karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

PEMILIHAN POLA USAHA

Berdasarkan penjelasan dalam Aspek Produksi, dalam rangka mengkaji aspek keuangan untuk budidaya ikan gurami dipilih 2 pola pembiayaan yaitu :

  1. Pola – 1 : Pembinaan usaha pendederan terdiri dari tahap pendederan 2 (D2) yang dimulai dari pemeliharaan gurami ukuran 3 (D3) yang dimulai dari pemeliharan benih ukuran 5 gram menjadi ukuran 20-25 gram
  2. Pola – 2 : Pembiayaan usaha pembesaran di mulai dari pemeliharaan gurami ukuran 200-250 gram sampai mencapai ukuran konsumsi.

Pola pembiayaan kepada usaha pendederan dan pembesaran telah mendapat kredit dari bank masing-masing sebesar Rp 20.000.000 dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Kantor Cabang Koordinator Purwokerto dan sebesar Rp 30.000.000 dari Bank Rakyat Indonesia Unit Leuwilang Bogor.

ASUMSI DAN JADWAL KEGIATAN

Untuk keperluan analisis aspek keuangan perlu ditetapkan asumsi dan jadwal kegiatan dari masing-masing pola tersebut. Asumsi meliputi jangka panjang (periode) , proyek , luas kolam/tanah, parameter teknis budidaya seperti padat penebaran, jumlah benih yang ditebar, tingkat kehidupan, ukuran ikan yang ditebar dan tingkat produksi, tenaga kerja dan parameter sarana produksi perikanan serta harga-harga masukan dan keluaran. Jadwal kegiatan meliputi pengaturan waktu tebar dan panen selama jangka waktu proyek. Asumsi dan jadwal kegiatan yang ditetapkan merupakan dasar dalam perhitungan kebutuhan fisik dan biaya untuk investasi, biaya operasional dan produks ikan.

1. Asumsi

Pada tabel 5.1. disajikan asumsi dan parameter untuk pola 1, sedangkan tabel 5.2. untuk pola 2

Tabel 5.1.
Asumsi untuk Pola 1

No

Asumsi

Satuan

Jumlah

1

Periode Proyek

Semester

8

2

Luas kolam yang diperlukan

   

a. D2

m2

660

b. D3 : – Penebaran benih tahap I

m2

640

– Penebaran benih tahap II

m2

640

– Luas Kolam D 3

m2

1.280

c. Total luas kolam

m2

1.880

d. Total luas kolam + pematang

m2

2.350

3

D 2

   

a. Lama pemeliharaan dari tebar s/d panen

hari

30

b. Luas kolam pemeliharaan setiap bulan

m2

600

c. Padat penebaran

ekor/m2

40

d. Benih yang ditebar per bulan

ekor

24.000

e. Harga benih

Rp/ekor

250

f. Produksi benih ukuran 5 gram per bulan

ekor

19.200

4

D3

   

a. Lama pemeliharaan dari tebar s/d panen

hari

60

b. Luas kolam pemeliharaan setiap bulan

m2

640

c. Padat penebaran

ekor/m2

30

d. Benih yang ditebar per bulan

ekor

19.200

e. Produksi benih ukuran 20-25 gram per bulan

ekor

15.360

f. Harga penjualan

Rp/ekor

750

5

Survival rate

   

a. D2

%

80

b. D3

%

80

6

Tenaga kerja

   

a. Dalam keluarga

orang

1

b. Luar keluarga

orang

1

7

Penggunaan sarana produksi

   

a. Pelet untuk D2

kg/hari

1,70

b. Pelet untuk D3

kg/hari

7,34

c. Kapur

kg/m2

0,20

d. Pupuk kandang

kg/m2

0,75

e. Lambesan

pikul/m2

0,04

f. Harga sarana produksi : Pelet

Rp/kg

3.000

Kapur

Rp/kg

500

Pupuk kandang

Rp/kg

700

Lambesan

Rp/kg

10.000

8

Satu semester

hari

180

Sumber : Lampiran 3.1.

