Di Kawasan Teluk Palabuhanratu

SUKABUMI, (PR).-
Kawasan Teluk Palabuhanratu Kab. Sukabumi memiliki daya tarik luar biasa bagi para pemancing profesional. Ini dibuktikan dengan keikutsertaan para pemancing dari Tim Singapura, Kanada, dan Australia dalam “Turnamen Mancing Internasional Piala Presiden RI ke-8″ yang dibuka oleh Pejabat Bupati Sukabumi Drs. H. Yuyun Muslihat, M.M., Jumat (28/4) malam di Hotel Bunga Ayu Palabuhanratu.

Ketua Badan Komunikasi Promosi dan Pengembangan Usaha (BKPPU) Kab. Sukabumi, Drs. H.A. Nasori, B.E., M.M., menjelaskan, jumlah tim yang ambil bagian dalam perhelatan akbar bagi para pemancing profesional dibatasi hanya 20 tim. Terdiri dari para pemancing asal Jakarta, Bandung, Sukabumi, Surabaya, dan perwakilan dari tiga negara tetangga. Pada lomba mancing tahun 2005 ini, menggunakan standar peraturan dan penilaian International Game Fish Association dan Formasi.

“Selain memperebutkan piala Presiden RI, juga hadiah uang total nilai Rp 1,3 miliar. Ini luar biasa,” jelas Nasori.

Dikemukakan, kawasan Teluk Palabuhanratu selama ini dinilai sangat strategis bagi para pemancing profesional. Sebab, berbagai jenis ikan besar seringkali bermigrasi atau transito ke Teluk Palabuhanratu. Karena penilaian itulah kawasan ini dijadikan ajang turnamen berkelas internasional.

“Dari delapan kali turnamen, enam kali diantaranya diselenggarakan di Palabuhanratu, termasuk tahun ini. Ini menandakan bahwa di Palabuhanratu tidak ada masalah. Tidak ada kekhawatirann dengan badai tsunami yang memang tidak ada apa-apa,” kata Nasori.

Secara teknis dijelaskan oleh Nasori, pelaksanaan turnamen berlangsung selama dua hari dua malam. Selama berada di lautan, panitia telah membatasi areal lokasi pemancingan dengan ukuran ikan di atas 50 kg. Tim yang berhasil menangkap ikan paling berat dan banyak, dinyatakan oleh juri yang mengawasi selama berada di lautan sebagai pemenang dan turnamen ini ditutup pada Minggu (1/5) malam.

Pejabat Bupati Sukabumi Drs. H. Yuyun Muslihat, M.M., mengharapkan, dari kegiatan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri dan pada akhirnya meningkatkan arus wisatawan ke Palabuhanratu.

Kegiatan lomba mancing internasional ini, juga menepis adanya anggapan akan terjadinya badai tsunami di kawasan pantai selatan Kab. Sukabumi. Terlebih lagi dengan hadirnya peserta dari beberapa negara. Sehingga, para peserta lomba dari beberapa negara ini bisa menyosialisasikan situasi dan kondisi objektif di kawasan pantai selatan.

Seperti diketahui isu akan adanya tsunami di pantai selatan telah menyurutkan keinginan wisatawan untuk mengunjungi beberapa objek wisata pantai di selatan Jabar seperti Palabuhanratu maupun Pangandaran.

Yuyun Muslihat juga mengharapkan. kepercayaan yang telah diberikan kepada Kab. Sukabumi sebagai tuan rumah lomba mancing internasional Piala Presiden Ri ke-8 ini, dijadikan langkah awal interaktif dan memadukan komunikasi dua arah antara pemerintah pusat dengan daerah, khususnya dalam merumuskan satu strategi keberhasilan pariwisata, terutama di Kabupaten Sukabumi. (A-82)***PR-Sabtu, 30 April 2005

About these ads