You are currently browsing the daily archive for Desember 30th, 2007.

27/07/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Strategi musim tanam yang tepat pada usaha komoditas budidaya di tambak, khususnya udang merupakan salah satu keberhasilan dalam produksi sampai mencapai ke tingkat optimal. Kegagalan panen (panen prematur) tersebut, selain akibat serangan penyakit yang bersifat massal dan mematikan disebabkan pula para petambak salah dalam memilih waktu tanam.

Periode musim dalam satu tahun di Indonesia dikenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kaitannya dengan musim tanam ini, khususnya usaha budidaya udang diperlukan kecermatan untuk memprediksi peluang keberhasilan yang maksimal. Dengan demikian, informasi ini diharapkan akan memberi gambaran secara umum tentang musim tanam yang tepat untuk kegiatan usaha komoditas budidaya di tambak.

Tujuan dari informasi ini adalah : 1.Petambak agar dapat memperoleh informasi musim tanam yang tepat untuk kegiatan usaha komoditas budidaya di tambak; 2. Sebagai pedoman dan petunjuk bagi petambak dalam melakukan proses produksi budidaya komoditas tambak; 3. Membantu petambak agar mampu memprediksi musim tanam yang tepat. Sedangkan sasaran yang dicapai sebagai berikut :1. Mengoptimalkan lahan dalam musim tanam yang tepat; 2. Memperoleh hasil (produksi) yang optimal; dan 3. Petambak dapat memperoleh keuntungan yang pasti setiap mengoperasionalkan tambaknya (jaminan suksesi > 80%). Read the rest of this entry »

08/06/04 – Lain-lain: Artikel

Sekitar 5 tahun silam, rajungan (Portunus pelagicus) di Sulsel dan sekitarnya tidak lebih cuma pelengkap menu atau lauk pauk dalam hidangan keluarga. Di daerah Bugis-Makassar, rajungan punya nama lokal. Nelayan Bugis menyebutnya Bukkang, sedang nelayan Makassar menyebutnya Sikuyu Balasa’.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan serta permintaan pasar, rajungan pun berhasil menembus pangsa pasar ekspor atau perdagangan internasional. Nama perdagangannya dikenal dengan Blue Swimming Crab dan Blue Crab. Khusus wilayah Sulsel, terdapat beberapa perusahaan yang mempunyai akses ekspor komoditas rajungan. Perusahaan tersebut antara lain PT. Phillips Seafood Indonesia, PT. Nuansa Cipta Magello/NCM (Windika Group), PT. Makmur Hasil Bahari (Byrd International) dan pendatang baru PT. Kemilau Bintang Timur (Kelola Mina Laut/KML). Perusahaan-perusahaan ini mengambil, mengolah, dan mengalengkan produk rajungannya di Sulawesi Selatan, kecuali PT Kemilau Bintang Timur yang masih melakukan proses pengalengan di Gresik. Read the rest of this entry »

27/04/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Penyakit secara umum didefinisikan sebagai ketidaknormalan terhadap fungsi sebagian atau seluruh organ tubuh dikarenakan adanya gangguan faktor-faktor abiotik / non-infectious disease (kualitas air, makanan dan lainnya) dan faktor biotik / infectoius disease (organisme penyebab penyakit atau patogen).

Beberapa penyakit udang yang sering ditemukan di lapangan dapat disebabkan oleh patogen virus, bakteri, parasit ataupun jamur. Berikut dijelaskan secara ringkas beberapa penyakit potensial yang akhir-akhir ini sering menimbulkan kerugian pada budidaya udang di tambak, gejala klinis, serta upaya penanggulangannya.

1. Penyakit udang gripis/penyakit bercak coklat putih pada cangkang

Penyebab : Jenis bakteri Vibrio sp., Pseudomonas sp., Myxobacterium sp., dan Flavobacterium sp.