Tabel 5.2.
Asumsi untuk Pola 2

No

Asumsi

Satuan

Jumlah

1

Periode Pembesaran

bulan

5

2

Luas kolam per skala usaha

a. Jumlah kolam

unit

5

b. Luas kolam

m2/unit

1.000

c. Total luas kolam

m 2

5.000

d. Total luas tanah

m 2

6.250

3

Penebalan benih per periode

a. Padat penebaran

ekor/m2

5

b. Ukuran/berat benih

kg/ekor

0,20

c. Jumlah penebaran

– Frukuensi tebar per bulan

kali

1

– Jumlah bulan tebar

bulan

5

– Jumlah per tebar per bulan

ekor

5.000

– Jumlah tebar

ekor

25.000

d. Harga benih

Rp/ekor

1.500

4

Survival rate

%

90

5

Produksi gurami per siklus panen

ekor

22.500

6

Harga penjualan

a. jumlah ikan

ekor/kg

1,70

b. Harga

Rp/kg

13.500

7

Tenaga kerja per skala usaha

a. Dalam keluarga

– Jumlah 1 orang

hari orang kerja

180

– Upah

Rp/hari

3.500

b. Luar keluarga (tenaga tetap)

– Jumlah 1 orang

bulan orang kerja

6,50

– Upah

Rp/bln

500.000

8

Penggunaan pakan : Pokphand 788, 1-2 bln

kg/ekor

0,24

 

Pokphand 798, 3.-5 bln

kg/ekor

0,36

 

- Harga : Pokphand 788, 1-2 bln

Rp/kg

3.300

 

Pokphand 798, 3.-5 bln

Rp/kg

3.250

9

Penggunaan pakan hijauan : Daun sente

lembar/ekor

1

 

Harga

Rp/0,5 lembar

10

10

Penggunaan pupuk kandang

kg/m2

0,20

 

- Harga pupuk kandang

Rp/kg

700

11

Penggunaan kapur

kg/m2

0,75

 

- Harga kapur

Rp/kg

500

12

Satu semester

hari

150

   

Sumber : Lampiran 4.1.

2. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan Pola 1 dan Pola 2 disusun setiap tahun dalam 1 tahun selama 4 tahun jangka waktu (periode) proyek, sebagaimana yang dijelaskan dibawah ini . Dalam tabel 5.3. disajikan jadwal kegiatan pola 1 yaitu tahap D2 dan D3

Lama pemeliharan D2 berlangsung selama sebulan, sehingga kegiatan tebar dan panen dapat dilakukan setiap bulan selama jangka waktu proyek. Kegiatan tebar pada D3 mulai dilakukan bulan kedua pada semester pertama tahun -1 proyek, yaitu setelah panen gurami pertama dari D2. Selanjutnya kegiatan tebar pada D3 dilakukan setiap bulan selama jangka waktu proyek. Lama pemeliharaan gurami pada D3 berlangsung selama 2 bulan, sehingga kegiatan panen gurami baru dapat dilakukan pada bulan ke empat semester satu tahun -1 proyek. Selanjutnya panen gurami pada D3 sudah dapat dilakukan setiap tahun selama jangka waktu proyek.

Luas panen dalam D2 adalah 600 m2, sedangkan luas kolam D3 ditetapkan berdasarkan hasil panen gurami dari D2, sebagai berikut : Padat penebaran pada D2 adalah 40 ekor /m2 atau total 24.000 ekor untuk luas kolam 600 m2. Dengan asumsi tingkat kehidupan gurami 80% maka hasil panen gurami D2 adalah 19.200 ekor. Padat penebaran pada D3 adalah 30 ekor/m2, sehingga luas kolam yang diperlukan adalah 19.200 : 30 = 640 m2. Oleh karena panen pada D2 berlangsung setiap bulan, sementara itu lama pemeliharaan D3 adalah 2 bulan maka luas kolam yang diperlukan dalam D3 adalah untuk penebaran 2 bulan atau 2×640 m2 = 1.280 m2

Dengan demikian maka total luas kolam pada 1 adalah 1.880 m2, sedangkan total luas tanah (termasuk pematang dan tempat untuk kegiatan lainnya) adalah 2.350 m2. Dalam tabel 5.4. disajikan luas kolam dan lama pemeliharaan kegiatan pada pola 1.

