adalah sebagai berikut :
Angka I (1 digit) menunjukan tahun (1 s/d 4), angka II (1 digit) menunjukan semester (1dan 2), angka III (1 digit) menunjukan tahap tanam/panen (1 dan 2)
t = tanam; p = panen

Sebagaimana sistem fence, pada sistem karamba jadwal penebaran benih juga perlu diatur agar panen tidak terjadi pada masa panen lebak lebung (Lihat Tabel 6). Oleh karena lama pemeliharaan adalah 6 bulan dan jumlah karamba hanya 3 unit maka penebaran benih dapat dilakukan sekaligus. Dalam setahun penebaran benih dapat dilakukan dua kali, yaitu penebaran pertama pada Mei dan penebaran kedua pada November. Berdasarkan jadwal tebar maka setiap tahun panen ikan dapat berlangsung setiap akhir semester, yaitu Oktober dan April.

Disamping jadwal tebar dan panen perlu ditetapkan asumsi dan parameter yang digunakan untuk analisis keuangan. Kedua hal tersebut merupakan dasar dalam perhitungan biaya investasi dan operasional serta produksi/penjualan hasil. Asumsi dan parameter analisis keuangan disajikan dalam tabel 7 untuk sistem fence dan tabel 8 untuk sistem karamba.

Tabel 7.
Asumsi dan Parameter Analisis Keuangan Sistem Fence

No

Asumsi

Satuan

Nilai/jumlah

1

Periode proyek

Tahun

4

2

Periode pembesaran

Bulan

10

3

Skala usaha

   
 

a. Jumlah fence

Unit

22

 

b. Ukuran setiap fence (p x l x t)

Meter

(12 x 5 x 4)

4

Penebaran benih ikan

   
 

a. Padat penebaran

Ekor

12.500

 

b. Ukuran benih

Inchi

01-Feb

 

c. Harga benih

Rp/ekor

250

5

Tenaga kerja

   
 

a. Manajemen (dalam keluarga)

Orang

1

 

Upah

Rp/hari

40.000

 

b. Pengolahan pakan (luar keluarga)

Orang

6

 

Upah

Rp/hari

20.000

 

c. Pemeliharaan (luar keluarga)

Orang

1

 

Upah

Rp/hari

40.000

6

Survival rate

%

87%

7

Pakan buatan pabrik

   
 

a. Pemberian pakan

Kali

1

 

b. Sinta I untuk ikan umur 1 bln

kg/bulan

100

 

c. Sinta II untuk ikan umur 2 bln

kg/bulan

170

 

d. Sinta Laju untuk ikan umur 3 bln

kg/bulan

300

8

Harga pakan buatan pabrik

   
 

a. Sinta I untuk ikan umur 1 bln

Rp/kg

4.500

 

b. Sinta II untuk ikan umur 2 bln

Rp/kg

3.200

 

c. Sinta Laju untuk ikan umur 3 bln

Rp/kg

2.550

9

Harga pakan buatan sendiri

Rp/kg

568

10

Produksi ikan

   
 

a. Siklus panen per tahun

Kali

1

 

b. Rata-rata berat ikan saat panen

Kg/ekor

1

 

c. Produksi ikan tiap fence per tahun

Kg

10.875

 

d. Rata-rata harga jual ikan

Rp/kg

8.500

11

Satu tahun

Hari

360

Sumber : Lampiran 3.1
Tabel 8.
Asumsi dan Parameter Analisis Keuangan Sistem Karamba

No

Asumsi

Satuan

Nilai/jumlah

1

Periode proyek

Semester

8

2

Periode pembesaran

Bulan

6

3

Skala usaha

   
 

a. Jumlah karamba

Unit

3

 

b. Ukuran setiap karamba (p x l x t)

Meter

4 x 2 x 1.5

4

Penebaran benih ikan

   
 

a. Padat penebaran

Ekor

1.250

 

b. Ukuran benih

Inchi

2-2,5

 

c. Harga benih

Rp/ekor

300

5

Tenaga kerja

   
 

a. Manajemen (dalam keluarga)

