28/09/06 – Informasi: Teknologi-http://www.dkp.go.id/

Indonesia merupakan penghasil teripang (sea cucumber) terbesar di dunia. Semua tangkapan teripang di tanah air langsung diekspor. Di Hongkong menu berbahan baku teripang termasuk makanan mahal nan eksklusif. Menu ini hanya dihidangkan pada saat tertentu saja.

Permintaan ekspor teripang terus meningkat. Sayangnya hingga kini permintan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi. Penyebabnya adalah, karena produksi teripang Indonesia masih terbatas. Selain ke Hongkong, teripang juga dilego ke China, Korea, Malaysia, dan Singapura. Permintaan untuk pasar ekspor diperkirakan berkisar 20.000 ton hingga 30.000 ton setahun.

Teripang adalah binatang laut berkulit duri (berbulu-bulu hitam) sebesar mentimun muda. Sebelum diperdagangkan komoditi yang sering juga disebut dengan sea cucumber (ketimun laut) dikeringkan terlebih dahulu. Hewan ini hidup sampai pada kedalaman lebih dari 30 meter. Di pasar lokal, harga teripang Rp 30.000 – Rp 150.000 per kg. Karena harganya yang amat menggiurkan itu, banyak pihak yang mencoba mencari teripang dimana pun berada. Perburuan teripang oleh nelayan Madura dan Bugis bahkan sampai kawasan terumbu Ashmore di perairan utara Australia.

Eksploitasi untuk tujuan komersil terhadap teripang telah berlangsung paling tidak sejak seribu tahun yang lalu. Sekitar tahun 1987 – 1989 produk teripang dunia mencapai 90.000 ton, dimana 78.000 ton suplai berasal dari Pasifik Selatan dan Asia Tenggara. Perdagangan teripang global pada saat ini telah mencapai sekitar 12.000 ton teripang kering atau setara dengan 120.000 ton teripang hidup. Sejak akhir tahun 1990-an eksploitasi teripang bertambah dengan adanya kegiatan riset produk alam dan penggunaan teripang sebagai hewan akuarium.

Kekayaan jenis teripang secara keseluruhan mungkin belum terungkap. Sementara itu beberapa jenis teripang yang komersil telah mengalami tekanan eksploitasi. Beberapa jenis teripang merupakan komoditi perikanan yang diperdagangkan secara internasional.
Namun karena teripang dianggap sebagai produk perikanan yang kurang penting, maka aktifitas perdagangannya nyaris tidak terkontrol (dikontrol) oleh instansi formal terkait. Kondisi demikian menyebabkan sulit memperoleh data produksi maupun ekspor yang reliable. Keadaan ini lebih disebabkan oleh tidak baiknya penanganan pasca panen produk teripang di Indonesia. Belum ada peraturan yang spesifik terhadap perdagangan teripang di tanah air.

Tahun 1994 produksi teripang Indonesia adalah sekitar 1.318.000 kg. Data terbaru tentang teripang berasal dari statistik situs http://www.perikananbudidaya.go.id dimana budidaya jaring apung teripang menghasilkan 42 ton selama tahun 2004. Teripang itu dihasilkan propinsi Nusa Tenggara Barat 23 ton, Kaltim 17 ton, dan Papua 2 ton.

Sudah pasti, produksi teripang nasional pada masa mendatang akan jauh lebih besar lagi. Mengingat saat ini, masyarakat sudah banyak yang membudidayakannya. Budidaya teripang telah lama dilakukan oleh masyarakat kita khususnya di daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara (Kolaka), Papua, Lampung dan Riau. Benih yang dibudidayakan sebagian besar masih berasal dari alam. Dengan semakin banyaknya permintaan akan teripang, maka benih sebagai sumber produksi akan sulit dipenuhi dari alam serta penyediaannya tidak dapat kontinyu.

Upaya dalam mengatasi penyediaan benih adalah dengan usaha memijahkannya sehingga kebutuhan akan benih dapat tercukupi. Teripang putih sudah mulai dicoba dibudidayakan oleh nelayan di Desa Sopura, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Teripang putih yang dipelihara oleh nelayan di Desa Sopura dapat mencapai berat 600 – 700 g (berat basah) dalam waktu enam bulan pemeliharaan dari benih ukuran 100 -150 g (berat basah). Bahkan teripang putih dapat mencapai ukuran 1500 g apabila dipelihara pada kedalaman 5 – 6 meter selama enam bulan.

Pada tahun 1992 Balai Budidaya Laut Lampung telah berhasil melaksanakan pemijahan teripang putih (holothuria scabra). Untuk budidaya atau penangkaran tidak memerlukan biaya yang besar. Yang dibutuhkan hanya kandang atau tempat yang terbuat dari kawat anti karat yang dapat direndam di dasar laut di daerah karang.

Jenis-Jenis Teripang
Beberapa jenis teripang yang bertubuh lunak dan silindris memanjang seperti mentimun. Itu sebabnya teripang disebut mentimun laut, sea cucumber atau teatfsh. Di Jepang anggota famili holothuriidae itu disebut namako, di Thailand pling kao, dan di Perancis, beche de mer.