Tabel 5.4.
Luas Kolam dan Lama Pemeliharaan Pola 1

Kolam

Luas Kolam

Lama Pemeliharaan

Produk

1. D 2

600.m2

30 hari

Benih 5 gr

2. D3 Tahap 1
640 m2
60 hari
Benih 20-25 gr
Tahap 2
640 m2
60 hari
Benih 20-25 gr
Sub jumlah
1280 m2
60 hari
 

Sumber : Lampiran 3.2

Dalam tabel 5.5 disajikan jadwal kegiatan pola 2 yaitu, pembesaran gurami. Luas tanah yang diperlukan dalam pola ini adalah 6.000 m2 terdiri dari kolam 5.000 m2 dan pematang serta tempat untuk fasilitas lainnya 1.000 m2. Pematang ditanami dengan tanaman sente yang daunnya untuk pakan hijauan.

Tabel 5.5.
Jadwal kegiatan pola 2

Thn

Uraian

Semester I

Semester II

Bulan

Bulan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

Tebar

1101

1102

1103

1104

1105

 

1207

1208

1209

1210

1211

 
 

Panen

         

1101

1102

1103

1104

1105

 

1207

2

Tebar

2101

2102

2103

2104

2105

 

2207

2208

2209

2210

2211

 
 

Panen

1208

1209

1210

1211

 

2101

2102

2103

2104

2105

 

2207

3

Tebar

3101

3102

3103

3104

3105

 

3207

3208

3209

3210

3211

 
 

Panen

2208

2209

2210

2211

 

3101

3102

3103

3104

3105

 

3207

4

Tebar

4101

4102

4103

4104

4105

 

4207

4208

4209

4210

4211

 
 

Panen

3208

3209

3210

3211

 

4101

4102

4103

4104

4105

 

4207

Sumber : Lampiran 4.2
Keterangan : Angka-angka dalam baris tebar dan panen, misalnya 1101 berarti sebagai berikut :
Angka I (1 digit) menunjukkan tahun (1-4), angka II (1 digit) menujukkan semester (1 dan 2),
angka III (2 digit) menunjukkan bulan (01 s/d 12)

Jadwal tebar setiap semester diatur secara bertahap tiap bulan selama 5 bulan masing-masing seluas 1.000 m2. Oleh karena lama pemeliharaan adalah 5 bulan, maka panen gurami pertama baru, berlangsung pada bulan ke enam semester pertama tahun 1 proyek, seluas 1.000 m2. Pada semester ke dua dan tahun berikutnya panen gurami sudah dapat berlangsung 5 kali setiap semester atau 5×1.000 m2 = 5.000 m2.

KOMPONEN BIAYA INVESTASI DAN BIAYA OPERASIONAL

Pada pola 1 (tabel 5.5) biaya investasi meliputi biaya perizinan, sewa tanah, konstruksi kolam dan bangunan (rumah jaga/gudang), peralatan perikanan dan peralatan lainnya. Jumlah seluruh biaya investasi pada awal proyek adalah Rp. 7.335.000 Biaya konstruksi kolam meliputi pembuatan bak kontrol dan konstruksi pendederan. Selama periode proyek ada investasi ulang (re-investasi) untuk biaya sewa tanah, peralatan perikanan dan peralatan lainnya. Dari total biaya investasi 75% atau Rp 5.535.000 merupakan biaya investasi konstruksi seluruh kolam.

Tabel 5.6.
Biaya Investasi Pola 1

No

Komponen Biaya

Jumlah Biaya
(Rp)

Penyusutan
(Rp)

 
 

1

Perizinan

175.000

35.000

 

2

Sewa tanah

705.000

705.000

 

3

Konstruksi kolam

5.535.000

553.500

 

4

Bangunan

250.000

50.000

 

5

Alat Tangkap

420.000

255.000

 

6

Perelatan lain

270.000

75.000

 
 

Total biaya investasi

7.355.000

1.673.500

 
 

Penyusutan investasi per semester

 

836.750

 

Sumber : Lampiran 3.3.