Orang

1

 

b. Luar keluarga

Orang

1

6

Survival rate

%

85

7

Pakan buatan pabrik

   
 

a. Pemberian pakan

Kali

2

 

b. Hydropid M-2 untuk ikan umur 1-2 bln

Kg/bulan

30

 

c. Hydropid M-3 untuk ikan umur 3-6 bln

Kg/bulan

300

8

Harga pakan buatan pabrik

Rp/kg

2.900

9

Produksi ikan

   
 

a. Siklus panen per tahun

Kali

2

 

b. Rata-rata berat ikan saat panen

kg/ekor

0,85

 

c. Produksi ikan tiap karamba per semester

Ekor

1.063

 

d. Rata-rata harga jual ikan

Rp/kg

7.900

10

Satu semester

Hari

180

Sumber : Lampiran 4.1KOMPONEN BIAYA INVESTASI DAN BIAYA OPERASIONAL

a. Biaya Investasi

Pada sistem fence biaya investasi meliputi biaya perizinan; sewa tanah; bangunan kantor, dapur pengolahan pakan buatan sendiri dan gudang; bahan-bahan konstruksi fence dan fasilitas pendukungnya, alat-alat perikanan, kendaraan (perahu, truk pick-up, dan sepeda motor; dan peralatan proyek berupa mesin dan alat pembuat pakan. Investasi seluruhnya dilakukan pada awal proyek dengan total biaya mencapai Rp.174.853.000 dengan penyusutan setiap tahun sebesar Rp.45.449.000 (Lihat tabel 9). Selama periode proyek dilakukan re-investasi dari beberapa komponen investasi antara lain perizinan, sewa tanah, peralatan fence, peralatan proyek dan alat tangkap. Dari total biaya investasi, porsi biaya investasi yang terbesar adalah peralatan proyek sebesar 50,8% diikuti dengan biaya konstruksi fence serta peralatannya sebesar 32,1%.

Tabel 9.
Rincian Biaya Investasi per Skala Usaha Sistem Fence

No

Komponen Biaya

Jumlah biaya
(Rp)

Penyusutan
(Rp)

1

Perizinan

100.000

100.000

2

Sewa tanah

1.200.000

1.200.000

3

Bangunan

5.500.000

550.000

4

Fence

30.624.000

8.712.000

5

Rumah jaga

14.520.000

5.698.000

6

Perahu

11.000.000

5.500.000

7

Peralatan proyek

88.809.000

11.589.000

8

Alat tangkap

23.100.000

12.100.000

 

Jumlah biaya

174.853.000

45.449.000

Sumber : Lampiran 3.3

Investasi pada sistem karamba relatif lebih sederhana dan biayanya lebih murah dibandingkan dengan investasi pada sistem fence. Kegiatan investasi dilaksanakan pada awal proyek dan re-investasi untuk beberapa komponen investasi selama masa proyek. Biaya investasi pada sistem karamba meliputi perizinan, bahan konstruksi untuk karamba, rumah jaga dan alat tangkap dengan total biaya Rp.1.330.000 dengan penyusutan per semester sebesar Rp.233.750. Rincian biaya investasi disajikan pada Tabel 10. Porsi terbesar dari biaya investasi adalah biaya konstruksi karamba dan rumah jaga yang mencapai 87,6%.

Tabel 10.
Rincian Biaya Investasi per Skala Usaha Sistem Karamba

No

Komponen biaya

Jumlah biaya
(Rp)

Penyusutan
(Rp)

1

Perizinan

75.000

75.000

2

Karamba

900.000

225.000

3

Rumah jaga

265.000

77.500

4

Alat tangkap

90.000

90.000

 

Total biaya

1.330.000

467.500

 

Penyusutan per semester

 

233.750

Sumber : Lampiran 4.3

b. Biaya Operasional

Komponen biaya operasional sistem fence dan karamba disajikan dalam Tabel 11. Komponen biaya operasional pada sistem fence terdiri dari biaya pembelian benih ikan, pakan buatan pabrik untuk tiga bulan pertama pemeliharaan, bahan baku untuk pakan buatan sendiri untuk 7 bulan berikutnya, vitamin, tenaga kerja tetap untuk pemeliharaan dan tenaga harian untuk membuat pakan buatan sendiri serta biaya pemeliharaan mesin dan alat-alat. Total biaya operasional untuk tahun pertama adalah Rp. 852.169.900 dan untuk tahun 2-4, per tahun adalah Rp.1.129.119.400. Porsi biaya operasional yang terbesar adalah pakan yaitu sebesar 46,9% tahun 1 dan 60% tahun-tahun berikutnya.