Gejala Klinis : Warna tubuh putih kecoklatan, karapas, kaki jalan, kaki renang dan ekor udang mengalami kerontokan, lemah dan nafsu makan berkurang. Read the rest of this entry »

16/04/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Cucut adalah jenis ikan yang banyak ditangkap sepanjang tahun di seluruh perairan laut Indonesia. Cucut yang didaratkan oleh nelayan hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, begitu juga kulitnya yang apabila disamak, mutunya dapat menyamai kulit ternak (sapi, kambing) dan bernilai tinggi, khususnya untuk ekspor. Permintaan kulit cucut di luar negeri akhir-akhir ini meningkat, karena langkanya kulit binatang air lainnya (misal: ular, buaya, biawak, dan lain-lainnya).

Sertifikasi Bahan Mentah
Hampir semua jenis cucut dapat disamak kulitnya. Ukuran rata-rata cucut yang layak disamak kulitnya adalah antara 50-60 kg per ekor. Kulit cucut yang akan disamak harus diperlakukan sangat hati-hati agar tidak cacat, terutama dibagian tengah kulit. Kulit cucut dapat disamak langsung dari kulit segar atau dari kulit yang telah mengalami pengawetan misalnya dengan penggaraman.
Read the rest of this entry »

24/03/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id
Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan. Meskipun jarang terjadi pada kolam-kolam yang terawat dengan baik, wabah penyakit dan parasit yang menyerang ikan dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani ikan karena sering menyebabkan kematian ikan secara massal.

Adapun organisme penyebab penyakit dan parasit yang biasa menyerang ikan umumnya berasal dari golongan jamur, bakteri, virus dan hewan invertebrata.

Sebenarnya kerugian yang timbul karena adanya serangan penyakit dan parasit dapat dihindari dengan pengeiolaan koiam secara baik. Apabila kebersihan kolam, kualitas dan kuantitas air terpefihara dengan baik, kemungkinan terjadinya serangan penyakit atau parasit pada ikan yang dibudidayakan dapat diperkecil. Read the rest of this entry »

08/03/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Hutan Bakau (mangrove) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2000). Sementara ini wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah dimana daratan berbatasan dengan laut. Batas wilayah pesisir di daratan ialah daerah-daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air dan masih dipengaruhi oleh proses-proses bahari seperti pasang surutnya laut, angin laut dan intrusi air laut, sedangkan batas wilayah pesisir di laut ialah daerah-daerah yang dipengaruhi oleh proses-proses alami di daratan seperti sedimentasi dan mengalirnya air tawar ke laut, serta daerah-daerah laut yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia di daratan seperti penggundulan hutan dan pencemaran.

Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik (Siregar dan Purwaka, 2002). Masing-masing elmen dalam ekosistem memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Kerusakan salah satu komponen ekosistem dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan. Hutan mangrove merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.

Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :

  1. Habitat satwa langka
    Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus)
  2. Pelindung terhadap bencana alam Selengkapnya..

03/03/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Penyu telah mendiami bumi kita ini lebih dari 250 juta tahun. Mereka termasuk hewan purba. Dari 8 jenis penyu di dunia, penyu yang menghuni wilayah perairan Indonesia ada 5 jenis yaitu antara lain penyu Hijau, penyu Sisik, penyu Lekang, penyu Belimbing dan penyu Pipih. Penyu adalah hewan yang selalu bermigrasi bahkan mereka terkadang melintasi batas negara sehingga akan melibatkan banyak pihak mulai dari individu, kelompok masyarakat, instansi pemerintah hingga negara akan terlibat di dalamnya. Seluruh jenis penyu tercantum dalam Appendix I CITES sehingga tidak dapat diperdagangkan. Indonesia termasuk penanda tangan konvensi ini dan di dalam negeri sejak 1999 seluruh jenis penyu dilindungi undang-undang.