Pada pola 2 (Tabel 5.7), biaya investasi meliputi perizinan, sewa tanah, konstruksi kolam termasuk bak kontrol, bangunan (rumah jaga/gudang), peralatan perikanan dan peralatan lainnya. Jumlah biaya investasi pada awal proyek sebesar Rp 13.983.500 dimana 66% diantaranya atau Rp 8.950.000 adalah biaya konstruksi kolam. Selama jangka waktu proyek terdapat re-investasi dari beberapa komponen investasi yaitu perizinan, sewa tanah, peralatan perikanan dan peralatan lainnya.

Tabel 5.7.
Biaya Investasi Pola 2

No

Komponen Biaya

Jumlah Biaya
(Rp)

Penyusutan
(Rp)

 
 

1

Perizinan

7.500

7.500

 

2

Sewa tanah

1.562.500

1.562.000

 

3

Konstruksi kolam

8.950.000

932.000

 

4

Bangunan

3.000.000

600.00

 

5

Alat Tangkap

260.000

163.000

 

6

Perelatan lain

203.000

146.000

 
 

Total biaya investasi

13.983.000

3.411.833

 
 

Penyusutan investasi per semester

 

1.705.917

 

Sumber : Lampiran 4.3.

2. Biaya Operasional

Biaya operasional dalam pola 1 dan pola 2 meliputi dua komponen utama yaitu biaya saprokan dan biaya manajemen pemeliharaan. Biaya saprokan terdiri dari biaya pemupukan, pembelian benih dan pakan. Dalam pola 1, biaya obat-obatan yang digunakan hanya daun lambesan yang sudah termasuk dalam biaya pemupukan, sedangkan dalam pola 2, ada biaya obat-obatan dan vitamin. Dalam pola 1, biaya pakan terdiri dari biaya pakan pabrik dan pakan hijauan (daun sente). Komponen biaya tenaga kerja terdiri dari gaji manajer (dalam keluarga) dan untuk tenaga luar keluarga. Tabel 5.8. menyajikan biaya operasional pola 1 dan pola 2.

Tabel 5.8.
Biaya Operasional Pola 1 dan Pola 2

No

Komponen Biaya

Pola 1 (Rp)

Pola 2 (Rp)

 
 

1

Pemupukan

1.962.000

2.575.000

 

2

Benih

36.000.000

37.500.000

 

3

Pakan Pabrik

 

-

 
 

a. D2

1.818.000

-

 
 

b. D3

4.863.600

-

 
 

c. Pembesaran

-

44.145.000

 

4

Pakan hijauan

-

16.875.000

 

5

Obat-obatan & Vitamin

-

425.000

 

6

Biaya tenaga kerja

6.300.000

10.872.500

 
 

Jumlah

50.943.600

112.392.500

 

Sumber : Lampiran 3.4. dan Lampiran 4.5

Dari tabel diatas, total biaya operasional adalah sebesar 50.943.600 dan pembesaran adalah Rp 112.392.500. Porsi biaya operasional yang terbesar pada pendederan adalah biaya benih yaitu 71%, sedangkan biaya pakan hanya 13% dari total biaya operasional. Porsi biaya operasional terbesar pada pembesaran adalah biaya pakan (buatan pabrik dan hijauan) yaitu 54%.