Teripang (holothurians) adalah kelompok hewan invertebrata laut dari kelas Holothuroidea (Filum Echinodermata), tersebar luas di lingkungan laut seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di lautan India dan lautan Pasifik Barat. Tidak kurang sekitar 1.250 jenis teripang telah dideskripsikan, dibedakan dalam enam bangsa (ordo) yaitu dendrochiwtida, aspidochiwtida, dacty-hchirotida, apodida, molpadida, dan elasipoda.

Beberapa jenisnya hidup membenamkan diri dalam pasir dan hanya menampakan tentakelnya. Sedang jenis-jenis teripang komersil biasanya hidup pada substrat pasir, substrat keras, substrat kricak karang dan substrat lumpur.

Produk teripang umumnya berasal dari jenis-jenis teripang yang hidup di perairan dangkal, sampai kedalaman 50 meter. Teripang yang hidup di perairan dangkal inilah yang dapat ditangkap nelayan. Semua jenis teripang komersil, khususnya dari daerah tropika, termasuk dalam bangsa (ordo) aspidochiwtida dari suku (family) holothuriidae dan stichopodidae, yang meliputi marga (genus) holothuria, actinopyga, bohadschia, thelenota dan stichopus. Sekitar 25 jenis teripang berpotensi komersil diidentifikasikan berasal dari perairan karang di Indonesia. Sepuluh jenis diantaranya mempunyai nilai komersil.

Tidak kurang ada 29 jenis teripang yang saat ini menjadi komoditas perdagangan global. Jenis teripang yang termasuk dalam kategori utama, relatif mahal, yaitu teripang pasir atau teripang putih, holothuria scabra, teripang susuan h. nobilis dan h. fuscogilva, teripang nenas thelenota ananas.

Jenis yang termasuk kedalam kategori sedang yaitu teripang dari marga actinopyga, antara lain teripang lotong (a. miliaris), teripang batu (a. echinites), teripang bilalo (a. lecanora dan a. mauritiana). Pada saat ini perburuan teripang tidak saja pada jenis-jenis yang berharga mahal, tapi juga terhadap jenis-jenis yang murah yang pada awalnya tidak menjadi perhatian.

Dapat Berfungsi sebagai Obat
Menurut Prapto Dharsono MSc, peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi, Jakarta, teripang tidak hanya untuk makanan. Tapi sejak zaman purba teripang stichopus hermanii memang dikenal berkhasiat obat. Itu tak hanya kepercayaan masyarakat Korea dan Cina, tetapi juga berbagai bangsa. Nelayan Malaysia, misalnya, lazim meminum saripati teripang sebelum melaut. Efek toniknya menguatkan badan.

Di Pulau Langkawi, Kedah, gamat – teripang dalam Bahasa Malaysia – digunakan sebagai obat luka ringan, sakit sendi, radang, asma, paru-paru, tekanan darah tinggi, dan kencing manis. Sebagai sumber protein teripang mempercepat penyembuhan luka dalam setelah pembedahan, bersalin normal, dan caesar. Teripang atau ketimun emas juga bisa dibuat dalam bentuk jeli gamat. Salah satu jeli gamat bermerek Healin Master yang dibuat Malaysia dan kini beredar di Indonesia.

Suplemen ini menyediakan tiga pilihan rasa, yakni rasa anggur, jeruk dan natural. Di negeri asalnya khususnya di Langkawi Tripang dipercaya memiliki khasiat luar biasa dan telah digunakan sejak ratusan tahun silam. Maklum secara alami kandungan terbesar gamat adalah protein, collagen, dan serabut elastin.

Hadirnya sirup gamat dan aneka produk lainnya tidak lepas dari penelitian Prof. Dr. Hassan Yaakob, Phd dari Universitas Malaysia. Secara klinis, gamat dapat meningkat daya tahan tubuh, mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit, menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, merontokkan racun dalam hati, menurunkan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan penyakit maag, dan dapat menyembuhkan penyakit asma kronis. Selain itu gamat juga dapat digunakan sebagai perawatan kecantikan dan penyembuh luka oleh ibu-ibu usai bersalin karena kandungan protein dan collagen.

Teripang mengandung 86% protein. Proteinnya mudah diuraikan oleh enzim pepsin. Dari jumlah itu sekitar 80% berupa kolagen. Itu sebagai pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan kulit Dalam pertumbuhan tulang, suplemen kalsium saja tidak cukup, lantaran tulang terdiri dari kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi. Tanpa kolagen tulang menjadi rapuh dan mudah pecah bak kaca. Sebaliknya bila tanpa kalsium, tulang akan kenyal seperti karet.

Kandungan lain adalah mucopolusacharida populer sebagai glycosaminoglycans (GAGs). Dalam bentuk kondritin sulfat memulihkan penyakit-penyakit sendi dan membangun kembali tulang rawan. Zat itu menghilangkan linu sendi akibat duduk terlalu lama. Cara kerjanya dengan merangsang tubuh mensekresikan cairan synovial.

Sumber : Majalah Demersal

About these ads