Walaupun termasuk reptilia laut namun penyu bernafas dengan paru-paru, mereka hidup di laut lepas dan naik ke permukaan air untuk bernafas dan mencari makan, selain itu penyu betina yang sedang mengandung akan mendekati perairan dangkal. Penyu sepanjang hidupnya akan tetap tinggal di laut, dan bagi penyu betina hanya naik ke daratan untuk bertelur. Penyu yang mendarat ke pantai atau mendekati wilayah perairan dangkal biasanya dimanfaatkan oleh manusia untuk ditangkap dan diambil daging serta kerapasnya untuk dijual. Hal-hal seperti itulah yang kini menjadikan populasi penyu makin berkurang bahkan langka. Berikut jenis-jenis penyu yang ada di dunia : Read the rest of this entry »

19/02/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Berbagai ukuran geo-statistik memang menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Luas wilayah lautnya mencapai 5,8 juta km2. Sedangkan panjang garis pantainya 81.000 km merupakan ke dua terpanjang di dunia setelah Kanada. Jumlah pulau, balk besar dan kecli sebanyak 17.504 buah. Letaknya yang diapit oleh dua samudera besar – samudera Hindia dan samudera Pasifik dan berada di daerah khatulistiwa telah menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya sumberdaya alam dengan keanekaragaman-hayati yang luar bisa sehlngga dimasukan dalam kelompok negara mega-biodiversity.

Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelagic state) memiliki ciri khas konfigurasi geografi yang sebagian besar wilayahnya berupa laut diantara pulau-pulau yang ada. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati kegunaan laut sebagai sarana kehidupan baik untuk perdagangan maupun jalur komunikasi. Bukti keunggulan bahari bangsa Indonesia ini tersebar di berbagai penjuru nusantara bahkan hingga Madagaskar. Namun kejayaan maritim ini secara berangsur menyusut. Read the rest of this entry »

28/01/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Definisi penyakit dalam patologi ikan
Penyakit didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari kondisi normal karena beberapa penyebab, dan terbagi atas dua kelompok yaitu penyebab dari dalam (internal) dan luar (eksternal). Penyakit ikan umumnya adalah eksternal. Penyakit internal : genetik, sekresi internal, imunodefisiensi, saraf dan metabolik. Penyakit eksternal :

1). Non patogen

  • Penyakit lingkungan :suhu dan kualitas air lainnya (pH, kelarutan gas, zat beracun).
  • Penyakit nutrisi : kekurangan nutrisi, gejala keracunan bahan pakan.

2). Patogen; bersifat parasit dan terdiri atas empat kelompok yaitu :

12/01/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Kata “mangrove” berarti tumbuhan tropis beserta komunitasnya yang tumbuh di zona intertidal. Zona intertidal adalah kawasan dibawah pengaruh pasang surut sepanjang garis pantai, seperti pantai, estuari, lagun dan tepi sungai. Secara umum mangrove adalah pohon dan semak-semak yang tumbuh dibawah level air tertinggi pada pasang di musim semi (FAO, 1952). Mangrove meliputi bermacam-macam jenis dari tumbuhan yang beradaptasi dengan lingkungannya. Tomlinson (1986) mengklasifikasi spesies mangrove menjadi 3 kelompok : komponen mayor; komponen minor dan kumpulan mangrove.

  1. Komponen Mayor : Tumbuhan yang berkembang secara morfologi seperti sistem akar aerial dan mekanisme fisiologi pengeluaran garam untuk beradaptasi dengan lingkungan mangrove, secara taksonomi terisolasi dari terestrial, hanya dapat ditemukan di hutan mangrove dan tegak.
  2. Komponen Minor (Tumbuhan pantai) : Tumbuhan ini tidak menarik perhatian, mengelilingi habitatnya dan jarang yang berbentuk tegak.
  3. Kumpulan Mangrove : Tumbuhan ini tidak pernah tumbuh di komunitas mangrove sejati dan terdapat di tumbuhan terestrial. Read the rest of this entry »

09/01/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Koteklema (Physeter macrocephalus) atau yang sering disebut juga paus Lodan atau Koteklamboh adalah paus yang termasuk kedalam Klas mamalia laut dan Ordo Cetacea. Ia menyusul anaknya, berdarah panas, bernafas dengan paru-paru dan memiliki sejumlah gigi pada rahangnya.