KEBUTUHAN MODAL KERJA DAN KREDIT

Berdasarkan jadwal kegiatan kedua pola tersebut diatas diperlukan biaya investasi dan modal kerja untuk biaya operasional pada awal kegiatan,karena beluam ada penjualan hasil produksi. Dari perhitungan biaya investasi dan biaya operasional maka dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja pada awal kegiatan proyek (tahun 0) adalah sebagai berikut :

  1. Pola 1, dana investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp 7.355.000 sedangkan modal kerja yang diperlukan maksimal sebesar Rp 25.642.200 yang merupakan biaya operasional selama 3 bulan pertama atau sebelum penjualan hasil panen bulan ke-4 semester tahun-1 proyek. Rinciannya adalah sebagai berikut :
    - Pemupukan hanya satu kali, Rp 1.962.000
    - Benih D2 selama 3 bulan, Rp 18.000.000
    - Pakan D2 selam 3 bulan , Rp 909.000
    - Pakan D3 selama 2 bulan Rp 1.621.200
    - Biaya tenaga kerja selama 3 bulan, Rp 3.150.000
  2. Pola 2, dana investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp 13.983.500 sedangkan dana modal kerja awal diperhitungkan sama dengan biaya operasional selama 5 bulan pada semester 1 tahun 1 atau sebelum penjualan hasil panen bulan ke-6 yaitu, sebesar Rp 112.392.500

Tabel 5.9.
Sumber Dana Pembiayaan Pola 1 dan Pola 2

No

Rincian dana proyek untuk

Pola 1 (Rp)

Pola 2 (Rp)

1

Investasi yang bersumber dari

   
 

a. Kredit

4.780.750

9.089.275

 

b. Dana sendiri

2.874.250

4.849.225

 

Jumlah dana investasi

7.335.000

13.983.500

2

Modal kerja yang bersumber dari

   
 

a. Kredit

16.677.430

73.055.125

 

b. Dana sendiri

8.974.770

39.337.375

 

Jumlah dana investasi

25.642.200

112.392.500

3

Total dana proyek yang bersumber dari

   
 

a. Kredit

21.448.180

82.144.400

 

b. Dana sendiri

11.549.020

44.231.600

 

Jumlah dana investasi

32.997.200

126.376.000

Sumber : Lampiran 3.5

Dalam perhitungan angsuran kredit investasi dan modal kerja digunakan asumsi sebagai berikut :

Ketentuan
Pola 1
Pola 2
Jangka Waktu 3 tahun 2 tahun
Suku Bunga per tahun 19% menurun 20% menurun
Angsuran pokok dan Bunga per bulan per triwulan

Berdasarkan ketentuan kredit tersebut maka angsuran kredit per semester dari kedua pola ini adalah sebagai berikut :

Tabel 5.10.
Jadwal Angsuran Kredit Pola 1

Tahun

Periode

Angsuran

Saldo (Rp)

Pokok

Bunga

Total

Awal

Akhir

Tahun 0

     

21.448.180

21.448.180

21.448.180

Tahun 1

Semester 1

3,574,697

1,896,079

18.649.266

18.649.266

17.873.483

 

Semester 2

3,574,697

1,556,483

14.894.569

14.894.569

14.298.787

Tahun 2

Semester 1

3,574,697

1,216,886

11.319.873

11.319.873

10.724.090

 

Semester 2

3,574,697

877,290

7.745.176

7.745.176

7.149.393

Tahun 3

Semester 1

3,574,697

537,694

4.170.479

4.170.479

3.574.697

 

Semester 2

3,574,697

198,098

595.783

595.783

-

Sumber : Lampiran 3.7.

Tabel 5.11.
Jadwal Angsuran Kredit Pola 2

Tahun

Periode

Angsuran

Saldo (Rp)

Pokok

Bunga

Total

Awal

Akhir

Tahun 0

       

82.144.400

82.144.400

Tahun 1

Semester 1

20.536.100

7.701.038

28.237.138

71.876.350

61.608.300

 

Semester 2

20.536.100

5.647.428

26.183.528

51.340.250

41.072.200

 

Semester 1

20.536.100

3.593.818

24.129.918

30.804.150

20.536.100

 

Semester 2

20.536.100

1.540.208

22.076.308

10.268.050

-

Sumber : Lampiran 4.8

PROYEKSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN

Produksi dari pola 1 adalah benih gurami dengan berat 20-25 gram, sedangkan produksi dari pola 2 adalah gurami konsumsi dengan berat > 500 gram. Oleh karena sistem budidaya kedua pola ini adalah monokultur maka tidak ada produk sampingan. Pendapatan adalah produksi dikalikan dengan harga jual, dimana untuk pola 1 harga jual adalah Rp 750 per ekor sedangkan pola 2 harga jual Rp 13.500 per kg. Produksi dan pendapatan disajikan dalam Tabel 5.12.

