04/10/04 – Informasi: Teknologi-dkp.go.id

Pemijahan menggunakan teknik manipulasi lingkungan dilakukan dengan memanfaatkan tingginya suhu di kolam laut kemudian diturunkan secara mendadak dengan menempatkan induk dalam air baru. Cara ini memberikan hasil di atas 90% pada induk-induk yang telah matang gonad.

Pemeliharaan induk dapat dilakukan menggunakan jaring tancap dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan jumlah induk yang dipelihara yaitu antara 25-100 m2. Apabila terlalu luas akan menyulitkan pada saat penanganan dan seleksi induk. Sedangkan mesh size (lebar mata) jaring 1 – 1,25 inchi dengan ketinggian 70-80 cm dari dasar cukup aman untuk pemeliharaan induk. Pemasangan kurungan tancap sebaiknya diatur sedemikian rupa agar bagian bawah tertanam 30-50 cm untuk mencegah teripang tidak mudah lolos.

Kegiatan pemijahan yang dilakukan terhadap induk-induk yang dipelihara di laut sering mengalami kegagalan. Hal ini terutama disebabkan gonad belum matang karena sulitnya menyediakan pakan yang sesuai dengan kebutuhan.

Penggantian air dilakukan dengan mengandalkan pasang surut. Kegiatan rutin yang dilakukan selama pemeliharaan adalah pengontrolan terhadap induk yang keluar dari kurungan, pembersihan kotoran baik yang menempel di jaring maupun yang terapung, pengaturan ketinggian air dalam kolam agar tidak kurang dari 50 cm dan menghindari adanya pengadukan terutama pada musim penghujan untuk menghambat proses penurunan salinitas.

Penurunan salinitas di bawah 20 ppt dalam waktu lama dapat menyebabkan kematian teripang yang dipelihara.

Manipulasi Lingkungan

Sampai saat ini belum diketahui cara yang tepat untuk membedakan jenis kelamin antara teripang jantan dan betina serta untuk menentukan tingkat kematangan gonadnya. Tanda-tanda mulai terlihat setelah teripang terangsang akan mengeluarkan telur atau sperma. Karena itu seleksi hanya didasarkan pada ciri-ciri fisik sebagai berikut:

    1. Berukuran berat antara 400- 1.000 gr/ekor
    2. Sehat/ tidak berkerut atau keriput
    3. Tidak luka/ cacat
    4. Tidak mengeluarkan isi perut
    5. Cenderung aktif.

Seleksi sebaiknya dilakukan di tempat pemeliharaan untuk mengurangi stress induk akibat penanganan.
Induk-induk yang telah dipilih ditempatkan dalam kerangkeng/keranjang dengan ukuran berkisar 30x40x 10 cm yang dibungkus dengan jaring untuk mencegah agar tidak lolos. Masing-masing keranjang diisi 4-5 ekor dan digantung 5-10 cm di bawah permukaan air.

Tahapan pemijahan dimulai dari pembersihan induk di lokasi pemijahan menggunakan air laut bersih. Pembersihan terutama ditujukan pada kotoran dan organisme-organisme penempel di permukaan kulit teripang. Untuk melepaskan organisme penempel dapat dilakukan dengan cara menggosok dengan tangan secara perlahan di bawah aliran air hingga bersih agar tidak menimbulkan luka.

Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari antara pukul 18.00-23.00 WIB. Induk jantan umumnya memijah terlebih dahulu dengan ciri-ciri 1/2 – 2/3 bagian tubuh depan (bagian anteriornya) terangkat dan bergoyang-goyang sambil mengeluarkan sperma terus-menerus. Pengeluaran sperma ini bisa berlangsung selama satu jam atau lebih tergantung tingkat kematangan gonadnya. Apabila spermanya pekat dapat dipastikan induk jantan akan mengeluarkan sperma dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama.

Penanganan telur sebaiknya dilakukan pada malam hari saat pemijahan atau sesaat setelah induk selesai memijah.

Pemeliharaan Larva

Perhitungan umur dimulai setelah telur menetas menjadi auricularia awal yang dinyatakan dengan D1 kemudian D2 pada hari berikutnya dan seterusnya. Selama pemeliharaan, larva yang berkembang akan mengalami perubahan baik bentuk, ukuran maupun sifat hidupnya.

Jenis-jenis pakan hidup yang diberikan pada stadia auricularia dapat berupa Chaetocheros, Isochrysis, Phaeodactylum, Nannochloropsis, Dunaliella atau campuran dari jenis-jenis tersebut. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore dengan kepadatan dalam media pemeliharaan dipertahankan antara 300.000 – 500.000 sel/ml.

Pemanenan

Akhir dari kegiatan pemeliharaan larva adalah pemanenan/pemindahan benih ke bak pendederan. Pemanenan secara total dapat dilakukan dengan aman setelah sebagian besar benih berukuran 2 cm atau lebih (2,5 – 3 bulan pemeliharaan). Meskipun demikian masih sering ditemui benih yang berukuran kecil saat dilakukan pemanenan pada kurun waktu tersebut. Benih yang berukuran kecil cenderung mati atau lambat tumbuh setelah dipanen dan dipindahkan ke bak pendederan. Berdasarkan hasil rekayasa teknologi di BBL Lampung, pemanenan sebaiknya dilakukan dalam tiga tingkatan yaitu: panen pentactula; panen bertahap dan panen total.

*Warta Budidaya Ikan

About these ads