Bentuk kepala Koteklema hampir seperti persegi empat dengan kulit berkerut dan berwarna ungu gelap. Besarnya dapat mencapai 1/3 panjang tubuhnya. Panjang tubuh antara paus jantan dan betina berbeda, masing-masing mencapai 15-18 m dan 11-12 m. Sementara panjang bayinya mencapai 3,5-4,5 m. Kepalanya berisi banyak minyak ikan spermaceti dan digunakan sebagai bahan bakar. Paus ini juga dikenal memiliki intelegensi tinggi, terlihat dari struktur dan besar otaknya yaitu sekitar 0,03% berat badannya. Paus ini dapat hidup sampai usia 30-60 tahun tergantung pada kondisi tubuhnya.

Paus ini mudah teridentifikasi di laut dan merupakan jenis perenang cepat sekitar 20 knot/jam. Ia dapat menyelam sampai kedalaman 300-600 m bahkan beberapa laporan menyatakan sekurang-kurangnya sampai 3000 m. Kebanyakan penyelaman yang panjang dan dalam dilakukan oleh Koteklema jantan. Read the rest of this entry »

05/01/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Lumba-lumba Hidung Botol (Tursiops truncatus) adalah mamalia yang termasuk kedalam Ordo Cetacea dan Famili Delphinidae. Lumba-lumba yang lebih kecil dan berbadan lebih ramping hidup di perairan lepas pantai, sedangkan yang lebih besar memiliki badan dan kepala yang lebih tegap dan hidup di perairan dalam. Paruhnya cukup pendek dengan rata-rata 40 buah gigi pada setiap rahangnya. Panjang tubuhnya mencapai 4 m dengan berat 150-650 kg. Punggungnya berwarna abu-abu kebiruan atau abu-abu kecoklatan yang dilengkapi sirip punggung setinggi 23 cm. Sementara bagian perut, dada dan lehernya berwarna putih atau abu-abu pucat.

Lumba-lumba seringkali membentuk kelompok-kelompok terdiri dari 25-50 bahkan ribuan ekor yang biasanya hidup jauh dari perairan lepas pantai. Kelompok yang lebih kecil terdiri dari 2-15 ekor dan biasanya hidup dekat pantai. Anggota kelompok ini saling bekerja sama didalam memburu ikan, dengan cara beberapa lumba-lumba menggiring ikan-ikan tersebut ke tepi pantai, sementara yang lainnya mengawasi kawasan lepas pantai untuk mencegah ikan-ikan tersebut melarikan diri. Kadang-kadang mereka juga bekerja sama dengan nelayan setempat untuk menangkap ikan. Lumba-lumba ini juga sering berkelompok dengan cetacea lainnya yaitu hiu dan penyu. Read the rest of this entry »

23/12/03 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Perairan Indonesia merupakan daerah migratory dari jenis marine mammal seperti paus dan ikan duyung, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Keberadaan marine mammal ini semakin lama semakin terancam. Pemerintah Indonesia melalui instansi-instansi terkait seperti Departemen Kehutanan cq. Ditjen PHKA selaku Management Authority; LIPI selaku Scientific Authority; Departemen Kelautan dan Perikanan cq. Ditjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan Ditjen Perikanan Tangkap dan Kementrian Lingkungan Hidup, telah mengeluarkan beberapa peraturan dan kebijakan tentang perlindungan jenis-jenis yang terancam punah, yaitu ratifikasi Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati, melalui UU No. 5 tahun 1994, Keppres No. 43 tahun 1978 tentang Ratifikasi CITES; PP No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta PP No. 8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, maka terdapat 236 jenis satwa dan 58 jenis tumbuhan yang dilindungi di Indonesia, termasuk jenis cetacean. Bahkan telah ditindaklanjuti dengan beberapa peraturan, seperti Keputusan Bersama antara Pemerintah Propinsi antara Pemerintah Propinsi Bali, NTB dan NTT tentang Pengawasan dan Pengendalian terhadap Pemanfaatan, Peredaran dan Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Read the rest of this entry »