Tabel 5.12.
Produksi dan Pendapatan Pola 1 dan Pola 2

No

Uraian

Pola 1

Pola 2

1

Produksi per bulan

15.360 ekor

4.500 ekor

     

2.647 kg

2

Produksi tahun 1 semester I

   
 

a. Jumlah

46.080 ekor

2.647 kg

 

b. Pendapatan

Rp 34.560.000

Rp 35.735.294

3

Produksi tahun 1 semester II

   
 

a. Jumlah

92.160 ekor

13.235 kg

 

b. Pendapatan

Rp 69.120.000

Rp 178.676.471

4

Produksi tahun 2 s/d 4 per semester

   
 

a. Jumlah

92.160 ekor

13.235 kg

 

b. Pendapatan

Rp 69.120.000

Rp 178.676.471

5

Nilai sisa 4 tahun dari

   
 

a. investasi

Rp 1.838.750

Rp 50.875

 

b. Gurami yang belum di panen

Rp 16.896.000

Rp 71.470.588

 

Sub Jumlah (5 a + 5 b)

Rp 18.734.750

Rp 71.521.463

Sumber : Lampiran 3.6 dan lampiran 4.7

Berdasarkan proyeksi dan biaya proyek, pada tahun 0 dan semester I tahun 1, pendapatan bersih dari kedua pola ini mengalami defisit (negatif) namun pada semester selanjutnya pendapatan bersih selalu surplus (positif). Jika dihitung dari rata-rata selama 8 semester (4 tahun) maka surplus pendapatan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk pola 1, suplus per semester Rp 9.263.000 atau per bulan Rp 1.543.833 (Lampiran 3.8)
  2. Untuk pola 2, rata-rata surplus per semester Rp 22.743.641 atau per bulan Rp 3.790.607 (Lampiran 4.9)

Untuk keperluan analisis arus kas maka pada akhir proy ek, selama pendapatan dari produk gurami, diperhitungkan pula nilai sisa proyek yaitu :

  1. Untuk pola 1, terdiri dari nilai sisa investasi yang diasumsikan 25% dari total investasi dan nilai dari benih yang belum dipanen berumur 1 bulan pada tahun ke 4 sebanyak 15.360 ekor dengan harga jual Rp 700 per ekor dan benih berumur 2 bulan sebanyak 15.360 ekor dengan harga jual Rp 400 per ekor
  2. Untuk pola 2, terdiri dari nilas sisa investasi yang diasumsikan 25% dari total nilai investasi dan nilai gurami umur 1 s/d 4 bulan yang belum dipanen sebanyak 10.558 kg dengan harga jual rata-rata Rp 6.750 per kg

PROYEKSI LABA RUGI DAN BREAK EVEN POINT

Proyek laba/rugi pola 1 dan pola 2 masing-masing dapat dilihat pada lmapiran 3.9 dan lampiran 4.10. Pada semester I tahun -1, kedua pola ini menderita kerugian baik sebelum maupun setelah pengeluaran untuk pajak, sedangkan pada semester-semester berikutnya, selalu memperoleh laba. Laba pada semester 2 tahun 1 s/d tahun 2 relatif lebih kecil dari pada laba tahun-tahun berikutnya karena adanya pengeluaran untuk pembayaran angsuran pokok dan bunga kredit dari bank. Berdasarkan perhitungan laba/rugi, profit margin setiap semester bervariasi yaitu selama masa pembayaran kredit (tahun 1 dan 2) profit margin untuk pendederan berkisar antara 15% s/d 17% dan untuk pembesaran berkisar antara 18%-20%. Setelah masa pembayaran kredit untuk profit margin untuk pendederan meningkat menjadi 21% dan untuk pembesaran 30%. Sedangkan rata-rata profit margin selama 8 semester (4 tahun) untuk pendederan adalah 12,53% , sedangkan untuk pembesaran 18,04%.

