16/10/03 – Informasi: Teknologi-dkp.go.id


Disusun Oleh: Suhendro Budihardjo
PUSINFOYANMAS – DKP

Petunjuk teknis pemeliharaan bandeng di tambak rakyat ini telah diterapkan di Kampung Laut Kabupaten Cilacap dan pesisir Kabupaten Purworejo yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Kegiatan budidaya ini dilakukan untuk memanfaatkan kotoran ayam atau pupuk kandang lainnya untuk penumbuhan klekap sebagai pakan alami bandeng.

Adapun tahapan yang perlu dilaksanakan ialah :

a. Pembuatan Konstruksi Tambak

  • Pematang: harus kuat, tinggi 0,5 m di atas pasang air laut tertinggi, lebar atas sekitar 1 m dan tidak bocor.
  • Dasar tambak: rata, dan agak miring ke arah pintu air.
  • Pintu air: kuat dan tidak bocor, diutamakan petakan tambak yang memiliki pintu pemasukan dan pengeluaran air terpisah.
  • Pembuatan caren keliling atau diagonal/menyilang dengan lebar 2-4 m, dan dalam 50-60 cm.

b. Persiapan Budidaya

1. Pengeringan tanah dasar tambak

  • Perbaikan pematang, saluran, dan pintu saluran keluar masuk tambak.
  • Pembasmian hama dan penyakit dengan pemberian Saponin 50 kg/ha, lalu pengapuran dengan dosis 500 kg/ha untuk meningkatkan pH tanah, sekaligus berfungsi sebagai pengendalian hama dan penyakit.
  • Tanah dasar pelataran diolah dan diratakan, kemudian dikeringkan selama 14 hari (hingga tanah dasar retak-retak sedalam 1 cm).

2. Pemupukan awal

  • Untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami, yaitu kelekap, dilakukan pemupukan dengan kotoran ayam sekitar 1 ton/ha. Pupuk tersebut ditebarkan merata pada pelataran tambak.
  • Pemupukan dengan Urea 50 kg/ha dan SP-36 75 kg/ha pada pelataran tambak secara merata.
  • Pengairan tambak macak-macak (sekitar 5 cm), dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat pengairan tambak, pintu tambak dipasang saringan berupa waring untuk mencegah masuknya predator dan kompetitor dan segera ditutup sebelum air surut agar pupuk tidak hanyut ke luar tambak.
  • Penambahan air secara bertahap, hari ke-1 setinggi 10 cm, hari ke-2 setingggi 20 cm, hari ketiga 30 – 40 cm, dan dibiarkan selama 1 minggu sampai kelekap tumbuh subur.
  • Selanjutnya air ditambah lagi hingga 40 – 50 cm dan tambak siap ditebari benih ikan bandeng.

3. Penebaran Benih Ikan

  • Benih yang ditebar ukuran “lincip” ( 5 cm)
  • Padat penebaran yang digunakan sekitar 10.000 ekor/ha.
  • Penebaran benih dilakukan pada saat suhu rendah
  • Untuk menjaga benih agar tidak stress, perlu perlakuan aklimatisasi terhadap kondisi suhu dan salinitas air tambak. Tahapan pelaksanaannya :

(i) memasukkan kantong berisi benih ikan ke dalam tambak dan biarkan selama 10 – 15 menit, (ii) membuka kantong plastik, dan memasukkan air tambak ke dalamnya sedikit-demi sedikit sampai suhu dan salinitas air dalam kantong plastik sama dengan air tambak, (iii) melepaskan benih perlahan-lahan ke tambak dengan cara mengangkat kantong bagian bawah.

4. Pemeliharaan

i. Pengelolaan air

  • Kedalaman air dipertahankan sekitar 30-40 cm di atas pelataran.
  • Penggantian air dilakukan secara gravitasi (pasang surut air laut).

ii. Pemupukan susulan

  • Pemupukan susulan mulai dilakukan pada saat persediaan dan pertumbuhan kelekap berkurang (sekitar 1 bulan setelah penebaran).
  • Pemupukan dilakukan dengan Urea sekitar 15 kg/ha dan SP-36 10 kg/ha (sekitar 10% dari pupuk awal). Mula-mula air tambak disurutkan hingga sekitar 5 cm di pelataran, selanjutnya pupuk ditebarkan merata di pelataran tambak. Dua hari kemudian air tambak ditambah hingga kedalaman sekitar 40 – 50 cm.

iii. Pakan tambahan

  • Pakan tambahan diberikan pada saat menjelang panen untuk memacu laju pertumbuhan berat.

iv. Pengendalian hama dan penyakit

  • Pengendalian dini dilakukan bersamaan dengan persiapan tambak (pengeringan, pengapuran, dan pemberian saponin). Selain itu pemasangan saringan pada pintu air tambak sangat berguna mencegah masuknya predator atau penyaing ikan bandeng ke dalam tambak.
  • Pengendalian selanjutannya dilakukan dengan monitoring terhadap gangguan ular, kepiting, dan jenis ikan lain sebagai penyaing.

5. Panen

  • Lama pemeliharaan sekitar 4-5 bulan.
  • Tujuan pemeliharaan untuk mendapatkan ikan bandeng konsumsi (4-5 ekor/kg).
  • Panen dilakukan dengan menggunakan alat jaring/waring.

Kandungan Nutrisi Tepung Beberapa Jenis Komoditas

No .

Kandungan (%)

*) Yuliati dkk., 1994., **) Djajasewaka dkk., 1994

  • Sahwan,M.F., 1999. Pakan Ikan dan Udang : formulasi, pembuatan,analisis ekonomi. Jakarta : Penebar Swadaya. 96 halaman.
  • Yuliati Pawartining, Achmad Azizi, Siti Subandiyah dan Sidi Asih, 1994. Pemeliharaan IKan Gurame ( Osphronemous gouramy) Secara intensif di kolam tadah hujan. Prosodong. Seminar Hasil Penelitian Perikanan Air Tawar 1992/1993, Sukamandi, 24-26 Mei 1993.
About these ads