You are currently browsing the daily archive for Januari 3rd, 2008.
Oleh Prof. Dr. H. BACHRULHAJAT KOSWARA
“Pendirian Jurusan Perikanan di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dalam tahun 1965 (40 tahun yang lalu), pada dasarnya merupakan perwujudan keinginan rakyat dan pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Jawa Barat, untuk lebih mengembangkan subsektor perikanan melalui pengadaan tenaga ahli di bidang perikanan. Ahli-ahli yang dihasilkan tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator dan dinamisator pembangunan, khususnya dalam subsektor perikanan, baik untuk daerah Jawa Barat maupun luar Jawa Barat”
Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. H. Gunawan Satari (pendiri Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Unpad) dan Gubernur Jawa Barat (pada saat itu H. Mashudi) pada saat menjelaskan kepada kami (para mahasiswa saat itu) tentang latar belakang pendirian Jurusan Perikanan di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.
Dikaitkan dengan keadaan sekarang dan masa yang akan datang, ungkapan pada 40 tahun yang lalu tersebut, tampaknya masih relevan mengingat potensi sumberdaya perairan yang merupakan modal penting dalam pembangunan sektor perikanan cukup besar, ditambah lagi dengan besarnya potensi sumberdaya manusia di Indonesia. Read the rest of this entry »
Pemerintah Perlu Realisasikan Penyodetan Sungai Citanduy
CILACAP, (PR).-
Sidat laut yang banyak diburu pemilik restoran Jepang kini di ambang kepunahan. Hal itu dikemukakan oleh staf Pusat Studi Kebijakan Lingkungan (PSKL) Pusaka, Cilacap. Disebutkannya, ikan yang berkembang biak di laut selatan sekitar Segara Anakan itu termasuk dari 45 jenis ikan yang terancam punah.
Kepunahan beberapa jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi terjadi seiring dengan menurunnya kualitas kawasan pembiakan di Laguna Segara Anakan.
Menurut Direktur PSKL Pusaka, Chabibul Barnabas, ada sekira 45 jenis ikan yang terancam punah. Kepunahan ikan-ikan tersebut bukan hanya akibat eksploitasi manusia, namun juga sebagai dampak menurunnya kualitas laguna Segara Anakan. “Dari observasi yang kita lakukan di laguna tersebut, ada kecenderungan sekira 45 jenis ikan itu akan punah,” tutur Chabibul, kemarin.
Menurutnya, ancaman kepunahan ikan-ikan tersebut sudah masuk kategori serius. Hal ini disebabkan laguna tersebut sudah tidak memberikan kenyamanan bagi ikan-ikan untuk berkembang biak. Read the rest of this entry »
Di Kawasan Teluk Palabuhanratu
SUKABUMI, (PR).-
Kawasan Teluk Palabuhanratu Kab. Sukabumi memiliki daya tarik luar biasa bagi para pemancing profesional. Ini dibuktikan dengan keikutsertaan para pemancing dari Tim Singapura, Kanada, dan Australia dalam “Turnamen Mancing Internasional Piala Presiden RI ke-8″ yang dibuka oleh Pejabat Bupati Sukabumi Drs. H. Yuyun Muslihat, M.M., Jumat (28/4) malam di Hotel Bunga Ayu Palabuhanratu.
Ketua Badan Komunikasi Promosi dan Pengembangan Usaha (BKPPU) Kab. Sukabumi, Drs. H.A. Nasori, B.E., M.M., menjelaskan, jumlah tim yang ambil bagian dalam perhelatan akbar bagi para pemancing profesional dibatasi hanya 20 tim. Terdiri dari para pemancing asal Jakarta, Bandung, Sukabumi, Surabaya, dan perwakilan dari tiga negara tetangga. Pada lomba mancing tahun 2005 ini, menggunakan standar peraturan dan penilaian International Game Fish Association dan Formasi.
“Selain memperebutkan piala Presiden RI, juga hadiah uang total nilai Rp 1,3 miliar. Ini luar biasa,” jelas Nasori.
Dikemukakan, kawasan Teluk Palabuhanratu selama ini dinilai sangat strategis bagi para pemancing profesional. Sebab, berbagai jenis ikan besar seringkali bermigrasi atau transito ke Teluk Palabuhanratu. Karena penilaian itulah kawasan ini dijadikan ajang turnamen berkelas internasional. Read the rest of this entry »


















Komentar Terakhir