Analisis Titik Pulang Pokok atau Break Even Point dari usaha pola 1 dan pola 2 dengan mempertimbangkan besarnya biaya tetap, biaya variabel dan tingka harga jual ikan adalah sebagai berikut :

Rata-rata BEP Pola 1 Pola 2

Rata-rata BEP
Pola 1
Pola 2
- Nilai Penjualan Rp. 20.123.564 Rp. 47.443.460
- Produksi 26.831 ekor 3.514 kg
- Biaya Produksi berdasarkan:    
- Biaya Operasional (variabel) Rp. 590 / ekor Rp. 9.435 / kg
- Total Biaya (fixed + variabel) Rp. 639 / ekor Rp. 10.635 / kg

Rata-rata BEP berdasarkan nilai penjualan dan jumlah produksi dari kedua pola ini masih lebih rendah dari proyeksi produksi dan pendapatan dari hasil penjualan setiap tahun. Artinya kedua proyek ini dapat memperoleh keuntungan setiap tahun. Demikian pula BEP yang dihitung berdasarkan biaya produksi tampak bahwa BEP tersebut masih di bawah harga jual (pola 1 Rp 750/ekor dan pola 2 Rp 13.500/kg) sehingga proyek menguntungkan.

PROYEKSI ARUS KAS DAN KELAYAKAN PROYEK

Dari proyek arus kas dan analis kelayakan proyek ternyata secara finansial usaha pendederan dan pembesaran gurami layak untuk dilaksanakan seperti terlihat dari kriteria kelayakan proyek (tabel 5.13), yaitu Net Present Value (NPV) positif, Net Benefit/Cost (B/C) ratio lebih besar dari 1, Internal Rate Return (IRR) lebih besar dari tingkat bunga bank dan Pay Back Period (PBP) tidak melampaui jangka waktu pembayaran kredit.

Tabel 5.13.
Analisis Kelayakan Proyek Pola 1 dan Pola 2

No

Kriteria

Pola 1

Pola 2

1

N P V *)

Rp 32.943.198

Rp 96.992.249

2

Net B/C ratio *

1,69

1,49

3

IRR

50,58%

43,91%

4

PBP

1,5 tahun

2 tahun

Sumber : Lampiran 3.12 dan Lampiran 4.11
Keterangan : *) Pendederan DF 19%, Pembesaran DF 20%

Dari segi suku bunga, pembiayaan untuk pola 1 layak dilaksanakan pada suku bunga sampai 15% dan untuk pola 2 sampai 44%. Dari segi biaya investasi baik untuk pola 1 maupun pola 2 dapat dikembalikan dalam waktu 2 tahun, sedangkan sesudah jangka panjang waktu tersebut pendapatan proyek yang merupakan keuntungan pengusaha adalah Rp 83.237.598 untuk pola 1 dan Rp 293.792.668 untuk pola 2.

ANALISIS SENSITIVITAS KELAYAKAN PROYEK

Dalam analisis kelayakan suatu proyek, penerimaan dan biaya-biaya didasarkan kepada asumsi dan proyeksi yang sudah tentu memiliki ketidakpastian sehingga perlu dilakukan analisis sensitivitas. Analisis sensitivitas dimaksudkan untuk menguji (test) seberapa jauh proyek yang dilaksanakan sensitif terhadap perubahan dari harga-harga input dan output, kesalahan estimasi dalam pembangunan fisik dan keperluan sarana operasional ataupun kelemahan estimasi hasil produksi. Dalam Lending Model ini analisis sensitivitas menggunakan 3 skenario yang kemungkinan dapat terjadi yaitu :

  1. Jika penerimaan proyek mengalami penurunan yang disebabkan oleh produksi dan atau harga jual per satuan produk tidak sesuai dengan proyeksi, sedangkan biaya investasi dan biaya operasional dianggap tidak mengalami perubahan (konstan)
  2. Jika biaya operasional mengalami kenaikan yang disebabkan oleh perubahan harga-harga input dan atau penggunaan saprokan tidak sesuai dengan proyeksi, sedangkan biaya investasi dan penerimaan proyek dianggap tidak mengalami perubahan (konstan)
  3. Jika skenario (1) dan (2) tejadi secara stimultan, yaitu penerimaan proyek mengalami penurunan dan biaya operasional mengalami kenaikan.