Tabel 11.
Rincian Biaya Operasional Sistem Fence dan Karamba

No

Komponen biaya

Fence

Karamba

Jumlah biaya
(Rp/thn)

Jumlah biaya
(Rp/semester)

1

Benih

68.750.000

1.125.000

2

Pakan

   
 

- Tahun 1

399.589.000

10.962.000

 

- Tahun 2 – 4

676.538.500

10.962.000

3

Tenaga kerja

374.400.000

2.869.500

4

Pemeliharaan

9.430.900

0

 

Jumlah biaya operasional

   
 

– Tahun 1

852.169.900

14.956.500

 

– Tahun 2 – 4

1.129.119.400

14.956.500

Pada sistem karamba biaya operasional meliputi pembelian benih ikan, pakan buatan pabrik dan tenaga kerja. Sistem karamba tidak memerlukan biaya pemeliharaan alat-alat. Total biaya operasional per semester adalah Rp.14.956.500. Dari total biaya operasional, biaya pakan buatan pabrik mencapai 73,3%.

KEBUTUHAN MODAL KERJA DAN KREDIT

Berdasarkan jadwal kegiatan kedua sistem tersebut diatas diperlukan dana investasi dan modal kerja untuk biaya operasional pada awal kegiatan, karena belum ada penjualan hasil produksi. Dari perhitungan biaya investasi dan biaya operasional maka dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja pada awal kegiatan proyek (tahun 0) adalah seperti pada Tabel 12.

Tabel 12.
Rincian Sumber Dana Proyek Sistem Fence dan Karamba

No

Rincian dana proyek

Sistem fence
(Rp)

Sistem karamba
(Rp)

1

Sumber dana investasi dari

 

a. Kredit

113.654.450

864.500

 

b. Dana sendiri

61.198.550

465.500

 

Total dana investasi

174.853.000

1.330.000

2

Sumber dana modal kerja dari

 

a. Kredit

302.132.965

9.721.725

 

b. Dana sendiri

162.686.981

5.234.775

 

Total dana modal kerja

464.819.945

14.956.500

3

Sumber dana proyek dari

 

a. Kredit

415.787.415

10.586.225

 

b. Dana sendiri

223.885.531

5.700.275

 

Total dana proyek

639.672.945

16.286.500

Total kebutuhan untuk modal kerja sistem fence dan karamba diperhitungkan sebagai berikut :

  • Pada sistem fence, total modal kerja awal yang diperlukan diasumsikan untuk 12 unit fence atau 12/22 x Rp.852.169.900 = Rp.464.819.965.
  • Pada sistem karamba, total modal kerja awal yang diperlukan diperhitungkan sama dengan biaya operasional selama satu semester atau Rp.14.956.500.

Dalam pola pembiayaan ini biaya investasi maupun modal kerja diasumsikan dibiayai dengan kredit bank dan dana sendiri dengan komposisi sumber dana pembiayaan 65% berasal dari kredit bank dan 35% dari dana sendiri. Dalam perhitungan angsuran kredit investasi dan kredit modal kerja digunakan asumsi sebagai berikut :

Ketentuan

Fence

Karamba

Jangka waktu

2 tahun

2 tahun

Suku bunga

21% menurun

22% flat

Angsuran pokok dan bunga

per triwulan

per semester

Berdasarkan ketentuan kredit tersebut maka angsuran kredit per semester dari kedua pola ini adalah sebagai berikut. .

