Anda sibuk tapi masih ingin meraih sarjana untuk menunjang karir, maka inilah |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN – terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141 -7313350-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

 

PENGARANG : Achmad Hasan, Iguh Widipangestu 

Abstract

The result of pilot plant by using photovoltaic under water lamp which has power 20 watt will be sosialization to traditional fisherman, as substitutions of petromaks lamp.  research of different color treatment and different light intensity operated on floating bagan and when the moon was dark between 6 pm until 5 am.  The result of catching fish which was from this research, generally very influenced by many parameter, such as : water bright grade, water stream, wind, sea wave, power of under water lamp, fish season, and measure instrument which used. 

Katakunci : LaCUBA, Tenaga Surya, Warna Cahaya, Intensitas, Hasil Tangkapan  

Sumber :

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.2, No.3, (Juni 2000), hal. 11-18 Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

     Pada mulanya manusia telah melakukan berbagai macam cara untuk dapat memperoleh berbagai jenis ikan yang berhasil ditangkapnya.  Salah satu sumber cahaya yang pernah digunakan untuk mengumpulkan ikan adalah obor.  Kemudian dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, mulailah manusia menggunakan lampu minyak dan gas karbit, dan yang terakhir dengan menggunakan lampu gas dan lampu listrik.  Penangkapan ikan dengan bantuan lampu akan lebih efektif sebelum tengah malam.  Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan sifat fototaksis yang maksimum bagi ikan.  Seperti diketahui bahwa usaha penangkapan ikan di Indonesia dengan menggunakan cahaya lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan telah mengalami perkembangan dan dipakai oleh nelayan dalam skala kecil, sedang maupun besar.

            Penggunaan cahaya lampu sebagai alat pengumpul segerombolan ikan telah dirasakan manfaatnya dan terbukti dapat meningkatkan hasil tangkapan.  Dengan kata lain, cahaya adalah salah satu alat bantu pada beberapa metoda penangkapan dan pada prinsipnya dapat digunakan untuk memikat dan menarik ikan yang mempunyai sifat fototaksis positip untuk mendatangi cahaya agar dapat ditangkap.  Pada umumnya cahaya yang digunakan nelayan sebagai alat bantu penangkapan ikan di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah lampu petromaks (lampu atas air).  Sedangkan alat tangkap yang digunakan dengan kombinasi alat bantu cahaya lampu sebagai pengumpul ikan antara lain : bagan tancap, bagan apung, jaring angkat, purse seine, pancing, dan lain sebagainya.

KESIMPULAN

     Dari hasil penelitian penggunaan lampu celup bawah air (under water lamp) tenaga surya tersebut, secara keseluruhan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  • Penyebaran iluminasi cahaya di media air berbeda menurut warna cahaya dan   kedalaman penunurunan LaCUBA.  Pada perlakuan warna cahaya, iluminasi cahaya LaCUBA warna putih dan hijau yang terukur lebih dalam sebaran cahayanya di air jika dibandingkan dengan warna merah dan kuning.

  • Pada perlakuan kedalaman penurunan LaCUBA, iluminasi cahaya yang paling dalam adalah pada posisi LaCUBA berada 2 meter di bawah permukaan air.

  • Beberapa faktor yang langsung maupun tidak langsung mempengaruhi komposisi hasil tangkapan adalah : tingkat kecerahan air, arus, angin, keragaan teknis lampu celup bawah air, pengoperasian, ketelitian alat ukur, serta musim ikan.

  • Komposisi jenis ikan terbanyak yang diperoleh dari hasil tangkapan adalah dengan menggunakan LaCUBA warna Kuning dan Putih.

  • Untuk perlakuan kedalaman penurunan LaCUBA, komposisi jenis ikan yang terbanyak diperoleh dari kedalaman 0 meter dan 1 meter.

 

Source : iptek.net.id

About these ads