Derajat sensitivitas diukur dari besarnya persentase perubahan penerimaan dan biaya operasional yang menyebabkan proyek tidak memenuhi syarat kriteria kelayakan, yaitu NPV positif, net B/C ratio diatas 1 dan IRR lebih besar dari tingkat bunga pinjaman yang berlaku. Analisis sensitivitas skenario 1 dan 2 disajikan dalam Tabel 5.14 dan skenario 3 pada Tabel 5.15.

Tabel 5.14.
Analisis sensitivitas pola 1 dan pola 2 (Skenario 1 dan Skenario 2)

Kriteria

Pendapatan turun

Biaya Operasional naik

- 9% -

- 10% -

- 11% -

- 12% -

1. Pola 1

       

NPV *) (Rp)

1.474.970

-2.021.500

2.027.616

-785.892

Net B/C ratio *

1,03

0,96

1,04

0,99

IRR (%)

20,43

17,06

20,90

18,29

PBP

3 thn 0 bln

3 thn 3 bln

2 thn 11 bln

3 thn 1 bln

Kriteria

Pendapatan turun

Biaya Operasional naik

- 9% -

- 10% -

- 11% -

- 12% -

2. Pola 2

       

NPV *) (Rp)

4.730.902

-3.656.493

5.541.282

-555.45

Net B/C ratio *

1,02

0,98

1,03

1,00

IRR (%)

21,66

19,12

21,35

19,87

PBP

2 thn 0 bln

3 thn 0 bln

2 thn 10 bln

3 thn 0 bln

Sumber : Lampiran 3.11; 3.12; 3.13 dan 3.14 serta
Lampiran 4.12; 4.13; 4.14 dan 4.15
Keterangan *) Pendederan DF 19% dan Pembesaran DF 20%

Pada Tabel 4.15, terlihat bahwa, usaha pola 1 sensitif terhadap penurunan penerimaan sampai dengan 10% atau kenaikan biaya operasional sampai dengan 12%. Sementara itu usaha pola 2 sensitif terhadap penurunan penerimaan sampai dengan 12% dan kenaikan biaya operasional sampai dengan 16%. Artinya kedua pola tersebut tidak layak untuk dilaksanakan apabila perubahan yang terjadi di sisi penerimaan dan biaya operasional sampai pada tingkat persentase tersebut.

Tabel 5.15.
Analisis Sensitivitas Pola 1 dan Pola 2 (Skenario -3)

Kriteria

Pendapatan turun

- 5% -

- 6% -

1. Pola 1

   

NPV *) (Rp)

1.408.312

-4.898.666

Net B/C ratio *

1,03

0,91

IRR (%)

20,34

14,43

PBP

3 thn 0 bln

3 thn 5 bln

Kriteria

Pendapatan turun

- 6% -

- 7% -

2. Pola 2

   

NPV *) (Rp)

10.087.491

-4.396.635

Net B/C ratio *

1,05

0,98

IRR (%)

22,84

18,95

PBP

2 thn 10 bln

3 thn 0 bln

Sumber : Lampiran 3.153.16 dan Lampiran 4.164.17
Keterangan : *) Pola 1, DF 19% ; Pola 2 DF 20%

Pada Tabel 5.15, terlihat bahwa, usaha pola 1 sensitif terhadap penurunan penerimaan dan atau kenaikan biaya operasional sampai dengan 6%. Sementara itu usaha pola 2 sensitif terhadap penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sampai dengan 7%. Artinya kedua pola tersebut tidak layak untuk dilaksanakan apabila perubahan yang terjadi secara simultan di sisi penerimaan dan biaya operasional sampai dengan tingkat persentase tersebut.

 

 

 

 

@

 

Taken from :bi.go.id

About these ads