Anda sibuk tapi masih ingin meraih sarjana untuk menunjang karir, maka inilah |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN – terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

70314141 -7313350-jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

 

PENGARANG : Dyan Vidyatmoko, M. Husni Amarulah, dan Dody Irawan

Abstract

To solve problems in Tilapias culture, one alternative solution can be presented by proposing the application of Tilapias GIFT scheme includes all integrated activities in breeding growing and processing in order to develop its sustained activities in Pasuruan, East Java. The purpose of this paper is to discuss whether the investment in this scheme in Pasuruan, East Java is feasible or not in the view of financial aspects. Based on the financial analysis, it can be concluded that the project looks feasible. This can be indicated by cash flow, Net Present Value, Internal Rate of Return and Pay Back Period. From the sensitivity analysis shows the project sensitizes from the changes of production cost and output price.

KATAKUNCI : budidaya, ikan nila GIFT, analisis finansial

Sumber :

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.2, No.3, (Juni 2000), hal. 75-81 Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Pada umumnya usaha budidaya ikan nila di Indonesia masih dilakukan secara tradisional di kolam-kolam meskipun budidaya karamba jaring apung (KJA) di waduk dan perairan umum Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dala usaha budidaya tradisional skala kecil pada umumnya produksi ditujukan untuk konsumsi keluarga, sedangkan pada skala usaha (bisnis) masih menghadapi berbagai kendala di antaranya adalah penerapan teknik budidaya dan manajemen yang belum baik; kurangnya benih yang berkualitas baik; belum adanya sistem tataniaga yang efisien serta harga masih ditentukan oleh perusahaan besar, dan kurangnya diversifikasi produk.

Dalam usaha pembenihan, pengembangbiakan masih dilakukan secara bebas dan tidak terkontrol oleh unit pembenihan rakyat (UPR) tanpa memperdulikan penurunan kualitas benih yang dihasilkan. Penurunan kualitas benih mengakibatkan penurunan produksi. Ikan mudah terserang penyakit, ukuran dalam satu umur menjadi sangat beragam dan tingkat pertumbuhan rendah. Budidaya ikan nila di dalam KJA belum berkembang di waduk dan danau-danau, kecuali pada sebagian waduk di Jawa.

KESIMPULAN

  1. Dari analisis finansial menunjukkan bahwa budidaya ikan nila GIFT di Pasuruan, Jawa Timur membutuhkan biaya investasi dan modal kerja sebesar Rp 3.161.125.000,-

  2. Dari analisis finansial dapat ditunjukan bahwa proyek Rugi Laba dan nilai NPV positif serta nilai IRR sebesar 44,2% dan 37,1% pada masing-masing Unit Pembenihan dan Unit Pembesaran. Indikator-indikator di atas memberikan kesimpulan bahwa usaha budidaya ikan nila GIFT di Pasuruan cukup menguntungkan untuk dilaksanakan.

Dari analisa sensitivitas di mana diskenariokan adanya perubahan harga input dan harga output sebesar 10% maka pola usaha di Unit Pembenihan dan Unit Pembesaran sensitif terhadap perubahan total biaya produksi dan harga output. Meskipun demikian Unit Pembenihan dan Unit Pembesaran masih layak dilaksanakan.

 

Source : iptek.net.id

About these ads