18/12/03 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Jika diperhatikan secara sepintas air tambak tidak berbeda dengan air kolam lainnya. Yang terbersit dalam pikiran kita yang membedakannya adalah air tambak terasa asin karena mengandung garam sedangkan air kolam berasa tawar. Sejak terjadinya laut di permukaan bumi ini, laut menjadi tempat penampungan garam-garam dan batuan yang diangkut dari darat, letusan gunung berapi dan meteorolet yang datang dari angkasa luar. Akibatnya laut menjadi penuh dengan berbagai jenis senyawa yang kita kenal kemudian masuk ke tambak-tambak yang ada di pinggiran pantai.

Sebagaimana kita ketahui bahwa apabila berbicara tentang air tambak pasti berbicara tentang air laut. Sehingga pembahasan air tambak pun tidak terlepas dari air laut.

Unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam air laut atau tambak yaitu berupa garam-garam, gas-gas, suspensi dan senyawa organik. Garam-garam tersebut berasal dari hasil erosi batu-batuan yang diangkut oleh sungai dan telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama. Beberapa senyawa lain terutama yang berupa gas berasal dari makhluk hidup yang ada didalamnya termasuk unsu oksigen dan nitrogen. Read the rest of this entry »

02/12/03 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara mengenali ikan yang masih segar dan ikan yang sudah tidak segar atau busuk? Untuk mengenali segar tidaknya ikan sebenarnya tidak sulit. Dan yang paling mudah adalah dengan pengamatan visual terhadap penampilan ikan. Caranya adalah dengan menggunakan metoda 4M, yaitu melihat, meraba, menekan, dan mencium.

Yang pertama adalah dengan melihat dan mengamati penampilan ikan secara menyeluruh terutama penampilan fisik, mata, ingsang, adanya lendir, dan sebagainya. Yang kedua adalah dengan meraba ikan untuk mengamati kondisi ikan terutama adanya lendir, kelenturan ikan, dan sebagainya. Dari meraba dapat dilanjutkan dengan menekan daging ikan untuk menilai teksturnya. Kemudian diikuti dengan mencium bau ikan.

Ikan yang masih segar memiliki penampilan yang menarik dan mendekati kondisi ikan baru mati. Ikan tampak cemerlang, mengkilap keperakan sesuai jenisnya. Permukaan tubuh tidak berlendir, atau berlendir tipis dengan lendir bening dan encer. Sisik tidak mudah lepas, perut padat dan utuh, sedangkan lubang anus tertutup. Mata ikan cembung, cerah dan putih jernih, tidak berdarah dengan pupil hitam. Ingsang masih tampak merah cerah dan tidak berlendir. Jika berlendir, lendir tersebut hanya sedikit, tipis, dan bening. Ikan masih lentur atau kaku dengan tekstur daging pejal, lentur, dan jika ditekan cepat pulih. Bau segar atau sedikit agak amis. Jika kondisi semacam itu masih dapat dikenali dengan baik, maka ikan dapat dikatagorikan sebagai ikan yang masih segar dan bermutu tinggi. Jika tidak, maka ikan dicurigai sudah kurang segar lagi. Read the rest of this entry »

RAIH SARJANA NEGERI 3 TAHUN - TANPA SKRIPSI - ABSENSI HADIR KULIAH BEBAS - COCOK BUAT ANDA KARYAWAN SIBUK
http://www.sarjana3tahunlul.us/

since dec27'07, thanks to

  • 1,083,653 visitors
Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

a





Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile



pranatamangsa

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
apakah anda memerlukan bea siswa ke PTN ? anda lulusan SLTA 2007,2008 dan rangking 9 besar di kelas ?
beasiswa klik disini

Flickr Photos

yellow

Vanessa bikini girl -small

tits31rr

Tiff n Dana

suzfishing

suekat_cobia

sr-015

shelly

shelly 039_1

sharkchick

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

www.bukansarjanabi.asia

Halaman