Tabel 13.
Jadwal Angsuran Kredit Sistem Fence

Tahun

Angsuran

Saldo

Pokok

Bunga

Total

Awal

Akhir

Tahun 0

     

415.787.415

415.787.415

Tahun 1

207.893.707

70.943.728

278.837.435

259.867.134

207.893.707

Tahun 2

207.893.707

27.286.049

235.179.756

0

0

Sumber : Lampiran 3.9
Tabel 14.
Jadwal Angsuran Kredit Sistem Karamba

Tahun

Periode

Angsuran

Saldo

Pokok

Bunga

Total

Awal

Akhir

Tahun 0

           

Tahun 1

Semester 1

2.646.556

1.164.485

3.811.041

10.586.225

7.939.669

 

Semester 2

2.646.556

1.164.485

3.811.041

7.939.669

5.293.113

Tahun 2

Semester 1

2.646.556

1.164.485

3.811.041

5.293.113

2.646.556

 

Semester 2

2.646.556

1.164.485

3.811.041

2.646.556

0

Sumber : Lampiran 4.7
PROYEKSI PRODUKSI DAN PENDAPATANHasil produksi sistem fence adalah ikan patin ukuran satu kg per ekor, sedangkan hasil produksi sistem karamba adalah ikan patin ukuran 850 gram per ekor. Oleh karena sistem budidaya kedua pola ini adalah monokultur maka tidak ada produk sampingan. Pendapatan adalah produksi dikalikan dengan harga jual, dimana untuk fence harga jual adalah Rp.8.500 per kg sedangkan untuk karamba harga jual Rp.7.900 per kg. Berdasarkan asumsi tingkat hidup, jumlah penebaran dan berat per ekor ikan patin seperti yang dijelaskan di muka, maka produksi ikan patin sistem fence dan karamba diproyeksikan seperti pada tabel 15.

Tabel 15.
Proyeksi Produksi dan Pendapatan Sistem Fence dan Karamba

No

Uraian

Fence

Karamba

(per thn)

(per semester)

1

Produksi per unit (kg ikan)

10.875

903

2

Total produksi thn ke 1

   
 

a. Produksi (kg)

87.000

2.709

 

b. Nilai penjualan (Rp)

739.500.000

21.404.063

3

Total produksi thn ke 2 – 4

   
 

a. Produksi (kg)

239.250

2.709

 

b. Nilai penjualan (Rp)

2.033.625.000

21.404.063

4

Nilai sisa thn ke 4

   
 

a. Investasi

24.477.750

332.500

 

b. Ikan yang belum dipanen *)

299.062.500

0

 

Jumlah (Rp)

323.540.250

332.500

Pada akhir proyek (tahun 4) diperhitungkan adanya nilai sisa proyek (salvage value) yaitu untuk :

  1. Sistem fence terdiri dari 25% dari nilai investasi awal proyek dan ikan yang belum dipanen pada tahun 4 berumur 9 bulan sebanyak 4 unit dengan nilai penjualan Rp.261.000.000 ikan berumur 1 s/d 3 bulan sebanyak 10 unit fence dengan nilai penjualan Rp.38.062.500, total nilai sisa sebesar Rp.323.540.250
  2. Sistem karamba sebesar 25% dari nilai investasi awal proyek.

Berdasarkan proyeksi produksi, penjualan hasil dan biaya proyek, pendapatan bersih dari sistem fence mengalami defisit (negatif) pada tahun 0 dan tahun 1, namun pada tahun berikutnya pendapatan bersih selalu surplus (positif). Pada sistem karamba pendapatan bersih mengalami defisit hanya pada tahun 0 dan pada tahun berikutnya selalu surplus. Surplus pendapatan rata-rata dari kedua pola ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk sistem fence rata-rata surplus pendapatan per tahun Rp.598.714.239 atau per bulan Rp.49.892.853 (Lampiran 3.10).
  2. Untuk sistem karamba rata-rata surplus pendapatan per semester Rp.4.310.500 atau per bulan Rp.718.417 (Lampiran 4.8).

@

 

Taken from :bi.go.id

About these ads