karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Di Pasifik, populasi penyu belimbing menurun drastis. Di era 80an pertahun, terdapat sekitar 90.000 ekor betina yang bertelur, tetapi sekarang hanya tinggal 2.000 ekor saja. Para ilmuwan dan pakar konservasi semakin menyadari bahwa populasi penyu laut dapat bertahan hidup akan sangat tergantung pada menurunnya ancaman dari pengambilan langsung dan penangkapan tidak sengaja di laut, serta melakukan perlindungan yang lebih kuat dari sekedar melindungi habitat bertelurnya.

ex-fire ©WWF-Indonesia/Dewi Satriani

Penangkapan tidak sengaja – Tangkapan Sampingan-, merupakan ancaman besar terhadap penyu laut. Setiap tahun, sekitar 200.000 loggerheads dan 50.000 penyu belimbing ditangkap oleh kapal penangkap tuna, ikan todak, dan sejenisnya komersial. Saat ini Tangkapan Sampingan tidak dilihat sebagai satu ancaman besar oleh para ahli, betapa pentingnya issu ini terhadap penurunan populasi yang serius seperti penyu belimbing di Pasifik bagian barat.

Berawal dari kerja penelitian mengikuti penyu belimbing betina yang dipasang peneng melalui satelit, yang bertujuan untuk mempelajari pergerakan pasca bertelur dan mengumpulkan informasi tentang pola distribusi kapal tuna dengan jaring long-line di bagian tengah dan barat lautan Pasifik, menemukan hampir tak terelakkan bahwa penyu belimbing akan bertemu baik dengan perahu penangkap berskala kecil di kawasan dekat pantai atau pun dengan perahu berjaring long-line di perairan terbuka pada saat migrasi regularnya.

Kawasan penangkapan ikan produktif di utara Papua dan PNG dan sekitar pulau-pulau Pasifik Selatan Fiji dan Solomon, yang termasuk dalam kawasan Bismarck Solomon Seas Eco-region (BSSE), tumpang tindih dengan area yang merupakan jalur migrasi penyu belimbing berpeneng. Kegiatan penangkapan ikan di kawasan ini kian meningkat.

WWF-Indonesia mengambil peran dalam upaya pembentukan Komite Nasional untuk Konservasi Kelautan, yang bertujuan mengubah kebijakan dan secara khusus meminta Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan masukan teknis untuk perlindungan spesies dan pengelolaan perikanan kepada komite ini.

© WWF-Indonesia/Veda Santiaji

Untuk mendukung hal tersebut, WWF-Indonesia melakukan penelitian pendahuluan tentang interaksi penyu belimbing-perikanan di perairan Papua, terkait dengan perikanan berskala kecil di perairan dangkal (dengan alat tangkap gillnets) dan perikanan pelagis di laut dalam (alat tangkap utama long-lines), serta mendukung peningkatan kapasitas dari posisi kunci di pemerintahan dan anggota kelompok industri (termasuk komunitas perikanan berskala kecil di perairan dangkal) sebagai salah satu pilihan untuk mengurangi dampak dari interaksi tersebut.

Hal ini untuk memberikan pilihan dengan informasi yang lebih baik tentang langkah-langkah pengelolaan perikanan dengan tujuan utama untuk menjaga populasi global penyu belimbing di Pasifik yang terancam punah. WWF akan menjamin bahwa pengembangan proyek selanjutnya berdasarkan pada hasil penelitian sebelumnya, seperti NOAA-Perikanan yang dilakukan melalui penelusuran satelit untuk mempelajari pola migrasi dan fungsi dari habitat kritis di Bismarck Solomon Seas Eco-regio dan hasilnya akan disebarkan secara luas dengan lembaga, organisasi dan pemangku kepentingan yang relevan di BSSE.

Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemerintah Papua dan Indonesia serta pihak perikanan komersial dan tradisional yang beroperasi di perairan Papua tentang interaksi antara penyu laut dan perikanan di laut dalam dan perairan dangkal, serta bagaimana untuk mengurangi dampak dari interaksi ini melalui kegiatan praktis dan pengelolaan operasional.

WWF berkeinginan untuk memilih strategi pengelolaan yang efektif untuk mengurangi interaksi penyu belimbing-perikanan di perairan Papua.

@

 

Taken from :

About these ads